TINGKAT KESIAPAN TEKNOLOGI PADA PETANI GARAM DI KABUPATEN SAMPANG
Abstract
Garam merupakan salah satu komoditas yang penting. Sayangnya, kebutuhan garam di Indonesia masih belum bisa dipenuhi secara mandiri karena masih mengandalkan impor dari luar negeri. Salah satu daerah penghasil garam di Indonesia adalah Pulau Madura. Adapun salah satu Kabupaten di Pulau Madura yang menjadi daerah penghasil garam terbesar di Indonesia adalah Sampang. Petani garam di Madura sendiri masih menggunakan cara yang sederhana dalam memproduksi garam. Terkait hal tersebut, diperlukan adanya teknologi dalam pengolahan garam. Berdasarkan latar belakang itu, penulis tertarik untuk mengetahui tingkat kesiapan teknologi pada petani garam di Kabupaten Sampang. Penelitian ini merupakan kuantitatif deskriptif yang fokus pada satu variabel, yaitu tingkat kesiapan teknologi. Tingkat kesiapan teknologi diukur dengan skala TRI (Technology Readyness Index) yang telah dikembangkan oleh Parasuraman (2000). Adapun teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis yang dipakai yaitu analisis statistik deskriptif. Hasilnya, diketahui bahwa nilai TRI pada petani garam di Kabupaten Sampang yaitu sebesar 2,66 dimana nilai tersebut tergolong rendah. Hasil itu mencerminkan bahwa tingkat kesiapan teknologi pada petani garam di Kabupaten Sampang masih termasuk rendah sehingga perlu ditingkatkan. Saran dari penelitian ini yaitu bahwa perlu kiranya diteliti lebih lanjut terkait faktor apa saja yang mempengaruhi kesiapan penggunaan teknologi pada petani garam di Kabupaten Sampang.
Kata Kunci: Kesiapan Teknologi; Petani; Garam; Sampang; Madura
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, Z. A., & Susandini, A. (2018). Media Produksi (Geomembrane) Dapat Meningkatkan Kualitas Dan Harga Jual Garam (Studi Kasus : Ladang Garam Milik Rakyat Di Wilayah Madura). Eco-Entrepreneurship, 3(2), 21-36.
Aziz, A. (2018, Juli 28). Penambak Garam Pamekasan Mulai Gunakan Teknologi. Retrieved Juni 9, 2020, from Antaranews.com Web Site: https://www.antaranews.com/berita/643148/penambak-garam-pamekasan-mulai-gunakan-teknologi
Morissan. (2016). Metode Penelitian Survei. Jakarta: Kencana.
Munadi, E. (2016). Dilema Pergaraman di Indonesia. In Z. Salim, & E. Munadi, Info Komoditi Garam (pp. 1-6). Jakarta: Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Al Mawardi Prima.
Parasuraman, A. (2000). Technology Readiness Index (TRI): A Multiple-Item Scale to Measure Readiness to Embrace New Technologies. Journal of Service Research, 2(4), 307-320. doi:10.1177/109467050024001
Putri, C. A. (2020, Januari 15). Ternyata RI Impor Garam 2,6 Juta Ton di 2019. Retrieved Mei 27, 2020, from CNBC Indonesia Web Site: https://www.cnbcindonesia.com/news/20200115175230-4-130281/ternyata-ri-impor-garam-26-juta-ton-di-2019
Rini, A. S. (2018, Maret 18). Menperin: Garam Sama Pentingnya dengan Bahan Baku Lain. Retrieved Mei 27, 2020, from Bisnis.com Web Site: https://ekonomi.bisnis.com/read/20180318/257/751267/menperin-garam-sama-pentingnya-dengan-bahan-baku-lain
Setya, D. (2019, Agustus 23). Ini 6 Daerah Penghasil Garam Terbesar, Jokowi : NTT Punya Garam Berkualitas Bagus. Retrieved Mei 27, 2020, from detik.com Web Site: https://food.detik.com/info-kuliner/d-4677672/ini-6-daerah-penghasil-garam-terbesar-jokowi--ntt-punya-garam-berkualitas-bagus
Sudjarwo, E. (2017, Juli 31). Ini Keunggulan Rumah Garam Prisma yang Tak Bergantung Musim. Retrieved Juni 9, 2020, from detik.com Web Site: https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3579884/ini-keunggulan-rumah-garam-prisma-yang-tak-bergantung-musim
Utomo, T., & Anggara, O. F. (2019). Kesiapan Penggunaan Teknologi Petani Garam di Madura: Hambatan dan Tantangan (1st ed.). (M. Hariwijaya, Ed.) Yogyakarta: Penerbit Elmatera.
Zubaidah, N. (2018, Juni 12). Lahan Garam Terbesar Indonesia Ada di Madura. Retrieved Mei 27, 2020, from SINDONEWS.com Web Site: https://ekbis.sindonews.com/berita/1313802/34/lahan-garam-terbesar-indonesia-ada-di-madura
Refbacks
- There are currently no refbacks.