Laro Bocah Sebagai Upaya Pemertahanan Kesenian Terbang Laro di Kabupaten Pasuruan

Dyah Ayu Catur Rini, Tri Wahyuningtyas

Abstract


Pertunjukan Laro Bocah diambil dari kata Laro pada Kesenian Terbang Laro yang memiliki arti menyalurkan maupun memberikan pengetahuan atau suri tauladan. Sementara itu bocah diambil dari bahasa Jawa yang memiliki arti anak-anak, dengan demikian Laro Bocah merupakan pertunjukan hasil rekonstruksi dari Kesenian Terbang Laro dimana kesenian ini menggunakan iringan musik hadrah/terbang, tari-tarian dan seni peran. Selain memiliki nilai keindahan kesenian ini juga memiliki nilai pembelajaran yang sangat berguna bagi kehidupan. Laro bocah merupakan suatu pertunjukan yang bertujuan untuk mempertahankan kesenian Terbang Laro, karena dalam perkembangannya kesenian ini mengalami kemunduran eksistensi untuk itu perlulah upaya untuk mempertahankan Kesenian Terbang Laro agar tidak hilang, salah satu cara yaitu dengan menciptakan pertunjukan Laro Bocah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya pemertahanan Pertunjukan Terbang Laro melalui Pertunjukan Laro Bocah dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta verifikasi data menggunakan trianggulasi sumber dan teknik. Hasil dari penelitian ini menghasilkan Laro Bocah sebagai upaya pemertahanan pertunjukan Terbang Laro (1) Rekonstruksi Pertunjukan Terbang Laro (2) Regenerasi melalui upaya pembinaan Laro Bocah.

Full Text:

PDF

References


N. N. Muslihah, R. Dewi, dan L. Puspitasari, “Pemertahanan Bahasa Sindang pada Masyarakat Kota Lubuklinggau,” KIBASP, vol. 2, no. 1, hlm. 106–118, Des 2018, doi: 10.31539/kibasp.v2i1.458.

Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABETA, CV, 2018.

F. A. D. Aprilina, “Rekonstruksi Tari Kuntulan Sebagai Salah Satu Identitas Kesenian Kabupaten Tegal,” Jurnal seni tari, vol. 3, no. 1, hlm. 8, 2014.

R. Hidajat, Seni Tari, 3 ed. Malang: Jurusan Seni & Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, 2008.

R. Hidajat, Kreativitas Koreografi. Malang: Surya Pena Gemilang, 2013.

Y. S. Hadi, Kajian Tari Teks dan Konteks, Cetakan 1. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher, 2007.

D. B. Syahroni dan C. Irawan, “Kesenian Glipang Rhodat Di Desa Nguter Kecamatan Pasirian Lumajang Jawa Timur Dalam Perspektif Etnomusikologis,” vol. 18, no. 2, 2022.

Supriyono, Pengetahuan Komposisi Tari, 1 ed. Malang: Bayumedia Publishing, 2011.

E. Elvandari, “Sistem Pewarisan Sebagai Upaya Pelestarian Seni Tradisi,” GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik, vol. 3, no. 1, hlm. 93–104, Apr 2020, doi: 10.26740/geter.v3n1.p93-104.

A. A. Suryanti, “Upaya Laboratorium Remo Surabaya (Lrs) Dalam Mempertahankan Eksistensi Tari Remo,” vol. 2, no. 12, 2019.

A. Wulansari dan H. Hartono, “Regenerasi Kesenian Kuda Lumping Di Paguyuban Langen Budi Setyo Utomo,” jst, vol. 10, no. 2, hlm. 185–196, Nov 2021, doi: 10.15294/jst.v10i2.46932.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

INDEXED LINK