ANALISIS NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DARI WAYANG TIMPLONG DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN KARAKTER

Ardhina Nadhianty, Alvia Arifta Arifin

Abstract


Abstrak
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki berbagai budaya, dan terdapat
nilai – nilai kearifan lokal yang dikandung dalam budaya tersebut. Nilai – nilai
kearifan lokal tersebut dapat dianalisis dalam perspektif pendidikan karakter, dan
dapat digunakan sebagai pembelajaran terhadap karakter bangsa yang sudah mulai
pudar. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan mengenai konsep pendidikan
karakter dan menganalisis nilai – nilai kearifan lokal dari Wayang Timplong dalam
perspektif pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
studi kepustakaan (library research). Data dalam penelitian ini diperoleh dari
sumber – sumber berupa artikel, buku, dan jurnal yang relevan dengan topik yang
sedang dibahas. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa pendidikan karakter
merupakan upaya untuk membentuk individu agar berkepribadian baik dan dapat
memutuskan sesuatu yang dianggap benar atau salah. Selanjutnya, nilai kearifan
lokal dari Wayang Timplong yang dikaji dalam perspektif pendidikan karakter
terdapat nilai religius, kreatif, dan toleransi.
Kata Kunci
Pendidikan karakter, Wayang Timplong, Kearifan Lokal


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Afandi, Rifki. 2011. Integrasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran IPS di

Sekolah Dasar. Jurnal Pedagogia. 1 (1) : 85-98

Aulia, Listya Rani. 2016. Implementasi Nilai Religius dalam Pendidikan Karakter

bagi Peserta Ddidik di Sekolah Dasar Juara Yogyakarta. Jurnal

Kebijakan Pendidikan. 3 (5): 314-323

Cahyorini, Bellanida Wahyu dan Fajar Surya Hutama. 2016. Analisis Kebudayaan

Wayang Timplong dan Tari Mungdhe sebagai Potensi dan Identitas

Budaya Masyarakat Kabupaten Nganjuk. Seminar Nasional Pendidikan.

Vol1

Dewi, Eva M.P, dkk. 2018. Tantangan Pendidikan di Era Disruptif: Ujian Online

Berbasis Smartphone dengan Pengembangan Aplikasi xSIA. Jurnal

Psikologi. 4 (1)

Geertz, C. 1992. Tafsir Kebudayaan (Refleksi Budaya). Yogyakarta : Kanisius.

Kasali, R. 2017. Disruption “Tak Ada yang Tak Bisa Diubah Sebelum Dihadapi.

Motivasi Saja Tidak Cukup”. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Lickona, Thomas. 1991. Educating for Character: How Our School Can Teach

Respect and Responsibility. New York: Bantam Books

Muhammad, Kristiawan. 2015. Telaah Revolusi Mental dan Pendidikan

Karakter dalam Pembentukkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang

Pandai dan Berakhlak Mulia. Jurnal Ta’dib. 14 (25)

Mulyasa. 2013. Manajemen Pendidikan Karakter. Bandung: Bumi Aksara

Mulyono, Sri. 1989. Wayang, Asal-usul, Filsafat, dan Masa Depannya. Jakarta: CV

Haji Masagung.

Nurgiyantoro, Burhan. 2011. Wayang dan Pengembangan Karakter Bangsa. Jurnal

Pendidikan Karakter. 1 (1)

Priyatna, Muhamad. 2016. Pendidikan Karakter Berbasis KearifanLokal. Jurnal

Edukasi Islami Jurnal Pendidikan Islam .Vol 5

Samani, M., & Hariyanto. 2013. Konsep dan Model Pendidikan Karakter.

Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sudrajat, Ajat. 2011. Mengapa Pendidikan Karakter?. Jurnal Pendidikan Karakter.

(1)

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : PT

Remaja Rosdakarya.

Wibowo, Anjar Mukti dan Prisqa Putra Ardany. 2015. Sejarah Kesenian Wayang

Timplong Kabupaten Nganjuk. Jurnal Agastya. 5 (2)

Yunus, Rasid. 2013. Transformasi Nilai - Nilai Budaya Lokal sebagai Upaya

Pembangunan Karakter Bangsa (Penelitian Studi Kasus Budaya Huyula di

Kota Gorontalo). Jurnal Penelitian Pendidikan. 14 (1): 65-77

Zubaedi. 2011. Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam

Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.