(SAKU) Sistem Akuntansi UMKM: Model Cloud Accounting System Sederhana sebagai Strategi Optimalisasi Pengembangan Desa Preneur
Abstract
Desa preneur menjadi fokus perhatian pembangunan desa berkelanjutan oleh pemerintah daerah di Indonesia belakangan ini. Namun dalam implementasinya masih banyak kendala dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat desa khususnya dalam pengelolaan keuangan UMKM mengingat kualitas sumber daya manusia di desa masih rendah dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Desa Preneur Ngalang Lumintu merupakan salah satu desa di Yogyakarta yang sudah menerapkan konsep desa preneur dengan mengembangkan berbagai program dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui digitalisasi ekonomi desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi pengembangan Desa Preneur Ngalang Lumintu khususnya bagian pengelolaan keuangan UMKM serta mengonsep strategi optimalisasi pengelolaan sistem akuntansi berbasis cloud. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model studi kasus. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu implementasi desa preneur sejauh ini masih belum berjalan secara optimal dikarenakan beberapa faktor seperti sumber daya manusia yang kurang kompeten serta kesadaran literasi yang rendah. Rekomendasi yang dapat diberikan oleh peneliti yakni dibentuknya sistem akuntansi sederhana dengan model Cloud Accounting System sebagai upaya untuk mendukung pengembangan Desa Preneur Ngalang Lumintu serta memperbaiki manajemen keuangannya. Harapannya dengan pengembangan sistem tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas sistem keuangan pada Desa Preneur Ngalang Lumintu secara berkelanjutan.
Full Text:
PDFReferences
Bean, L. (2010). Cloud computing: Retro revival or the new paradigm? Journal of Corporate Accounting & Finance, 21(5), 9–14. https://doi.org/10.1002/jcaf.20605.
Dimitriu, O. and Matei, M. (2015). Cloud accounting: a new business model in a challenging context. Procedia Economics and Finance, 32, pp.665-671.
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (2020). UMKM Bangkit, Ekonomi Indonesia Terungkit. [Daring] Kemenkeu.go.id. URL: djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/13317/UMKM- Bangkit-Ekonomi-Indonesia-Terungkit.html. Diakses pada 10 Maret 2022.
Hamidah, Q.R., Sejati, A.T.P. and Mujahidah, A.Z., (2019). The Development of Small and Medium Businesses (MSMEs) Based on Technology to Deal with The Industrial Revolution 4.0. In Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Vol. 2, No. 1, pp. 345-349).Khanom, T. 2017. Cloud Accounting: A Theoretical Overview. IOSR Journal of Business and Management, 19(06), 31–38. https://doi.org/10.9790/487X-
Ionescu, B., Ionescu, I., Tudoran, L., & Bendovschi, A. (2013). Traditional accounting vs. Cloud accounting. In Proceedings of the 8th International Conference Accounting and Management Information Systems, AMIS (pp. 106-125).
Lestari, R. I., Santoso, D., & Indarto, I. (2021). Meningkatkan literasi keuangan digital pada pelaku UMKM melalui sosialisasi gerakan nasional non-tunai. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 4(3), 378-390.
Moleong, Lexy J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung:Remaja Rosdakarya Mulyadi. (2016). “Sistem Akuntansi”. Edisi Keempat. Jakarta: Salemba Empat.
Nasution, S. (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung:Tarsito.
Sarfiah, S.N., Atmaja, H.E. and Verawati, D. M. (2019). UMKM sebagai pilar membangun ekonomi bangsa. Jurnal REP (Riset Ekonomi Pembangunan), 4(2), pp.137-146.
Setiawan, A., Praptiningsih, P., & Matondang, N. (2020). Studi Literatur tentang Cloud Accounting. EQUITY, 23(2), 189-200.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: CV Alfabeta. Sunarsi, D., (2020). Implikasi Digitalisasi Umkm. Digitalisasi UMKM, 57.
Supriyati. (2012). Metodologi Penelitian.Bandung: Labkat press.
Refbacks
- There are currently no refbacks.


