Metode Pembelajaran Seni Tari bagi Siswa Tunarungu Tingkat Sekolah Menengah Atas di Yayasan Pendidikan Tuna Bangsa SLB-B Malang

Cantika Ramadani Widanar W, Winda Istiandini

Abstract


Tunarungu merupakan sebuah kondisi medis pada individu yang mengalami gangguan terhadap indra pendengaran. Kondisi ini bukan menjadi sebuah penghalang bagi para siswa untuk tetap mengikuti pembelajaran tari dan menari dengan indah, tentunya hal tersebut dipengaruhi oleh proses belajar dengan metode pembelajaran yang sudah disesuaikan untuk para siswa. Berawal dari hal ini, peneliti melakukan sebuah penelitian dengan judul “Metode Pembelajaran Seni Tari bagi Siswa Tunarungu Tingkat Sekolah Menengah Atas di Yayasan Pendidikan Tuna Bangsa SLB-B Malang” dengan tujuan untuk mendeskripsikan metode pembelajaran yang cocok digunakan ditambah dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Langkah pertama adalah mengumpulkan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian direduksi dan dianalisis untuk menyimpulkan hasil penelitian. Penelitian yang dilakukan di Yayasan Pendidikan Tuna Bangsa SLB-B Malang, menunjukkan adanya proses ataupun metode pembelajaran yang diterapkan, yakni kolaborasi tiga metode pembelajaran, demonstrasi, imitasi, dan drill. Kolaborasi tiga metode tersebut memiliki hasil yang positif bagi siswa ABK. Meskipun begitu, masih perlu adanya proses evaluasi dan pengembangan lagi agar pembelajaran yang lebih baik lagi ke depannya.

Full Text:

PDF

References


Denzin, N. K. (2018). Triangulation in qualitative research: A methodological reflection. Sage Publications.

Djamarah, S., & Zain, A. (2010). Strategu Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Fatimah, K. S. (2019). Pengaruh metode drill terhadap peningkatan keterampilan makan dan minum pada anak multiple disabilities with visual impairment. Universitas Pendidikan Indonesia.

Feryanti. (2023). Pembelajaran Tari Remo Bolet dengan Metode Imitasi pada Anak

Berkebutuhan Khusus di Sanggar Mulyojoyo Enterprise. Jurnal Pendidikan Sendratasik, Vol. 12 No. 1

Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Data management and analysis methods. In D. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), Handbook of qualitative research (4th ed., pp. 429 444). Sage Publications.

Hidayat, R. (2006). Seni Tari (Pengetahuan Teori dan Praktek Seni Tari Bagi Guru). Malang: Universitas Negeri Malang

Indrayani, I. (2020). Pendidikan inklusif di Indonesia: Tantangan dan peluang. Jurnal Pendidikan Inklusi, 4(2), 56-72.

Kirana, Y. A., Maharani, S., & Nurdahlia, D. U. (2023). Pengembangan Keterampilan Psikomotorik Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya. Journal Of Social Science Research, 3(2), 6121–6135

Khaeroh, K. (2020). Pendidikan inklusif untuk anak berkebutuhan khusus: Perspektif dan implementasi. Jurnal Pendidikan Khusus, 10(1), 12-29.

Kuppers, P. (2020). Dance and disability: Bodies in motion. Routledge.

Lexy, J. M. (2011). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Miraningsih, N. K., Yulinis, Y., Widiastuti, N. M. D. (2024). Pembelajaran Tari Tortor Somba dengan Metode Drill dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Kelas X di SMA Negeri 2 Abiansemal. PENSI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni, 4(2), 116–125.

Murwati, S., & Syefriani, S. (2024). Penggunaan bahasa isyarat dalam pembelajaran seni tari bagi siswa tunarungu tingkat sekolah menengah pertama di sekolah luar biasa. 10(4), 180–196.

Nurtasila, N. (2022). Hambatan dan tantangan dalam pembelajaran seni tari bagi anak berkebutuhan khusus. Jurnal Seni dan Budaya, 11(1), 45-60.

Purwatiningsih, S., & Harini, N. (2002). Manfaat pembelajaran seni tari dalam perkembangan anak. Jurnal Pendidikan Anak, 3(2), 98-111.

Pusparini, D. (2024). Metode Imitasi dalam Pembelajaran Tari di Sanggar Bina Tari Jawa Timur Surabaya. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 13(2), 110–124.

Rizkia, I. (2020). Evaluasi program pendidikan inklusif pada anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Inklusif, 7(3), 76-91.

Sadirman, A. M. (2012). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Satrianingsih, O, R, A., & Pertiwi, K, A. (2023) Penerapan Metode Drill dalam Pembelajaran Tari Sigeh Pengunten di SD N 3 Poncowati. Trihayu: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 1

Sedyawati, E. (2020). Pengenalan seni tari dalam konteks budaya Indonesia. Pustaka Pelajar.

Setyowati, I. S. (2009). Pendidikan untuk anak: Hak anak dalam konstitusi Indonesia. Jurnal Hukum Pendidikan, 1(1), 28-34.

Sinatra. (2023). Peningkatan Pembelajaran Seni Tari Melalui Pendekatam Supervisi

Teman Sejawat dengan Metode Demonstrasi. AL-MARSUS: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Vol. 1 No. 1

Stinson, S. W. (2019). Teaching dance to children with special needs. Routledge.

Sudjana. (2011). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Suparno. (2018). Strategi Pembelajaran Inklusif: Konsep dan Implementasi di Sekolah. Jakarta: Kencana

Suyadi, Dave. (2010). Psikologi Belajar Anak Usia Dini. Yogyakarta: Pedagogi

Trilenshi, L., Rilla, G., Ashrof, R, M., Nurhaliza, S., Hidayat, R., & Martaliza, Y. (2025). Kolaborasi Orang Tua dan Guru dalam Mendukung Pendidikan ABK. JIWA: Jurnal Inovasi Wawasan Akademik Vol 1 No 1

Warmansyah, D., & Hidayati, S. (2023). Diskriminasi pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Sosial, 6(4), 44-60.

Permendiknas No. 70 Tahun 2009. Republik Indonesia. (2009). Peraturan Menteri

Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Siswa Berkebutuhan Khusus. Kementerian Pendidikan Nasional.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

INDEXED LINK