Eksistensi Jamu Tradisional di Era Modernisasi Pasca Pandemi Covid-19

Alim Dhisa Istiqomah, Ade Ayu Putri Dewanti, Tomy Rizky Izzalqurny, Rizky Firmansyah

Abstract


Kemunculan pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu membuat masyarakat semakin peduli terhadap kesehatannya. Salah satu bentuk untuk menjaga kesehatan yang dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat. Rempah dipilih karena harganya cenderung murah, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, serta mudah untuk didapatkan. Olahan rempah yang umum dikenal masyarakat Indonesia yaitu jamu. Menjaga eksistensi jamu tradisional di era modernisasi apalagi pasca pandemi Covid-19 sangatlah penting agar masyarakat yang mulai beralih mengkonsumsi jamu akibat adanya pandemi Covid-19 tidak hanya sebatas fenomena sekilas saja. Hal ini dikarenakan jamu tradisional merupakan hasil warisan turun-temurun bangsa Indonesia yang harus dijaga kelestariannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan melalui analisis aspek keuangannya berdasarkan payback period, profitability index, net present value, internal rate of return. Sedangkan, metode kuantitatifnya menganalisis terkait aspek pasar dan pemasaran, teknik dan teknologi, yuridis, serta lingkungan untuk menjawab tujuan penelitian yang dibutuhkan. Usaha produksi jamu tradisional “Handmade” dapat dikatakan layak berdasarkan pada beberapa aspek misalnya seperti, aspek pasar dan pemasaran, aspek keuangan, dan aspek teknik dan teknologi.


Full Text:

PDF

References


Arrafi, M. J., Zakiyah, & Purnomo, A. (2020). Analisis Strategi Pengembangan Usaha Jamu Tradisional Melalui Segmentasi Pasar Online Berdasarkan Prinsip Ekonomi Syariah. Repository Universitas Islam Kalimantan, 1–12.

Elwisam, E., & Lestari, R. (2019). Penerapan Strategi Pemasaran, Inovasi Produk Kreatif Dan Orientasi Pasar Untuk Meningkatkan Kinerja Pemasaran Umkm. Jurnal Riset Manajemen Dan Bisnis (JRMB) Fakultas Ekonomi UNIAT, 4(2), 277–286. https://doi.org/10.36226/jrmb.v4i2.265

Kusumo, A. R., Wiyoga, F. Y., Perdana, H. P., Khairunnisa, I., Suhandi, R. I., & Prastika, S. S. (2020). Jamu Tradisional Indonesia: Tingkatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Selama Pandemi. Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services), 4(2), 465. https://doi.org/10.20473/jlm.v4i2.2020.465-471

Muliasari, H., Ananto, A. D., & Andayani, Y. (2019). Inovasi Dan Peningkatan Mutu Produk Jamu Pada Perajin Jamu Gendong Di Kota Mataram. Prosiding PEPADU, 1(September), 72–77.

Munica, R. D., Ulya, M., & Fakhry, M. (2017). Analisis Strategi Pengembangan Industri Jamu Tradisional Di Kabupaten Bangkalan - Madura. Agrointek, 11(2), 84. https://doi.org/10.21107/agrointek.v11i2.3057

Prihapsara, F., & Artanti, A. N. (2016). Inovasi jamu dalam kemasan siap minum sebagai upaya meningkatkan pola konsumsi jamu dan pemberdayaan masyarakat di kecamatan jaten. Seminar NAsiaonal Dan Gelar Produk, 24–33.

Rachman, T. (2018). 済無No Title No Title No Title. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 1, 10–27.

Sama’ Iradat Tito, Muhammad Ma’ruf, Arina Roikhana, Lailatul Maghfirah, S., & Setiawati, Zuhrotul Chumairoh, Nur Mufida, D. H. (2021). Pengolahan Jamu Tradisional Sebagai Minuman Peningkat Imunitas Tubuh. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 167–174.

Susilowati, N. (2020). Produktivitas Jamu Pada Masyarakat Argomulyo Di Masa Pandemi. Jurnal Ekonomi Dan Pendidikan, 17(2), 60–69. https://doi.org/10.21831/jep.v17i2.34319

Syafi’i, I. (2019). Pemasaran Jamu Menggunakan Kemasan Praktis Siap Minum Dengan Branding Tren Masa Kini. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 1(1), 35. https://doi.org/10.33474/jp2m.v1i1.5006


Refbacks

  • There are currently no refbacks.