Studi Kasus Strategi Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi oleh Pendidikan Di SLB A, B, D Negeri Kedungkandang Kota Malang
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi implementasi pendidikan kesehatan
reproduksi oleh pendidik di SLB A, B, D Negeri Kedungkandang, Kota Malang. Pendidikan ini
penting bagi peserta didik berkebutuhan khusus (ABK) karena mereka lebih rentan terhadap risiko
kekerasan seksual dan kesulitan memahami perubahan tubuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan strategi konkret, visual, dan
kontekstual seperti media boneka, gambar, simulasi, dan praktik langsung yang disesuaikan dengan
karakteristik siswa. Kurikulum fleksibel dan kerja sama dengan tenaga medis menjadi faktor
pendukung penting. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan media ajar, minimnya
pelatihan guru, serta kurangnya keterlibatan orang tua karena masih adanya anggapan tabu terhadap
topik ini. Sebagai solusi, sekolah melakukan inovasi media, pengembangan modul internal, serta
membangun kolaborasi antara guru, tenaga medis, dan orang tua. Penelitian ini menekankan perlunya
pendekatan yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam menyampaikan pendidikan kesehatan
reproduksi di SLB.
reproduksi oleh pendidik di SLB A, B, D Negeri Kedungkandang, Kota Malang. Pendidikan ini
penting bagi peserta didik berkebutuhan khusus (ABK) karena mereka lebih rentan terhadap risiko
kekerasan seksual dan kesulitan memahami perubahan tubuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan strategi konkret, visual, dan
kontekstual seperti media boneka, gambar, simulasi, dan praktik langsung yang disesuaikan dengan
karakteristik siswa. Kurikulum fleksibel dan kerja sama dengan tenaga medis menjadi faktor
pendukung penting. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan media ajar, minimnya
pelatihan guru, serta kurangnya keterlibatan orang tua karena masih adanya anggapan tabu terhadap
topik ini. Sebagai solusi, sekolah melakukan inovasi media, pengembangan modul internal, serta
membangun kolaborasi antara guru, tenaga medis, dan orang tua. Penelitian ini menekankan perlunya
pendekatan yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam menyampaikan pendidikan kesehatan
reproduksi di SLB.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.