Analisis Warna Kuning Pada Tempat Makan Ayam Kisanak Sumbersari–Kota Malang

Lintang Bilkis Bilkis, Tiara Ayu Regita Wulandari, Ulva Ni’amah Ni’amah, Sumarwahyudi Sumarwahyudi

Abstract


Ayam Kisanak merupakan salah satu usaha tempat makan cepat saji yang berada di Malang lebih tepatnya area sekitar belakang kampus Universitas Negeri Malang. Tempat makan Kisanak mayoritas berwarna kuning. Berbeda dengan tempat makan cepat saji pada umumnya memiliki ciri menggunakan warna merah. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui filosofi di balik tempat makan Kisanak yang menggunakan warna kuning sebagai ciri khas produknya. Pemilhan warna pada suatu tempat makan, berpengaruh pada jenis dan karakter dari produk tersebut. Sebagus apapun produknya, jika warnanya tidak sesuai dengan citra produk maka produk tersebut dianggap gagal dalam hal keserasian estetika. Warna memaikan peran yang penting dalam suatu produk, hal tersebut sebagai penentu ketertarikan konsumen pada produk tersebut. Oleh sebab itu, produsen harus memikirkan dengan matang-matang rancangan produknya, apakah bisa diterima dan dinikmati oleh khalaya umum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang berlandaskan studi literatur, wawancara, observasi, komparatif, dan lewat kuesioner. Tempat makan Kisanak, memiliki warna yang berbeda dari tempat makan cepat saji pada umumnya yaitu warna kuning, yang mana umumnya menggunakan warna merah sebagai ciri khas tempat makannya. Hal ini benar adanya dari wawancara dengan Bapak Joko Kris pemilik tempat makan Kisanak bahwa beliau memilih warna kuning sebagai pembeda atau ciri khas tempat makan miliknya sebagai menarik perhatian konsumen.  Pemilihan warna tersebut dibantu oleh sahabat beliau yaitu Baoak Andreass selaku dosen Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Namun, Kisanak mengkombinasikan dengan warna putih sebagai arti kebersihan dan kesucian sebagai lambang higienis. Warna kuning sendiri menunjukan kepribadian menyenangkan, ceria, riang, kejayaan dan bahagia.

Kata Kunci: Kisanak, Cepat Saji, Warna Kuning


Full Text:

PDF

References


M. Warna and W. Karja, “P R O S I D I N G BALI-DWIPANTARA WASKITA (Seminar Nasional Republik Seni Nusantara),” pp. 110–116, 2021, [Online]. Available: https://en.wikipedia.org/

M. Monica and L. C. Luzar, “Efek Warna dalam Dunia Desain dan Periklanan,” Humaniora, vol. 2, no. 2, p. 1084, 2011, doi: 10.21512/humaniora.v2i2.3158.

I. Damayantie, R. Pertiwi, and O. Nugroho Fajar, “Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pemilihan Warna Pada Pendekatan Steam Ditinjau Dari Psikologi Desain,” … Nas. Call …, pp. 58–63, 2021, [Online]. Available: https://prosiding.esaunggul.ac.id/index.php/SEMNASLPPM/article/view/86

E. Ernawati, Akun, Shidarta, Besar, and B. Pratama, “Humaniora: Language, People, Art, and Communication Studies,” vol. 5, no. 1, 2014.

R. Nugrahani, “Peran desain grafis pada label dan kemasan produk makanan umkm,” vol. IX, no. 2, pp. 127–136, 2015.

G. B. Adi, “Dampak penggunaan warna panas dalam upaya branding suatu produk,” vol. 3, no. 2, pp. 58–61, 2017.

B. Al-turas and D. D. Fajarsari, “Nilai Pendidikan dalam Kuliner Rendang,” vol. XXIII, no. 2, pp. 337–348, 2017.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. 2011.

L. D. Herliandry, Nurhasanah, M. E. Suban, and H. Kuswanto, “Survey Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid 19,” J. Pendidik. Islam Al-Ilmi, vol. 5, no. 1, p. 62, 2022, doi: 10.32529/al-ilmi.v5i1.1608.

I. B. G. Pujaastwa, “Teknik wawancara dan observasi untuk pengumpulan bahan informasi,” pp. 1–11, 2016.

C. M. Dewi, A. Hairiza, and E. G. Limbong, “Warna sebagai identitas merek pada kemasan makanan tradisional kembang goyang khas betawi,” vol. 2, no. 01, pp. 9–13, 2019.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

INDEXED LINK