SIGN SYSTEM DAN KAP LAMPU SEBAGAI ELEMEN TATA FASAD GAYA INDISCHE DI KAMPOENG HERITAGE KAJOETANGAN KOTA MALANG
Abstract
Penciptaan karya kriya berupa produk dapat mendukung terciptanya tata facade yang unik dan khas dari sebuah bangunan. Pada bangunan bergaya Indisce, fasad adalah muka atau wajah bangunan yang terpenting dari suatu arsitektur. Fasad terdiri dari dinding, bentuk atap, bukaan berupa jendela dan pintu, serta aksesoris seperti kap lampu, sign system, ukiran, atau hiasan dinding lainnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat gaya Indische pada fasad bangunan objek wisata di Kampoeng Heritage Kajoetangan, Kota Malang. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi tim pelaksana bersama mitra sasaran dalam memecahkan permasalahan, perancangan desain produk sign system dan kap lampu, proses pembuatan dan perakitan, serta pemasangan pada fasad bangunan di lokasi. Hasil kegiatan berupa karya sign system dan kap lampu yang siap dipasang sebagai bagian dalam upaya menguatkan gaya Indische pada fasad bangunan heritage di Kampoeng Heritage Kajoetangan. Karya tersebut dipasang sesuai sasaran atau daftar bangunan yang merupakan objek wisata di lokasi tersebut.
Kata kunci: indische, kajoetangan, kap lampu, sign system
Full Text:
PDFReferences
Antariksa. (2013). Sejarah dan Perkembangan Arsitektur Kawasan Kayutangan. International Workshop and Guest Lecture: Utilization VRML System for Encourage Community Participation on City Planning and Design Process, (December).
Fauziah, N., Antariksa, A., & Ernawati, J. (2012). Kualitas Visual Fasadee Bangunan Modern Pasca Kolonial di Jalan Kayutangan Malang. Review of Urbanism and Architectural Studies, 10(2), 11–18. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2012.010.02.2
H.Achmad, Z. (2017). Citra Kawasan Kayutangan Kota Malang. Magister Arsitektur Lingkungan Binaan, Universitas Brawijaya.
Khakim, M. N. L., Putri, M. U. U., Suktianto, W., & Budi, N. A. (2019). Urgensi pengelolaan pariwisata Kampung Heritage Kajoetangan Malang. Jurnal Teori Dan Praksis Pembelajaran IPS, 4(1), 15–22. https://doi.org/10.17977/um022v4i12019p015
Antariksa. (2013). Sejarah dan Perkembangan Arsitektur Kawasan Kayutangan. International Workshop and Guest Lecture: Utilization VRML System for Encourage Community Participation on City Planning and Design Process, (December).
Fauziah, N., Antariksa, A., & Ernawati, J. (2012). Kualitas Visual Fasade Bangunan Modern Pasca Kolonial di Jalan Kayutangan Malang. Review of Urbanism and Architectural Studies, 10(2), 11–18. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2012.010.02.2
Ponimin, Wardhana, Mitra I., Taufik, Ahmad, Hadi, Nur, & Pramono, Andy. 2020. Kreasi Seni Patung Bertema Figur Wayang “Punokawan” Sebagai Penguat Karakter Masyarakat Desa Wisata di Malang. Jurnal Karinov, Vol. 3 No. 3 (2020), hal. 164-173.
Savitri, S. (2013). Estetika Fasad Pada Bangunan Kolonial 1920-1940. Jurusan Seni Rupa, Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung.
Refbacks
- There are currently no refbacks.