RUNNING TEXT ERA 4.0 SEBAGAI ALAT PEMANTAUAN KONDISI LINGKUNGAN KAWASAN WISATA BEDENGAN DESA SELOREJO
Abstract
Running text merupakan sebuah alat yang berfungsi menampilkan suatu informasi, iklan, peringatan dan lain-lain yang bersifat formal ataupun non formal. Penyampaian informasi menggunakan media running text adalah inovasi menarik sebagai bentuk implementasi perkembangan teknologi informasi saat ini. Masyarakat seringkali merasa jenuh membaca informasi melalui berita baik melalui media cetak, internet dan lainnya. Oleh karena itu, running text sangat dibutuhkan di era globalisasi ini untuk menyampaiakan informasi tertentu dan memberikan nuansa menarik saat dilihat. Running text saat ini pada umumya dikontrol dengan komputer untuk mengatur informasi yang tampil pada running text sesuai yang dikehendaki oleh user. Hal tersebut sering terkendala karena sangat bergantung ketersediaan komputer untuk mengontrolnya terutama dikawasan wisata. Rancang bangun running text berbasis Internet of Things (IoT) bertujuan untuk membuat papan informasi yang menyajikan fitur-fitur berupa monitoring suhu, asap, kelembapan dan sistem waktu menggunakan sebuah mikrokontroler Arduino sebagai pengendalinya. Tampilan informasi ini disajikan di 2 panel LED Matrix dan dikendalikan oleh android melalui komunikasi wireless dan dikontrol dengan jarak jauh, untuk tampilan fitur informasi suhu dan kelembaban menggunakan DHT11 dan monitoring asap menggunakan sensor MQ-2 tidak dikendalikan melalui android tetapi langsung di program didalam panel LED Matrix juga menggunakan arduino. Dari hasil analisa perancangan ini, dapat disimpulkan bahwa ketiga fitur bisa dikontrol dalam 1 mikrokontroler dan dikendalikan melalui komunikasi Wireless dan bermanfaat sebagai media informasi kepada pengunjung.
Kata kunci: Monitoring lingkungan, running text, sensor, android
Full Text:
PDFReferences
CNN Indonesia. 2018. Upaya Indonesia Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan. (Online), diakses pada 27 Desember 2019. Dapat diakses: htps://www.cnnindonesia.com/gayahidup/20180719133425-269-315376/upaya-indonesia-mewujudkan-pariwisata-berkelanjutan
Kalebos, F. 2016. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Wisatawan Yang Berkunjung Ke Daerah Wisata Kepulauan. Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen, 4 (3), 489-502.
Kompas. 2019. Pariwisata Berkelanjutan dan Mengapa Indonesia Butuh Ini. (Online), diakses pada 27 Desember 2019. Dapat diakses:
https://travel.kompas.com/read/2019/10/23/165507727/pariwisata-berkelanjutan-danmengapa-indonesia-butuh-ini?page=all
Murdjito, G. 2012. Metoda Pengabdian Kepada Masyarakat. Makalah disajikan dalam Pelatihan Metodologi Pengabdian Masyarakat Tahun 2012.
Nazarullail, F., Hardika, dan Desyanty, E. S. 2017. Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Ekowisata "Lepen Adventure". Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 2 (8), 1071-1076.
Noor, M. 2011. Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ilmiah CIVIS, 1 (2), 87-99. Nopyandri. 2014. Penerapan Prinsip Good Enviromental Governance dalam Rangka Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jurnal Ilmu Hukum, 80-94. Pramala, I. I. 2018. Peran Institusi Pendidikan Tinggi dalam Pengembangan Kapasitas Komunitas Desa Cibuntu dalam Pengembangan Pariwisata berbasis Masyarakat. Jurnal Administrasi Pendidikan, 25 (2), 275-293.
Pranita, D. 2016. Membangun Kapabilitas dan Strategi Keberlanjutan untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing Pariwisata Bahari Indonesia. Jurnal Vokasi Indonesia, 4 (2), 157-170.
Setijawan, A. 2018. Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Dalam Perspektif Sosial Ekonomi. Jurnal Planoearth, 3 (1), 7-11.
Simamora, R. K. dan Sinaga, R. S. 2016. Peran Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Pariwisata Alam dan Budaya di Kabupaten Tapanuli Utara. Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA, 4 (1), 79-96.
Refbacks
- There are currently no refbacks.