CLO3D SEBAGAI ALAT BANTU R&D PRODUK FESYEN SETELAH PANDEMI

Susi Hartanto

Abstract


Kemajuan teknologi mengubah banyak proses bisnis fesyen (R&D, produksi, pemasaran, penjualan, dan sebagainya) dari yang sebelumnya manual ke arah digital. Pandemi juga mempercepat perubahan ini, terbukti dengan banyaknya peragaan busana digital, penjualan live streaming, dan sebagainya. Pandemi juga mengakibatkan perubahan cara kerja semua orang dari yang sebelumnya bekerja di kantor menjadi bekerja dari rumah, termasuk juga para desainer fesyen. Pandemi mengakibatkan banyak bisnis bangkrut atau dalam kondisi kritis, termasuk bisnis fesyen, sehingga perusahaan atau pemilik bisnis yang masih memilih untuk bertahan biasanya dalam kondisi keuangan yang terbatas dan harus memikirkan cara menjalankan bisnis dengan metode baru yang lebih efisien. Penelitian ini bekerja sama dengan brand pakaian Indonesia kategori UKM. Penelitian ini fokus pada area R&D fesyen dengan memanfaatkan Clo3D sebagai alat bantu. Clo3D adalah software yang bisa menghasilkan tampilan avatar 3D realistis dari pola pakaian 2D. Metode ini dipandang berguna di masa pandemi, dimana tidak perlu ada kontak fisik untuk sample fitting dengan model (bisa menggunakan avatar), proses pola yang digital lebih efisien dan hemat biaya (dimana UKM sedang dalam masa efisiensi). Penelitian ini bertujuan: 1) menghasilkan pola siap pakai dengan metode Clo3D; 2) memberikan rekomendasi umum bagi brand fesyen mengenai proses R&D setelah pandemi; 3) memberikan rekomendasi umum bagi akademisi fesyen mengenai konten pembelajaran setelah pandemi. Diharapkan penelitian ini bisa memberikan wawasan baru terhadap proses R&D yang lebih efisien bagi semua pihak yang terlibat.

Full Text:

PDF

References


Business of Fashion and McKinsey&Company. (2020). The State of Fashion 2020 - Coronavirus Update https://www.mckinsey.com/~/media/mckinsey/industries/retail/our%20insights/its%20time%20to%20rewire% 20the%20fashion%20system%20state%20of%20fashion%20coronavirus%20update/the-state-of-fashion-2020-coronavirus-update-vf.ashx

Kalbaska, N., & Cantoni, L. (2019). Digital Fashion Competences: market practices and needs. In R. Rinaldi & R. Bandinelli (Eds). Business Models and ICT Technologies for the Fashion Supply Chain, 125-135. Springer, Cham

LinkedIn Learning. (2020). 2020 Workplace Learning Report https://learning.linkedin.com/content/dam/ me/learning/resources/pdfs/LinkedInLearning-2020-Workplace-Learning-Report.pdf

Li-qiang, D. O. N. G. (2014). On the Application of CLO3D in Fast Garment Pattern Design. Journal of Zhejiang Textile & Fashion Vocational College, (2), 10.

Nugroho, M. T. (2019). Industri Kreatif berbasis Budaya Peluang dan Tantangan di Era Industry 4.0. IENACO (Industrial Engineering National Conference) 7 2019.

Ronchetti, M., Nobile, T. H., Oliveira, N. K., & Cantoni, L. (2020). Digital Fashion Competences: Market Practices and Needs during Covid19.

Sousa, M. J., & Rocha, Á. (2019). Skills for disruptive digital business. Journal of Business Research, 94, 257–263


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

INDEXED LINK