Produksi Batik Ecoprint sebagai Alternatif Peningkatan Kesejahteraan Warga Sanan
Abstract
Kampung Sanan terletak di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Mayoritas penduduknya menekuni bisnis kripik tempe sebagai sumber pendapatan utama. Berdasar data tercatat, masyarakat sudah dikategorikan sejahtera, namun belum merata. Masih ada penduduk yang belum sejahtera. Salah satu upaya untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat adalah dengan pelatihan pembuatan batik ecoprint. Salah satu pertimbangan memilih pelatihan ecoprint adalah karena ecoprint memiliki pasar yang menjanjikan, dan dapat menghasilkan berbagai variasi produk yang berkualitas. Pelatihan menggunakan metode drill, enam kali tatap muka, dan tiga kali latihan secara mandiri, serta tiga kali dilakukan evaluasi untuk melihat ketercapaian pada tiap tahapan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini souvenir kecil pendukung wisata edukasi Kampung Sanan. Produk hasil pelatihan berupa tempat tisu kotak, dompet tempat alat tulis atau tempat alat-alat makeup, serta totebag. Semua dilengkapi alamat instalgram Kampung Wisata Sanan @sanan, serta tulisan ”Sanan Tujuan Wisata Edukasi”.
Kata kunci: alam, ecoprint, kreatif, ekonomi
Full Text:
PDFReferences
L. Mulyadi and A. M. Nugroho, Perencanaan dan Perancangan Kawasan Sentra Industri Keripik Tempe Kampung Sanan Sebagai Derah Wisata di Kota Malang. 2018.
I. R. Salma and S. Ristiani, “WARNA MERAH DALAM ECOPRINT : ARTI PENTING DALAM BUDAYA DAN USAHA-USAHA UNTUK MEMPEROLEH WARNA MERAH YANG CEMERLANG Red Color in Ecoprint : Importance in Culture and Efforts to Obtain Bright and Quality,” Pros. Semin. Nas. Ind. Kerajinan dan Batik, pp. 1–18, 2021.
I. Ratnawati and A. M. Wisesa, Natural Coloring Batik and Artistic to Support Temas Kampong of Batu as Batik. Atlantis Press SARL. doi: 10.2991/978-2-38476-038-1.
Vidya Kharishma and Ulfa Septiana, “Vidya Kharishma PELATIHAN TEKNIK ECOPRINT UNTUK GURU PAUD,” Pros. Seni, Teknol. Dan Masy., vol. 2, pp. 183–187, 2020, doi: 10.33153/semhas.v2i0.119.
Nining Irianingsih, Yuk Membuat Eco Print: Motif kain dari Daun dan Bunga. Jakarta, 2018.
N. C. Azelia and A. S. Patria, “Perancangan Identitas Visual UMKM Ecoprint Girly Lestari di Surabaya,” J. SASAK Desain Vis. dan Komun., vol. 4, no. 2, pp. 93–103, 2022, doi: 10.30812/sasak.v4i2.2121.
A. R. Hikmah and D. Retnasari, “Ecoprint Sebagai Alternatif Peluang Usaha Fashion Yang Ramah Lingkungan,” Univ. Negeri Yogyakarta, vol. 6, no. 1, pp. 1–5, 2021.
D. P. Sedjati and V. T. Sari, “Mix Teknik Ecoprint Dan Teknik Batik Berbahan Warna Tumbuhan Dalam Penciptaan Karya Seni Tekstil,” Corak, vol. 8, no. 1, pp. 1–11, 2019, doi: 10.24821/corak.v8i1.2686.
A. D. Asmara and S. Meilani, “Penerapan Teknik Ecoprint pada Dedaunan,” J. Pengabdi. Seni, vol. 1, no. 2, pp. 16–26, 2020.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
INDEXED LINK
