Persepsi Guru terhadap Kebutuhan Kurikulum Pendidikan Seksual Adaptif bagi Peserta Didik Tunagrahita Di Sekolah Luar Biasa

Vina Alya Pramesti, Maelatul Husna, Keiko Aqilah Dzakirah

Abstract


Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan pendidikan seksual yang komprehensif, peserta
didik tunagrahita kerap kali tidak mendapatkan pendidikan seksual yang sesuai dengan kondisi mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) mengenai kebutuhan
kurikulum pendidikan seksual yang adaptif bagi peserta didik tunagrahita. Metode yang digunakan
adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis isi kuantitatif. Responden terdiri dari 16 guru
SLB dari wilayah Lombok, Malang, dan Blitar yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden menyadari pentingnya pendidikan seksual bagi
peserta didik tunagrahita. Namun, sebagian besar guru belum memiliki kurikulum baku sebagai acuan,
serta menghadapi berbagai tantangan seperti kesenjangan usia mental dan fisik siswa, kurangnya
dukungan orang tua, dan minimnya pelatihan guru. Guru menghendaki kurikulum yang menyesuaikan
perkembangan peserta didik serta didukung media ajar yang interaktif dan pelatihan yang memadai.
Temuan ini menegaskan perlunya perumusan kurikulum pendidikan seksual yang adaptif, komprehensif,
dan berbasis hak asasi peserta didik tunagrahita.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.