ESKALASI LITERASI SISWA TENTANG JENIS ULAR DAN PENANGANAN PERTAMA PADA KORBAN GIGITAN ULAR DI SMP DARULFAQIH, MALANG

Bagus Priambodo, Mahathir Muhammad, Hamri Permana, Farid Akhsani, Fatchur Rohman, Nia Kurniawan

Abstract


Rendahnyapengetahuanterhadap jenis ular dapat berimplikasi kepadabanyaknya kasus mortilitas dikarenakan gigitan ular.Kebanyakan kasus terjadi karena akses terhadap pelayanan kesehatan yang buruk, kesulitan dalam persediaan anti-bisa, dan korban tidak mengetahui jenis ular yang menggigitnya sehingga para tenaga medis tidak bisa memberikan antibisa yang tepat.Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk mengedukasi kepada masyarakat mengenai keragaman jenis ular yang berbisa dan tidak berbisa serta cara penanganan pertama pada kasus gigitan ular didaerah yang berhimpitan dengan habitat ular melalui SMP Darul Faqih Indonesia. Dalam upaya menangani masalah tersebut dilakukan edukasi mengenaiJenis ular (berbisa dan tidak berbisa), konservasi dan peran ular didalam ekosistem, dan pertolongan pertama kepada korban gigitan ular. Partisipan dari kegiatan ini adalah murid kelas VIII sebanyak 25anak dan guru IPA.Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatnya rata-rata pengetahuan murid (41.4%) mengenai peran ular dalam ekosistem serta cara mengidentifikasinya. Selain itu, panduan pertama bagi korban gigitan ular yang didasarkan pendekatan ilmiah juga menjadi pengetahuan yang penting bagi masyarakat umum. Setelah dilakukannya kegiatan ini, diharapkan para murid dan guru dapat menyalurkan pengetahuan yang didapatkan kepada keluarga, masyarakat disekitarnya.


Keywords: Gigitan Ular, Identifikasi, Penanganan Pertama, Ular


Full Text:

PDF

References


Ahmed S.M., Ahmed M., Nadeem A., Mahajan J., Choudhary A., and Pal J. (2008). Emergency treatment of a snake bite: Pearls from literature. J Emerg Trauma Shock.1(2):97-105

Gutiérrez J.M., Theakston R.D.G., and Warrell D.A. (2006). Confronting the neglected problem of snake bite envenoming: the need for a global partnership. PLoS Med.3(6):e150

Gutiérrez J.M., Warrell D.A., and Williams D.J.(2013). The need for full integration of snakebite envenoming within a global strategy to combat the neglected tropical diseases: the way forward. PLoS Negl Trop Dis.;7(6):e2162.

Habib A.G. (2013). Public health aspects of snakebite care in West Africa: perspectives from Nigeria. J Venom Anim Toxin incl Trop Dis. 19(1):27.

Isbister G.K., Brown S.G.A., Page C.B., McCoubrie D.L., Greene S.L., and Buckley N.A.(2013). Snakebite in Australia: a practical approach to diagnosis and treatment. Med J Australia. 199(11):763–8.

Japit, S. and W. Jonathan. (2013). Sistem Pakar Pendeteksian Jenis Ular. STMIK IBBI: Medan

Kasturiratne, A., Wickremasinghe, A. R., and de Silva, N. (2008). The global burden of snakebite: A literature analysis and modelling based on regional estimates of envenoming and deaths. PLoS Med. 5, 1591–1604

Putegnat, J. W. (2006). Snake Species Richness in Relation to Habitat in the Post Oak Savannah of East Central Texas. A Senior Scholars Thesis. Undergraduate

Rachmawati. (2019). 7 Kasus Teror Kobra, Remaja Tewas Dipatuk Ular Saat Atraksi hingga Sekeluarga Mengungsi. https://regional.kompas.com/read/2019/12/09/09090061/7-kasus-teror-kobra-remaja-tewas-dipatuk-ular-saat-atraksi-hingga-sekeluarga?page=all. Diakses 20 Oktober 2020

Sharma S.K., Bovier P., Jha N., Alirol E., Loutan L., and Chappuis F. (2013). Effectiveness of rapid transport of victims and community health education on snake bite fatalities in rural Nepal. Am. J. Trop. Med. Hyg. 89(1):145–50.

Sharma SK, Chappuis F, Jha N, Bovier P.A., Loutan L., and Koirala S. (2004). Impact of snake bites and determinants of fatal outcomes in Southeastern Nepal. Am. J. Trop. Med. Hyg. 71(2):234–8.

Silva A., Marikar F., andMurugananthan A.(2014). Awareness and perceptions on prevention, first aid and treatment of snakebites among Sri Lankan farmers: a knowledgepractice mismatch? J Occup Med Toxicol.;9:20

Van Helden D.F., Thomas P.A., Dosen P.J., Imtiaz M.S., Laver D.R., and Isbister G.K. (2014). Pharmacological approaches that slow lymphatic flow as a snakebite first aid. PLoS Negl Trop Dis. 8(2):e2722

Waldron, J.L., Bennet S.H., Welch S.M., Dorcas M.E., Lanham J.D., Lalinowsky A.N.D.W.(2006). Habitat specificity and home-range size as attributes of speciesvulnerability to extinction: a case study using sympatric rattlesnakes. Animal Conservation 9:414–420.

Warrel D.A. Guidelines for the management of snake bites. Available at: http://apps.searo.who.int/PDS_ DOCS/B4508.pdf. Diakses 1November, 2020

Warrell D.A. Snake bite. Lancet. 2010;375(9708):77– 88.

WHO. (2016). Guidelines fot the Management of Snakebites, 2nd edition. WHO Publishing; India

Williams D. (2004). Snakebite in Papua New Guinea facts & fiction. In: Williams D, Jensen S, Winkel KD, eds. Clinical management of snakebite in Papua New Guinea. Papua New Guinea: Independent Publishing; p. 1.1-1.24


Refbacks

  • There are currently no refbacks.