Peran Transformasi Digital dalam Industri Perikanan Berkelanjutan yang Berbasis Blue Economy di Desa Tlogoweru
Abstract
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi dan strategi usaha yang tepat untuk perikanan berkelanjutan di Desa Tlogoweru yang mengadopsi konsep Blue Economy. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan naratif untuk memperoleh data terkait strategi perikanan berkelanjutan yang sesuai konsep Blue Economy yang dapat dikembangkan pada objek penelitian. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pembangunan yang berbasis ekonomi biru akan berhasil bila pemerintah pusat dan pemerintah daerah saling berkomitmen, berpihak, dan berani serta tegas dalam memberikan aksi nyata sebagai wujud dukungan pembangunan secara menyeluruh, maka arah program kebijakan harus bersifat inovatif dan kreatif. Perkembangan tekhnologi harus direspon secara cepat, karena tekhnologi dapat mengubah cara berfikir masyarakat terutama untuk petani ikan. Tekhnologi dapat mempengaruhi aktivitas mereka mulai dari pembibitan, budidaya, panen hingga pasca panen dengan membuat olahan produk yang semakin beragam. Pemanfaatan tekhnologi digital dapat membantu usaha perikanan yang berbasis konsep blue economy berkelanjutan, mengolah semua sumberdaya perikanan yang dimiliki untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat tanpa merusak ekosistem yang sudah ada (Prasutiyon, 2018). Peran tekhnologi untuk dapat berjalan berdampingan untuk menjawab tantangan blue economy tersebut. Adanya transformasi digital dapat menjadi jembatan bagi pemilik usaha (stakeholder) dengan pasar sebagai konsumen (customer), mereka akan saling berhubungan secara efisen dalam memenuhi pasokan rantai produksi kebutuhan pasar. Inovasi dalam transformasi digital harus terus dilakukan dan didukung ketarampilan dari sumber daya manusianya untuk meningkatkan daya saing dan membuka akses pasar seluas-luasnya.
Full Text:
PDFReferences
Bhattacharya, P. and Dash, A. K. (2020) ‘Drivers of Blue Economy in Asia and Pacific Island Countries: An Empirical Investigation of Tourism and Fisheries Sectors’, ADBI Working Paper, (1161), pp. 1–22.
Christiansen, J. (2021) ‘Fixing fictions through blended finance: The entrepreneurial ensemble and risk interpretation in the Blue Economy’, Geoforum. Elsevier Ltd, 120(February 2020), pp. 93–102. doi: 10.1016/j.geoforum.2021.01.013.
Ihsan, Y. N. (no date) ‘TRANSFORMASI ERA BARU DALAM USAHA’.
Jamaludin, R., Liang, L. S. and Mohtar, S. (2014) ‘The Blue Economy : Concept and a Feasibility’, 4th International Conference on Technology and Operations Management, pp. 517–526.
Jones, A. and Navarro, C. (2018) ‘Events and the blue economy: Sailing events as alternative pathways for tourism futures – the case of Malta’, International Journal of Event and Festival Management, 9(2), pp. 204–222. doi: 10.1108/IJEFM-09-2017-0055.
Lee, K. H., Noh, J. and Khim, J. S. (2020) ‘The Blue Economy and the United Nations’ sustainable development goals: Challenges and opportunities’, Environment International. Elsevier, 137(October 2019), p. 105528. doi: 10.1016/j.envint.2020.105528.
Martínez-Vázquez, R. M., Milán-García, J. and de Pablo Valenciano, J. (2021) ‘Challenges of the Blue Economy: evidence and research trends’, Environmental Sciences Europe. Springer Berlin Heidelberg, 33(1), pp. 1–17. doi: 10.1186/s12302-021-00502-1.
Nurhayati, S. and Putri, F. hutami (2013) ‘Blue and Economy Policy and Their Impact To Indonesian Community Welfare’, Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 12, pp. 37–42.
Prasutiyon, H. (2018) ‘Paper review konsep ekonomi biru ( sebuah potret : indonesia bukanlah jakarta ) ( paper review the concept of blue economy ( a portrait : indonesia is not Jakarta)’, Ekonomika, 11, pp. 87–92. Available at: https://lldikti7.ristekdikti.go.id/uploadjurnal/4_EkonomikaV11No2Des2018.pdf.
Prayuda, R., Sary, D. V. and Riau, U. I. (2019) ‘STRATEGI INDONESIA DALAM IMPLEMENTASI KONSEP BLUE ECONOMY TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN a’, Indonesian Journal of International Relations, 3(2), pp. 46–64.
prof. dr. sugiyono (2011) ‘prof. dr. sugiyono, metode penelitian kuantitatif kualitatif dan r&d. intro ( PDFDrive ).pdf’, Bandung Alf, p. 143.
Rani, F. and Cahyasari, W. (2015) ‘Motivasi Indonesia Dalam Menerapkan Model Kebijakan Blue Economy Masa Pemerintahan Joko Widodo’, Jurnal Transnasional, 7(1), pp. 1914–1928.
Saefuddin, A. (2015) ‘Perguruan Tinggi, Peran Pemerintah Dan Pengembangan Blue Economy’, RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN: Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan, 1(3), p. 135. doi: 10.20957/jkebijakan.v1i3.10289.
Saksono, H. (2013) ‘Ekonomi Biru: Solusi Pembangunan Daerah Berciri Kepulauan Studi Kasus Kabupaten Kepulauan Anambas’, Jurnal Bina Praja, 05(01), pp. 01–12. doi: 10.21787/jbp.05.2013.01-12.
Wiratma, H. D. and Nurgiyanti, T. (2019) ‘Pembangunan Pariwisata Kulon Progo Melalui Konsep Green Economy dan Blue Economy’, Nation State Journal of International Studies, 2(2), pp. 161–172. doi: 10.24076/nsjis.2019v2i2.164.
Zamroni, A. et al. (2019) ‘PELUANG PENERAPAN KONSEP BLUE ECONOMY PADA USAHA PERIKANAN DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Prospects of the Implementation of Blue Economy Concept on An opportunity Fisheries Bussiness in East Lombok District’, Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 4(2), pp. 39–44. Available at: http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/mra/article/view/7388.
Refbacks
- There are currently no refbacks.


