PENYUSUNAN SKENARIO TARI TRADISIONAL SEBAGAI IDENTITAS DESA TALOK

Dudy Syafrudddin, Balqish Avissa, Fadhilah Syahdu

Abstract


Tari tradisional merupakan salah satu unsur budaya yang masih dilestarikan oleh hampir setiap masyarakat Indonesia. Tari tradisional dapat menjadi identitas suatu daerah. Selain itu, tari tradisional memiliki fungsi lain yaitu sebagai sarana upacara, hiburan, dan media pembelajaran. Desa Talok di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, saat ini sedang mencoba menggali identitas budaya desa tersebut. Salah satu identitas yang perlu dimunculkan adalah tarian khas desa Talok yang didasarkan pada sejarah desa yang tertuang dalam naskah “Tlatah Taloka”. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan skenario tari khas desa Talok. Metode yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Pakar budaya lokal telah memvalidasi pengembangan skenario ini. Skenario ini memiliki tujuh bab yang menceritakan tentang Sang Reca Bhuwana, seorang pertapa terkenal dengan kesaktian agung yang dimuliakan dalam menanam benih pohon Taloka di sebuah desa dekat Gunung Kawi. Tempat tumbuhnya pohon Taloka ini mulai ramai dikunjungi masyarakat yang merasa nyaman tinggal di sana. Karena di sana terdapat pohon Taloka yang sangat besar dan rindang, orang menyebut tempat itu Desa Taloka. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa skenario ini layak untuk dijadikan dasar dalam pembuatan koreografi tari tradisional desa Talok

Full Text:

PDF

References


Syaiful, S. (2021). Strategi Pengembangn Tari Zapin Api Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis. Intelektiva : Eurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 2(12), 96–114.

Djuhara, U. (2014). Pergeseran Fungsi Seni Tari. Jurnal Ilmiah Seni Makalangan, 99–117.

Patel. (2019). 済無No Title No Title No Title. 6, 9–25.

Rochayati, R. (2019). Konsep Garapan Tari Turak Dewa Musirawas. GETER : Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 2(2), 51–61. https://doi.org/10.26740/geter.v2n2.p51-61

Fathonah, S., Paramita, S., Savitri, L., & Utami, S. (n.d.). Makna Pesan dalam Tari Tradisional (Analisis Deskriptif Kualitatif Makna Pesan dalam Kesenian Tari Piring) | Fathonah | Koneksi. 99–104. https://journal.untar.ac.id/index.php/koneksi/article/view/6151/4211

Lestari, T. N. R. (2019). Proses Kreatif Penciptaan Karya Tari Tumuruning. 3(2), 84–99. http://repository.isi-ska.ac.id/3723

Dewi, A. S. (2020). Makna Gerak Dan Fungsi Tari Tajun Tandang Dalam Upacara Batatungkal Di Kabupaten Tanah Laut Kalimatan Selatan. Imaji, 18(1), 16–24. https://doi.org/10.21831/imaji.v18i1.29045

Ratih, E. (2001). Fungsi Tari Sebagai Seni Pertunjukan. Harmonia, 2(2), 67–77.

Ernita, M., Syai, A., & Hartati, T. (2017). Proses Penciptaan Tari Silongor Di Smp Negeri 2 Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari Dan Musik, II(1), 48–56.

Pertama, P., & Kedua, P. (n.d.). TEMPLATE PENULISAN JURNAL GRAHA PENGABDIAN Judul Artikel. 1–5.

Khutniah, N, Iryanti, V. E. (2012). Jurnal seni tari. JOGED Jurnal Seni Tari, 3(1), 36–48.

RI No. 43 20Permenkes19. (2019). No Titleس. ペインクリニック学会治療指針2, 2, 1–13.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.