SENIMAN DAN NILAI ISI: Tinjauan Perspektif Ide dan Proses Kreativitas Joko Suroso berjudul “Setetes yang Tersinar ” Tahun 2022
Abstract
Seni merupakan bagian dari suatu kehidupan manusia, dimana dengan seni manusia dapat merasakan nilai keindahan dalam hidup sehingga seni terikat dengan nilai keindahan. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tokoh seniman yang banyak dan tersebar di seluruh di setiap provinsi, dengan berbagai ciri khas yang dimiliki sesuai dengan kearifan lokal di setiap daerahnya, salah satunya di Provinsi Jawa Timur khususnya Kota Malang. Diantara banyak pelukis Kota Malang yang cukup populer nama Joko Suroso sebagai salah satu seniman lukis dalam dunia.Penelitian ini mengkaji karya Joko Suroso yang dibuat sejak tahun 2022 untuk menganalisis gagasan atau ide yang mendasari konsep penciptaan karya, citra, kreativitas serta pemikiran Joko Suroso melalui karya-karyanya dapat ditinjau dari prespektif gagasan, makna, dan proses kreativitasnya. Pengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara dan pengamatan terhadap pelukis. Analisis datanya menggunakan teknik analisis deskriptif- kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui interview (wawancara) secara langsung dan secara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Joko Suroso merupakan salah satu tokoh seniman lukis kelahiran Malang tahun 1980. Joko Suroso sudah menekuni bidang melukis sejak Sekolah Menengah Pertama. Tokoh ini menjadi sosok pelukis yang menganut aliran surealisme pada karya-karya seninya. Joko Suroso selama menjadi seorang pelukis tentunya kerap mengikuti beberapa ajang pameran yaitu Pameran Cahaya dari Timur” di Cafe Sawah yang bertepat di Pujon Malang dan pameran di Gedung Brawijaya Pujon (Woejod). Salah satu karya lukisan terakhir dari Joko Suroso yaitu pada tahun 2022 yang berjudul “Setetes yang Tersinar” yang diciptakan berdasarkan ide terkait terciptanya manusia dan memiliki makna asal mula manusia atau barang setetes yang dipilih untuk diciptakan serta makna warna hijau yang ditonjolkan pada lukisan ini melambangkan rohani.
Kata Kunci: seni, karya, makna, ide, kreativitas
Full Text:
PDFReferences
I. W. A. Gunada, “Ajaran Agama Hindu Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Tradisional Bali,” Gorga J. Seni Rupa, vol. 9, no. 1, p. 158, 2020, doi: 10.24114/gr.v9i1.18492.
K. S. M. S. L. K. K. A. T. A. A. A. Hismanto and Y. Y. Sunarya, “Kajian Semiotika Makna Simbolik Lukisan Kuda Karya Agus Tbr a Semiotics Study on the Symbolic Meaning of Agus Tbr ’S Horse Painting,” Acep Iwan Saidi J. Seni Reka Ranc., vol. 4, no. 2, pp. 137–152, 2022.
P. Studi, P. Seni, F. Bahasa, U. N. Surabaya, I. N. Lodra, and M. Si, “PROSES KREATIF : BENTUK DAN MAKNA KARYA LUKIS JOKO PRAMONO TAHUN 2016-2018 Arya Widhyanto Abstrak,” 2018.
R. Sapari, “Interaksi Simbolik Dalam Tiga Lukisan Kaca Karya Haryadi Suadi,” J. Itenas Rekarupa FSRD Itenas , vol. 5, no. 2, pp. 107–114, 2019.
C. M. Zellatifanny and B. Mudjiyanto, “TIPE PENELITIAN DESKRIPSI DALAM ILMU KOMUNIKASI,” vol. 1, no. 2, pp. 83–90, 2018.
I. K. F. Setiawan, I. M. B. Yudha, and I. W. Karja, “DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS,” vol. 1, no. 1, pp. 53–64, 2021.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
INDEXED LINK
