Filosofi Budaya Batak Toba dalam Dunia Pendidikan

Alexander Hamonangan Simamora, I Wayan Suastra, Ida Bagus Putu Arnyana

Abstract


Masyarakat Batak Toba mempunyai filosofi budaya yang menjadi pedoman hidup mereka. Untuk mewujudkan filosofi tersebut, mereka mengamalkan pendidikan karena mereka menyadari bahwa pendidikan merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan filosofi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji filosofi budaya Batak Toba dalam membentuk mentalitas suku Batak Toba mengenai pentingnya dunia pendidikan. Metodologi penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan berupa dokumen kepustakaan yang dapat menyajikan data dan disertai dengan dokumen pendukung yang menjadi rujukan penting dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi budaya masyarakat Batak Toba dapat dilihat terfokus pada kekuasaan, upaya mencapai kepemilikan sahala dan pemahaman manusia Rajawi. Pada sahala tertuang seperti hagabeon (memiliki anak), hasangapon (kehormatan yang diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman) dan hamoraon (kekayaan). Dalam konsep kerajaan Batak terdapat kebebasan untuk berkembang, kebebasan untuk membangun visi dan mengejar ambisi hidup. Dengan mencapai nilai-nilai hagabeon, hasangapon, hamoraon dan cita-cita hidup, masyarakat Batak harus menempuh pendidikan guna membentuk pola pikir yang baik dan memperoleh ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika sistem pendidikan masyarakat Batak cukup berkembang dan maju.

Full Text:

PDF

References


A’Ing, A. (2015). Studi tentang pembangunan bidang pendidikan di daerah perbatasan Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau. Pemerintahan Integratif, 3(4), 545–559. http://jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/modeling/article/view/33

Aritonang, J. S. (1944). Mission schools in Batakland (Indonesia), 1861-1940. E.J. Brill.

Dalimunthe, I. S., & Lubis, A. S. (2019). Hamoraon, hagabeon & hasangapon as the basic philosophy in educating children. El Harakah. https://doi.org/10.18860/el.v21i2.6683

Harmanto, G. (2008). Sejarah bilingual untuk SMA/MA Kelas X Semester 1 dan 2. Bandung: Yrama Widya.

Jenilan, J. (2018). Filsafat pendidikan. El-Afkar : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis, 7(1), 69. https://doi.org/10.29300/jpkth.v7i1.1588

Jenks, C. (2008). Kebudayaan (Edisi Pertama). Medan: Bina Media Perintis.

Ndona, Y. (2018). Kemanusiaan dalam falsafah hidup masyarakat Batak Toba. https://doi.org/10.12928/citizenship.v1i1.10441

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi (Revisi). Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Lubis, M. N., Joebagio, H., & Musa, P. (2019). Eksistensi dalihan na tolu sebagai kearifan lokal dan kontribusinya dalam pendidikan karakter. Intelektiva : Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora.

Pelly, U. (2013). Urbanisasi dan Adaptasi (Edisi keti). Medan : Unimed Press.

Pelly, U. (2016). Etnisitas Dalam Politik Multukultural. In Buku II (pp. 1–547). Medan: Casa Mesra Publisher.

Purba, R. M., Nauly, M., & Fauzia, R. (2017). The efforts of Batak Toba’s mother in educating children. Proceedings of the 1st International Conference on Social and Political Development (ICOSOP 2016). https://doi.org/10.2991/icosop-16.2017.32

Revida, E. (2006). Sistem kekerabatan masyarakat suku Batak Toba Sumatera Utara. Jurnal Pemberdayaan Komunitas.

Siagian, C. (2017). Konsep ruang dalam rumah adat Batak Toba dalam perspektif strukturalisme Claude LeviStrauss. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Simangunsong, F. (2018). Pengaruh konsep hagabeon, hamoraon, dan hasangapon terhadap ketidaksetaraan gender dalam Amang Parsinuan. Sirok Bastra. https://doi.org/ 10.37671/sb.v1i2.24

Simanjuntak, B. A. (2011). Konflik Status dan Kekuasaan Orang Batak Toba (revisi ked). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor.

Simanjuntak, B. A. (2015). Foklor Batak Toba (Pertama). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor.

Valentina, T. D., & Martani, W. (2018). Apakah hasangapon, hagabeon, dan hamoraon sebagai faktor protektif atau faktor risiko perilaku bunuh diri remaja Batak Toba? Sebuah kajianteoritis tentang nilai budaya Batak Toba. Buletin Psikologi, 26(1), 1–11. https://doi.org/10.22146/buletin psikologi.28489

Wibowo, W. (2011). Cara cerdas menulis artikel ilmiah. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This proceeding series is indexed by:

ipiii.pnggoogle.png

ISSN: 2987-2448