Pengembangan Ekonomi Lokal Kerupuk Kulit Aphe melalui Pemasaran Digital di desa Adiarsa Karawang

Nurbaeti Enen, Purwanto Agus, Halim Abdul, Ardiansyah Deden

Abstract


Kota Karawang saat ini dikenal dengan kota industri dan kota pelajar dimana terdapat perguruan tinggi skala nasional salah satunya adalah Sekolah Tinggi Teknik Informatika Sony Sugema Karawang. Desa Adiarsa sendiri merupakan salah satu dari desa yang terdapat di Karawang dimana terdapat produksi kerupuk kulit yang sudah menjadi kegiatan ekonomi lokal warga adiarsa. Kerupuk Kulit Aphe adalah kegiatan usaha mikro kecil menengah yang telah beroperasi selama 13 tahun lebih yang merupakan kegiatan ekonomi lokal dari warga adiarsa. Tujuan dari penelitian yang di lakukan oleh dosen dalam bentuk pengabdian masyarakat ini bermaksud untuk membantu mengembangkan ekonomi lokal kerupuk kulit aphe melalui Pemasaran digital. Jenis Pemasaran Digital itu sendiri diharapkan mampu meningkatkan promosi penjualan dan memudahkan masyarakat luar kota dalam melakukan pemesanan produk disamping itu membantu pelaku kegiatan agar memiliki daya saing yang lebih kompeten.

Kata kunci—pengabdian masyarakat, Kerupuk Kulit Aphe, pengembangan ekonomi lokal

Abstract

The town of Karawang is currently known as an industrial town and a student town, where there are national level universities, one of which is the Sony Sugema Karawang College of Informatics. Adiarsa Village itself is one of the villages in Karawang where there is a leather cracker production, which has become a local economic activity for the people of Adiarsa. Kerupuk Kulit Aphe is a micro, small and medium enterprise that has been operating for more than 13 years and is a local economic activity of Adiarsa residents. The purpose of the research conducted by the lecturers in the form of community service is to help develop the local economy of Aphe leather crackers through digital marketing. The type of digital marketing itself is expected to be able to increase sales promotion and make it easier for people outside the city to order products, besides helping actors to have more competent competitiveness.

Keywords—community service, Kerupuk Kulit Aphe, local economic development

Full Text:

PDF

References


Jatmiko, Udik. 2020. “Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal Sebelum Dan Sesudah Pengalokasian Dana Desa.” JMK (Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan) 5(2). doi:10.32503/jmk.v5i2.1007.

Kristanto, Titus, Walid Maulana Hadiansyah, Muhammad Nasrullah, Amanda Amalia, Erlin Yuli Anggraini, and Ainurrohman Firmansyah. 2020. “Strategi Pemasaran Digital Dalam Peningkatan Penerimaan Mahasiswa Baru Menggunakan Analisis SWOT.” MULTINETICS 6(2). doi:10.32722/multinetics.v6i2.3415.

Mauliddah, Nurullaili. 2020. “Disparitas Pendapatan Dan Pengembangan Ekonomi Lokal Di Kota Surabaya.” Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Dharma Andalas 22(2). doi:10.47233/jebd.v22i2.104.

Nasrudin, Inayati, and Sofiani Nalwin Nurbani. 2020. “Perbaikan Sistem Kerja Dalam Meningkatkan Produktifitas Dan Efektifitas Waktu Kerja Produksi Bagi Pengusaha Kerupuk Kulit Dorokdok (UMKM) Di Sukarenggang Kabupaten Garut.” Rekayasa Industri Dan Mesin (ReTIMS) 1(2). doi:10.32897/retims.2020.1.2.321.

Reken, Feky, Basri Modding, and Ratna Dewi. 2020. “Pengaruh Pemasaran Digital Terhadap Peningkatan Volume Penjualan Pada CiputraTallasa Jo Makassar.” Tata Kelola 7(2). doi: 10.52103/tatakelola.v7i2.144.Mauliddah,

Nurullaili. 2020. “Disparitas Pendapatan Dan Pengembangan Ekonomi Lokal Di Kota Surabaya.” Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Dharma Andalas 22(2). doi: 10.47233/jebd.v22i2.104


Refbacks

  • There are currently no refbacks.