Habiatuasi Empati yang terinspirasi dari Budaya Mapalus dalam Pembelajaran PKn dengan Model Service-Learning

Juliana Tirza, I Wayan Suastra, Ida Bagus Putu Arnyana

Abstract


Mapalus merupakan budaya yang dilandasi nilai empati yang hadir dari inisiatif. Nilai ini dapat dibiasakan kepada pelajar sebagai bagian dari masyarakat perkotaan. Proses habiatuasi ini dapat diterapkan dalam model pembelajaran service-learning yang sangat ideal untuk mempromosikan ragam keterampilan manusia abad 21. Metode yang digunakan ialah kualitatif eksplorasi dengan tujuan menemukan model yang dapat digunakan untuk proses habituasi empati dalam komunitas Pendidikan. Instrumen yang digunakan ialah FGD, studi literatur dan wawancara dengan praktisi budaya. Validitas data dikaji dengan triangulasi dan data dianalisis dengan menggunakan NVivo. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai empati dalam budaya mapalus menjadi dasar untuk mengembangkan service-learning yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn. Model yang terbentuk disebut sebagai siklus habituasi empati yang terinspirasi dari budaya Mapalus dalam model pemebelajaran dengan service-learning.

Full Text:

PDF

References


A, M. K. W. (2022). Ethnopaedagogy as Defense of Nation Identity. 289–293.

Batlle, R. (2012). Service Learning and Empathy. 12.

Dewey, J. (2019). The School and Society and The Child and the Curriculum. In The School and Society and The Child and the Curriculum. Hassell Street Press. https://doi.org/10.7208/chicago/9780226112114.001.0001

Dymond, S. K., Renzaglia, A., & Chun, E. J. (2008). Elements of High School Service Learning Programs. Career Development for Exceptional Individuals, 31(1), 37–47. https://doi.org/10.1177/0885728807312921

Golkalp, A., & INEL, Y. (2022). An Analysis of Secondary School Students’ Empathy Skills in terms of Student- and School-Related Variables. Educational Policy Analysis and Strategic Research, 17(1), 40–57. https://doi.org/10.29329/epasr.2022.248.3

Hidayah, Y., & Ulfah, R. A. (2020). Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis melalui Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 4(2), 275. https://doi.org/10.17977/um019v4i2p275-281

Jones, S. R. (2001). Where’s the Learning in Service-Learning? The Journal of Higher Education, 72(2), 256–258. https://doi.org/10.1080/00221546.2001.11778884

Lestari, D., Sutono, A., & Sudrajat, R. (2021). Upaya Dosen Mata Kuliah Umum Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Mencegah Paham Radikalisme Di Perguruan Tinggi. Majalah Lontar, 33(1), 1–14. http://103.98.176.9/index.php/LONTAR/article/view/8045

Muharam, R. S., & Prasetyo, D. (2021). Pemanfaatan media youtube untuk mendukung e-learning pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi. Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 4(1), 1. https://doi.org/10.12928/citizenship.v4i1.19444

Shukla, P. (2008). Exploratory research design. Essesntials of Marketing Research : Part 1, 29–37. https://nscpolteksby.ac.id/ebook/files/Ebook/Business Administration/Marketing Research an Introduction (2008)/3. Chapter 2 - Exploratory research design.pdf

Wawointana, T., & Rantung, M. I. R. (2020). Mapalus Local Wisdom in Overcoming Inter-Village Conflict . 473(Icss), 157–161. https://doi.org/10.2991/assehr.k.201014.035

Winataputra, U. S. (2016). Jurnal moral kemasyarakatan vol. 1, no.1, juni 2016. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 1(1), 15–36.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This proceeding series is indexed by:

ipiii.pnggoogle.png

ISSN: 2987-2448