PENINGKATAN MANAJEMEN CEDERA OLAHRAGA DENGAN KONSEP RICE PADA INSTRUKTUR SENAM AEROBIK KOTA PASURUAN

Rias Gesang Kinanti, Ahmad Abdullah, Slamet Raharjo, Eggy Nur Arfiansyah

Abstract


Tingkat kompetensi pelatih sangat bervariasi, ada kesenjangan tingkat pendidikan yang seharusnya dipenuhi oleh seorang pelatih, dimana standart kualifikasi akademik belum di atur dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional. Padahal kualifikasi akademik, pengalaman pelatihan yang relevan serta kompetensi yang tidak memadai berpengaruh terhadap kualitas pelatih dalam menangani cedera olahraga. Saat ini masih banyak instruktur senam aerobik yang belum paham dan terampil dalam penanganan cedera olahraga, sehingga pengalamam pelatihan masih sangat diperlukan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan manajemen pertolongan pertama cedera olahraga pada pelatih senam aerobik. Metode yang digunakan adalah tahapan analisis situasi dan model pelatihan menjelaskan secara langsung teori dan keterampilan penanganan pertolongan pertama cedera olahraga menggunakan konsep RICE, kelompok sasaran kegiatan adalah instruktur senam aerobik berjumlah sebelas orang, bertempat di Kantor Disparpora, Kota Pasuruan, Jawa Timur, tingkat keberhasilan kegiatan diukur dari tingkat pengetahuan dan keterampilan menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta sangat baik dan ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada instruktur senam aerobik terhadap penanganan pertolongan pertama cedera olahraga dengan konsep RICE. Kegiatan ini memberi dampak pada peningkatan kompetensi instruktur senam aerobik di Kota Pasuruan.


Keywords: cedera olahraga, pertolongan pertama, rice.


Full Text:

PDF

References


Kementerian Pemuda dan Olahraga. (2009). Standar Kompetensi Instruktur Kebugaran Tingkat Dasar. Jakarta. 1-2.

Elmagd, M A. (2016). Common Sport Injuries. International Journals of Phisical Education, Sport and Health; 3 (5): 142-148.

Arsani, N L K A. (2019). Tingkat Pengetahuan Para Praktisi Olahraga di Kabupaten Buleleng dalam Memberikan Pertolongan Pertama cedera Olahraga dengan metode RICE. Medicina;50(3). 600.

Survei Skala Indonesia. (2015). Olah Raga Yang Paling Disukai.

KEMENKES. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta. Rikena Cipta.

KEMENPORA. (2005). Undang-Undang NO 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Jakarta.

Kinanti, R G., Abdullah, A. (2019). Survei Profil Tingkat Pendidikan dan Riwayat Pelatihan PPCO pada Pelatih Kota Pasuruan. Laporan Penelitian. Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. 30-32.

Haryawan,T., Purba, R H., Tangkudung, A W A. (2018). Pemahaman Personal Trainer Tentang Cedera Olahraga dan Program Penurunan Berat Badan di Fitness Elite Club Epicentrum Kuningan Jakarta. Fakultas Ilmu Olahraga. Universitas Negeri Jakarta. 123-124.

Giriwijoyo, S. (2017). Fisiologi Kerja dan Olahraga. Fungsi Tubuh Manusia pada Kerja dan Olahraga. Rajawali PERS. Jakarta. Ed. 1. Cetakan 1. 20-53.

Hoffman, J. (2014). Physiological Aspects of Sport Training and Performance. ISBN. 978-1-4504-4224-4. 69-73.

Kinanti, R G. (2013). Buku Panduan Pertolongan Pertama. 2-6.

Mujalli, M F., Aloyoun, A K A., Ghazzawi, M. (2018). The Most Common Sports Injuries Among Aerobics Practitioners in Jordan 2017. Journal of Physical Fittness, Medicine & Treatment in Sports (JPFMTS). 2(1).

Giam, CK., 1993. Ilmu Kedokteran Olahraga. Alih bahasa Hartono Satmoko, Jakarta. ISBN 019047-106. Penerbit. Binarupa Aksara. hal. 132-256.

Kumar, Abbas, Aster,. (2020). Buku Ajar Patologi Dasar. Robbins. Elsevier (Singapura). ISBN. 978-981-4666-28-2. Edisi 10. 58-60.

Doboius, B. (2019). Soft Tissue Injuries Simply Need PEACE and LOVE. British Journal Sport Medicine.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.