Greenhouse Development to Increase Orchid Production Results of KWT Lembah Kuncung Trenggalek

Markus Diantoro, Sri Rahayu Lestari, Joko Utomo, Agung Saputro, Rif’atu Nuril Laily

Abstract


Kelompok Wanita Tani (KWT) Lembah Kuncung Desa Surodakan, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek merupakan suatu lembaga yang melakukan budidaya tanaman anggrek. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek menjadikan tanaman anggrek sebagai salah satu komoditas tanaman hias yang dapat menjadi mata pencaharian masyarakat Trenggalek, khususnya di wilayah Desa Surodakan. Dengan melakukan pembinaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lembah Kuncung, Dinas Pertanian dan Pangan menyediakan lahan sebagai media produksi tanaman anggrek. Budidaya tanaman anggrek yang dilakukan oleh KWT Lembah Kuncung belum bisa dikatakan maksimal, hal tersebut dikarenakan metode penanaman yang dilakukan masih konvensional yaitu mengandalkan air, matahari, tanah dan pupuk. Oleh karena itu hasil produksi KWT Lembah Kuncung sangat tergantung dengan keadaan cuaca dan iklim setempat. Teknologi greenhouse atau rumah tanaman merupakan sebuah alternatif solusi untuk mengendalikan kondisi iklim mikro pada tanaman. Green house pada prinsipnya adalah sebuah bangunan yang terdiri atau terbuat dari bahan kaca atau plastik yang sangat tebal dan menutup diseluruh pemukaan bangunan, baik atap maupun dindingnya. Didalamnya dilengkapi juga dengan peralatan pengatur suhu dan kelembaban udara serta distribusi air maupun pupuk. Jadi dengan adanya greenhouse, para petani KWT Lembah Kuncung tidak perlu khawatir terhadap perubahan cuaca dan iklim akan mempengaruhi hasil produksi tanaman mereka.

Kata kunci — Anggrek, Greenhouse, KWT Lembah Kuncung, Produksi Tanaman

Abstract

The Women's Farming Group (KWT Lembah Kuncung), Surodakan Village, Trenggalek District, Trenggalek Regency is an institution that cultivates orchids. The Trenggalek Regency Agriculture and Food Service has made orchids one of the ornamental plant commodities that can provide a livelihood for the people of Trenggalek, especially in the Surodakan Village area. By providing guidance to the KWT Lembah Kuncung, the Department of Agriculture and Food provided land as a medium for orchid production. Orchid cultivation carried out by KWT Lembah Kuncung cannot be said to be optimal, this is because the planting method used is still conventional, namely relying on water, sun, soil and fertilizer. Therefore, the production results of KWT Lembah Kuncung are very dependent on local weather and climate conditions. Greenhouse or plant house technology is an alternative solution for controlling microclimatic conditions in plants. In principle, a green house is a building that consists of or is made of glass or plastic which is very thick and covers the entire surface of the building, both the roof and walls. It is also equipped with equipment for controlling air temperature and humidity as well as distributing water and fertilizer. So, with the greenhouse, KWT Lembah Kuncung’s farmers don't need to worry about weather and climate changes affecting their crop production.

Keywords — Orchids, Greenhouse, KWT Lembah Kuncung, Plant Production

Full Text:

PDF

References


Adi, I. A. S. P. (2023). Ragam Rangkaian Bunga sebagai Penghias Lobby Hotel di Kawasan Wisata Ubud, Bali. Jurnal Bisnis Hospitaliti, 12(1), 1-13.

Diantoro, M., Nasikhudin, N., Pujiarti, H., Arya, N. D., & Setyawan, D. (2023). Perintisan Usaha Budidaya dan Pembibitan Anggrek di Lembah Kuncung, Trenggalek. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SINAPMAS).

Habibah, N. A., Rahayu, E. S., Anggraito, Y. U., & Sasi, F. A. (2023). Diversifikasi Produk Griya Anggrek Mekar Sari Kalisegoro Gunungpati Semarang. Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 5(1), 1-12.

Hajar, A., & Asfah, I. (2023). Pelatihan Budidaya Anggrek Bagi Mahasiswa Bahasa Inggris Terapan D4, Fakultas Bahasa Dan Sastra, Universitas Negeri Makassar. Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(06), 1500-1514. Khasim, S. M., Hegde, S. N., González-Arnao, M. T., & Thammasiri, K. (Eds.). (2020). Orchid Biology: Recent Trends & Challenges. Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-32-9456-1

Karoy, E. R., Kainde, R. P., & Pangemanan, E. F. (2022, January). Inventarisasi Anggrek Hutan Di Tahura Gunung Tumpa. In COCOS (Vol. 1, No. 1).

Martoyo, A., Hendrawan, S. A., & Hesananda, R. (2022). Perencanaan strategi pemasaran tanaman hias Taman Anggrek Ragunan di masa Pandemi Covid-19. Jurnal Sekretari Dan Manajemen, 6(2), 114-122. Minanda, M. A., Idris, I., & Sumardi, D. (2021). Design and Simulation of Smart Greenhouse for Agrivoltaics Microclimates Optimization. 2021 International Symposium on Electronics and Smart Devices (ISESD), 1–6.

Monikasari, I. N., Anwar, S., & Kristanto, B. A. (2017). Keragaman M1 Tanaman Hias Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) Akibat Penyinaran Iradiasi Sinar Gamma (Doctoral dissertation, Fakultas Peternakan Dan Pertanian Undip).

Rahayu, M. (2016). Negotiation of local and global identities in “Nggalek. Co.” http://repository.uin-malang.ac.id/2482/

Samudin, M. N., SARI, D. N., Suharyadi, S., Maulidda, R., & Rosadi, H. (2024). Inovasi Sosial PT. Pertamina EP Pendopo Field dalam Konservasi Tanaman Anggrek untuk mewujudkan Desa Wisata Anggrek di Desa Selangit, Kabupaten Musi Rawas. Dharma Saintika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 1–9.

Ulinnuha, Z., Farid, N., & Dinuriah, I. (2024). Pemberdayaan Santri Melalui Pendampingan Budidaya Anggrek Di Pondok Pesantren Nurul Qur’an, Desa Kebulusan, Kabupaten Kebumen. PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa, 2(1), 33-42.

Wardoni, I., Widarni, S., & Kusnaman, D. (2023). Kepuasan konsumen tanaman anggrek di Kebun Sekar Gumilang Desa Ketenger Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. AGRIFITIA: Journal of Agribusiness Plantation, 3(1), 32-45.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.