ANALISIS NILAI – NILAI KEARIFAN LOKAL KESENIAN REOG BULKIYO SEBAGAI PEMBELAJARAN SOSIAL BUDAYA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IX

Indah Purnama Sari, Luluk Mufarohah

Abstract


AbstrakIndonesia terkenal memiliki keragaman budaya yang tidak terbatas. Kesenianmenjadi salah satu identitas suatu kelompok, yang diakui sebagi wujud kebudayaan.Kesenian di Indonesia di klasifikasikan tiap-tiap daerah. Hampir semua daerah yangada di Indonesia memiliki lebih dari satu kesenian. Salah satunya di Blitar,meskipun tergolong daerah kecil tetapi Blitar terkenal dengan potensi kesenianyang beragam. Reyog Bulkiyo merupakan salah satu kesenian yang dimiliki olehDesa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Reyog Bulkiyo ditetapkanmelalui sidang Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Dirjen KebudayaanKementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia padatahun 2019 sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Dalam pengumpulandata, penulis melakukan observasi, wawancara, dan studi literatur. Teknik tersebutdilakukan semata-mata untuk mencari data terakurat. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui nilai – nilai kearifan lokal kesenian reog bulkiyo sebagai pembelajaran sosial budaya pada mata pelajaran ips kelas IX. Hasil penelitian ini menunjukanbahwa nilai-nilai kearifan yang terkandung dalam kesenian reyog Bulkio dapatdigunakan untuk mengembangkan materi perubahan kehidupan arus globalisasiuntuk memperkokoh kehidupan kebangsaan pada mata pelajaran kelas IX, lebihtepatnya pada materi pokok upaya menghadapi globalisasi untuk memperkokohkehidupan kebangsaan. Melalui penanaman nilai-nilai nasionalisme, hiburan,kebersamaan, kerukunan, dan keberanian.Kata KunciKesenian Daerah, Reyog Bulkiyo, Nilai Kearifan

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Andri, K. (2008). Perencanaan Sistem Informasi dan Komunikasi. Yogyakarta:

Gaya Media.

Firaldli, Aldri, & Embi, M. A. (2011). Pengarh Budaya Kerja etnik terhadap

Budaya Kerja Keberanian dan Kearifan PNS dalam Pelayanan Publik yang

Prima (Studi Pada Pemerintahan Kabupaten Pasaman barat)). Banten: Lab

-Ane Fisip UNTIRTA.

Firmansyah, A. ((2018)). Perilaku Konsumen (Sikap dan Pemasaran). Yogyakarta:

Deepublish.

Husaini , U. (2009). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.

Lusianti, L. P., & Rani, f. (2012). Model Diplomasi Indonesia Terhadap UNESCO

dalam Mematenkan Batik Sebagai Warisan Budaya Indonesia . Jurnal

Transnasional Vol.3 (2).

Mendri, N. K., & Prayogi, A. S. (2016). Asuhan Keperawatan Pada Anak sakit dan

Bayi Resiko Tinggi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Miles, M., & Huberman, A. (2007). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber tentang

Metode-Metode Baru Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohisi. Jakarta:

Universitas Indonesia.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R & D. Bandung:

Alfa Beta.

Sukmadinata, N. (2011). Metode Penelitian Pendidikan . Bandung: Remaja

Rosadakarya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.