Perancangan Buku Grafis Visual Kultur Malaysia “Malaysian Visual Culture”: Eksplorasi Identitas Budaya Malaysia

Mirafa Difa Fourtuna, Andreas Syah Pahlevi, Asmidah Alwi

Abstract


Globalisasi telah membawa masyarakat ke era dimana interaksi antarbudaya semakin intens dan kompleks. Kemampuan individu untuk beradaptasi, memahami dan memperluas wawasan mengenai berbagai identitas budaya menjadi kian penting. Melalui pemahaman yang mendalam, individu dapat bersikap terbuka, menghargai keberagaman budaya, dan menjadi agen perubahan yang berdaya tahan di tengah-tengah dinamika budaya global. Sebagai negara tetangga Indonesia, Malaysia memiliki keunikan dalam identitas budayanya yang patut untuk dipelajari bagi masyarakat Indonesia. Perancangan ini bertujuan untuk menyusun sebuah buku grafis yang memuat informasi mengenai aspek budaya Malaysia melalui lima subbab yakni Tembikar, Keris, Tekstil, Pakaian dan Rekreasi. Pengumpulan data perancangan kualitatif ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur yang dilakukan selama program pertukaran pelajar oleh penulis di Malaysia. Adapun model perancangan menggunakan metode Design Thinking oleh Gavin Ambrose dan Paul Harris yang terdiri dari tujuh tahap yakni Define, Research, Ideate, Prototype, Select, Implement dan Learn. Hasil perancangan media utama berupa buku grafis cetak "Malaysian Visual Culture" yang menyajikan informasi komprehensif dengan visual yang menarik. Selain media utama, terdapat media pendukung berupa keychain, stiker, poster, X-Banner, kaos, kalender, tote bag dan kartu pos.

Full Text:

PDF

References


Dussel, I. (2008). What can multiculturalism tell us about difference? The reception of multicultural discourses. In C. A. Grant, & J. L. Lei (Eds), Constructions of multicultural education: Theories and realities (s. 91-113). London: Lawrence Erlbaum Associates.

Gavin Ambrose and Paul Harris. (2009). Basics Design: Design Thinking. AVA Publishing.

Huijsmans, Twan & Harteveld, Eelco & van der Brug, Wouter & Lancee, Bram. (2021). Are cities ever more cosmopolitan? Studying trends in urban-rural divergence of cultural attitudes. Political Geography. 86. 102353. 10.1016/j.polgeo.2021.102353.

Leigh. (2000). The changing face of Malaysian crafts: Identity, industry and ingenuity. New York: Oxford University Press.

Manning, A.. (1998). Understanding Comics: The Invisible Art. Professional Communication, IEEE Transactions on. 41. 66-69. 10.1109/TPC.1998.661632.

Md Yusof, Noraini & Zeiny, Esmaeil. (2018). Reconstructing Multiculturalism in Malaysia through Visual Culture. Mediterranean Journal of Social Sciences. 8. 99-105. 10.2478/mjss-2018-0078.

Priyameet Kaur Keer Anand. Cross cultural diversity in today’s globalized Era. Journal of Human Resource Management. Special Issue: International Human Resource Management. Vol. 2, No. 6-1, 2014, pp. 12-16. doi: 10.11648/j.jhrm.s.2014020601.12

Pujiyanto., Hidajat, Robby., Anggriani, Swastika Dhesti., Aini, Aini., Shaari, Nazlina. (2021). The creativity of designing Batik Serumpun Melayu through Indonesian-Malaysian cultural acculturation. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 534. 54 - 60. ISSN 2352-5398

Roberson, C. A. (2008). Dimensions of quality and diversity in graphic novel collections. Retrieved from https://core.ac.uk/works/60764130/

Semiawan, C. R. (2010). Metode Penelitian Kualitatif Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya. Jakarta: Grasindo

Sidik, A., Mariana, A. R., & Anggraeny, A. R. (2018). Perancangan Sistem Informasi E-Recruitment Guru Studi Kasus di SMK Kusuma Bangsa. Jurnal Sisfotek Global, 8(1).

Sugiyono. (2013). Educational Research Methods Quantitative Approach, Qualitative, and R&D. Bandung: Alfabeta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

INDEXED LINK