Peran Pendidikan Kesehatan dalam Menanamkan Perilaku Hidup Sehat bagi Anak dengan Hambatan Tunarungu
Abstract
Pendidikan kesehatan merupakan elemen penting dalam membentuk perilaku hidup sehat sejak dini,
terlebih bagi anak dengan hambatan tunarungu yang memiliki keterbatasan dalam menerima informasi verbal. Anak
tunarungu membutuhkan pendekatan pembelajaran yang visual, kontekstual, dan langsung agar mampu memahami
dan menginternalisasi pesan-pesan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan
kesehatan diterapkan dalam membentuk perilaku hidup sehat pada anak tunarungu di Yayasan Pendidikan
Tunarungu B (YPTB) Kota Malang. Ruang lingkup penelitian mencakup strategi pembelajaran yang digunakan guru,
keterlibatan lingkungan sekolah dan keluarga, serta efektivitas pendekatan tersebut terhadap kemandirian siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tiga guru tingkat sekolah dasar serta dokumentasi sebagai
data pendukung. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pendekatan visual seperti gambar, video, dan demonstrasi, serta pembiasaan rutin seperti
membawa bekal sehat dan senam bersama efektif membentuk kebiasaan hidup sehat siswa tunarungu. Lingkungan
sekolah yang inklusif dan keterlibatan orang tua memperkuat keberhasilan program ini. Namun, konsistensi
perilaku sehat di luar sekolah masih menjadi tantangan. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan yang adaptif dan
berkelanjutan dapat meningkatkan pemahaman serta kemandirian anak tunarungu dalam menjaga kesehatannya
secara mandiri.
terlebih bagi anak dengan hambatan tunarungu yang memiliki keterbatasan dalam menerima informasi verbal. Anak
tunarungu membutuhkan pendekatan pembelajaran yang visual, kontekstual, dan langsung agar mampu memahami
dan menginternalisasi pesan-pesan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan
kesehatan diterapkan dalam membentuk perilaku hidup sehat pada anak tunarungu di Yayasan Pendidikan
Tunarungu B (YPTB) Kota Malang. Ruang lingkup penelitian mencakup strategi pembelajaran yang digunakan guru,
keterlibatan lingkungan sekolah dan keluarga, serta efektivitas pendekatan tersebut terhadap kemandirian siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tiga guru tingkat sekolah dasar serta dokumentasi sebagai
data pendukung. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pendekatan visual seperti gambar, video, dan demonstrasi, serta pembiasaan rutin seperti
membawa bekal sehat dan senam bersama efektif membentuk kebiasaan hidup sehat siswa tunarungu. Lingkungan
sekolah yang inklusif dan keterlibatan orang tua memperkuat keberhasilan program ini. Namun, konsistensi
perilaku sehat di luar sekolah masih menjadi tantangan. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan yang adaptif dan
berkelanjutan dapat meningkatkan pemahaman serta kemandirian anak tunarungu dalam menjaga kesehatannya
secara mandiri.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.