Ornamen Dekorasi dan Unsur Singa Sebagai Simbol Identitas pada Odong-Odong di Alun-Alun Kota Malang
Abstract
Pada umumnya bentuk odong-odong terpaku pada karakter kartun, yang dijadikan sebagai magnet untuk membuat anak-anak tertarik untuk naik dan merasakan kesenangan. Namun, perubahan signifikan telah menghiasi industri odong-odong dengan pendekatan baru, di mana desainnya tidak lagi bergantung pada karakter kartun semata, melainkan berakar dari keragaman budaya Indonesia yang kaya. Perubahan dilakukan pembuat odong-odong dengan merombak desain yang semulanya terinspirasi dari karakter pada kartun menjadi terinspirasi dari keberagaman kebudayaan Indonesia. Salah satunya adalah odong-odong di alun-alun Kota Malang yang berbentuk singa, dengan ornamen-ornamen hiasan Nusantara. Singa sebagai hewan simbolik khas Malang digunakan sebagai ornamen utama pada salah satu odong-odong di alun-alun Kota Malang, untuk menunjukkan sebuah identitas pada salah satu fasilitas hiburan di Kota Malang. Tujuan penelitian ini untuk menunjukkan bahwa pelestarian kebudayaan masih nampak di tengah kehidupan masyarakat. Penelitian dalam penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan sebagai alat bantu untuk menunjukkan data yang diperoleh menjadi lebih objektif dan juga rinci. Dari penulisan artikel ini didapatkan hasil bahwa di Indonesia yang memiliki keberagaman kebudayaan, apresiasi terhadap kebudayaan masih sangat tinggi. Salah satunya adalah pembuat odong-odong yang melakukan sebuah inovasi agar masyarakat tertarik untuk menaiki odong-odong yang telah melalui proses kreatifitas yang luar biasa. Pentingnya mengintegrasikan elemen budaya dalam desain odong-odong menghasilkan kendaraan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga berperan sebagai agen pelestarian budaya di era modern. Tidak hanya menarik secara penampilan, bentuk odong-odong dengan keberagaman Nusantara juga menjadi wujud pelestarian kebudayaan. Dengan memadukan konsep kreatif dan berakar kebudayaan, odong-odong menggambarkan bagaimana penghargaan terhadap keberagaman Nusantara telah diwujudkan dalam bentuk yang menarik dan interaktif.
Kata Kunci: odong-odong, ornamen dekorasi, singa, simbolik
Full Text:
PDFReferences
A. E. N. Rizali, “Bentuk Dan Fungsi Odong-Odong Di Jakarta,” J. Dimens. Seni Rupa dan Desain, vol. 14, no. 1, pp. 1–14, 2017, doi: 10.25105/dim.v14i1.2324.
M. S. Zarkasi, “Perancangan Mainan ‘Odong-Odong’ Sebagai Media Edukasi Tradisi Lokal Untuk Anak Usia 1-5 Tahun,” Brikolase, vol. 4, no. 1, pp. 74–93, 2012, doi: 2087-0795.
S. Saat and S. Mania, Pengantar Metodologi Penelitian Panduan Bagi Peneliti Pemula. Makassar: Pusaka Almaida, 2020.
Siyoto and Sodik, Dasar Metodologi Pendidikan. Yogyakarta: Literasi Media Publishing, 2015.
E. P. Hendro, “Simbol: Arti, Fungsi, dan Implikasi Metodologisnya,” J. Ilm. Kaji. Antropol., vol. 3, no. 2, pp. 158–165, 2020, [Online]. Available: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/endogami/article/download/30640/17351
R. R. Ashari, “Hewan Singa Simbol Identitas Budaya Masyarakat Malang,” Kusa Lawa, vol. 1, no. 1, pp. 36–41, 2021, doi: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.01.05.
D. D. Siswanto, “Ornamen Geometris Sebagai Tema Penciptaan Karya Seni Grafis,” Universitas Sebelas Maret, 2017. [Online]. Available: https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/6059/MTY3NzA=/Ornamen-geometrissebagai-tema-penciptaan-karya-seni-grafis-abstrak.pdf
Refbacks
- There are currently no refbacks.
INDEXED LINK
