PENGEMBANGAN APLIKASI WAYANG BEBER YANG BERORIENTASI PADA STUDENT WELLBEING UNTUK MENGATASI LEARNING LOSS DI SMKN 2 DONOROJO
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan proses pengembangan Aplikasi Wayang Beber yang berorientasi pada student wellbeing untuk mengatasi learning loss di SMKN 2 Donorojo. Dengan terjadinya pandemi Covid-19 ancaman terbesar dalam dunia Pendidikan adalah terjadinya learning loss, tidak terkecuali di SMK. Untuk itu guru dalam menyelenggarakan pembelajaran idealnya perlu berinovasi agar masalah tersebut dapat tertatasi, salah satu caranya yaitu membuat media pembelajaran yang efektif. Menjawab keperluan media pembelajaran yang dapat mengatasi learning loss namun tetap berorientasi pada student wellbeing maka peneliti membuat inovasi media pembelajaran berupa aplikasi android yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa yaitu Aplikasi “WAYANG BEBER” (WAhana menYenANGkan dalam BElajar, BErkarya dan BerwiRausaha). Penelitian ini menggunakan metode Research and Development, dengan alur tahap penelitian awal, pengembangan dan validasi. Penelitian ini mengambil lokasi di SMK Negeri 2 Donorojo, dengan populasi siswa dengan kompetensi keahlian Akuntansi dan keuangan lembaga serta mengambil sampel kelas X Akuntansi Keuangan Lembaga 2. Hasil penelitian ini antara lain : 1) dengan menggunakan aplikasi android Wayang Beber mampu meningkatkan kompetensi Akademik sebanyak 84,5%, 2) Kuantitas produk pembelajaran mengalami pengingkatan sejumlah 42, 8%, 3)Kompetensi Kewirausahaan menunjukkan peningkatan sebanyak 90 %. 4) Impelementasi Aplikasi Wayang Beber ini memberikan dampak positif bagi siswa diantaranya: a)pembelajaran terlaksana secara berdiferensiasi sesuai dengan karakteristik gaya belajar siswa, b) siswa dapat menggunakan platform digital untuk pembelajaran dengan mudah, c) hasil karya seni dapat dimanfaatkan secara komersial, d) siswa dapt memanfaatkan e-commerce secara produktif, e) siswa dapat mengasah kemampuan literasi dan numerasi, serta menyelesaikan pekerjaan secara prosuderal sesuai tahapan-tahapan yang telah diseapakati serta rangkaian kegiatan yang harus dilalui.
Kata kunci : Learning Loss, Diferensiasi, Pembelajaran Efektif, Student WellbeingFull Text:
PDFReferences
Djojonegoro, Wardiman. 1998. Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Jakarta: Jayakarta Agung Offset.
Husni, M. (2018). Diferensiasi Peserta Didik Dalam Kebersamaan Di Kelas Inklusif (Sekolah Garasi Turen Malang). Annual Conference For Muslim Scholars, April, 479–488
Iryanti V. Eny Dan M. Jazuli (2001). Mempertimbangkan Konsep Pendidikan Seni (Considering The Concept Of Art Education), Harmonia Jurnal Pengetahuan Dan Pemikiran Seni, Vol.2 No.2/Mei-Agustus 2001
Jazuli, Prof. Dr. M,Hum. (2008). Paradigma Kontekstual Pendidikan Seni , Penerbit Unesa University Press, Semarang
Muhammad Uzer Usman. (2007). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Pt. Remaja Rosda Karya. Bandung
Rohidi. Tjetjep Rohendi. (2016). Pendidikan Seni Isu Dan Paradigma. Semarang: Cipta Prima Nusantara.
Suwartiningsih, 2021. Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ipa Pokok Bahasan Tanah Dan Keberlangsungan Kehidupan Di Kelas IXb Semester Genap Smpn 4 Monta Tahun Pelajaran 2020/2021. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Indonesia (Jppi) P-Issn: 2797-2879, E-Issn: 2797-2860 Volume 1, Nomor 2, 2021, Hal. 80-94
Tomlinson, C. A. (2001). How To Differentiate Instruction In Mixed-Ability Classrooms. Ascd. Tomlinson. (Modul 2.1 PGP, 2020)
Wisman Hadi ,Elly Prihasti Wuriyani , Achmad Yuhdi, Dan Reny Agustina. (2022). Desain Pembelajaran Diferensiasi Bermuatan Problem Based Learning (Pbl) Mendukung Critical Thinking Skill Siswa Pada Era Kenormalan Baru Pascapandemi Covid-19. Basastra: Jurnal Kajian Bahasa Dan Sastra Indonesia Volume 11, No.1-2022
Refbacks
- There are currently no refbacks.
INDEXED LINK
