PENDIDIKAN BUDAYA LOKAL DENGAN PELESTARIAN TRADISI KEBUN OEBALAN DI KEDIRI

Ida Retnaning

Abstract


Warga masyarakat Kabupaten Kediri khususnya Desa Jarak, memiliki kebudayaan yang dianggap penting oleh masyarakat sekitar Kediri. Salah satu kebudayaan yang diamggap penting bagi kehidupan warga Kediri yaitu ketika menyambut datangnya bulan Muharam (suro dalam penanggalan Jawa), warga masyarakat Kediri selalu menantikan tradisi kebur oebalan. Tradisi kebur oebalan yang dilakukan oleh warga kediri ini berlangsung pada bulan suro pada penanggalan jawa dan kebudayaan ini masih dilestarikan oleh masyarakat Kediri. Tujuan dari pengabdian ini agar masyarakat bisa lebih mengenal dengan kebudayaannya sendiri dan tahu manfaatnya dari tradisi kebur Oebalan yang berada di Desa Jarak Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri dan sebagai perwujudan rasa syukur dan sedekah dari masyarakat sekitar yang berada di sumber oebalan. Dalam tradisi tersebut diharapkan masyarakat dapat mengetahui tradisi tersebut sehingga dapat di kenal luas oleh semua masyarakat, tetap bisa melestarikan tradisinya dan menjaga tradisi tersebut dari tahun ke tahun. Berdasarkan pengamatan dari pengabdian dapat dihasilkan, sejarah dari adanya sumber air dan tradisi kebur oebalan, kronologis tampilan kebur oebalan, perlengkapan tradisi, nilai-nilai dengan adanya tradisi, dan prospek nilai-nilai yang terkandung tradisi kebur oebalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Kata Kunci: kebur oebalan, masyarakat, pelestarian, tradisi


Full Text:

PDF

References


Geertz, Clif ford. 1981. Abangan, Santri, dan Priyayi dalam Masyarakat Jawa.Jakarta:Pustaka.

Endraswara, Suwardi. 2003. Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: GadjahMada University Press.

Mardimin Johanes, Jangan Tangisi Tradisi (Yogyakarta: Kanisius, 1994), 12-13.

Kuncoroningrat, Sejarah Kebudayaan Indonesia (Yogyakarta: Jambatan, 1954), 103.

Darori Amin, Islam dan Kebudayaan Jawa (Yogyakarta, Gama Media, 2000), 6.

Ahmad Khalil, Islam Jawa Sufisme Dalam Etika Dan Tradisi Jawa (UINMALANG PRESS,2008), 1-3.

Hasan sadili, Ensiklopedi Indo, jilid 6.

David Kaplan dan Albert A. Manners, Teori Budaya (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999), 259.

Poerwodarminto, Kamus Indonesia (Balai Pustaka: Jakarta), 842.

http://panjerplosoklaten.blogspot.com/p/pada-suatu-ketika-tersebutlahdaerah.html

https://radarkediri.jawapos.com/read/2018/11/05/101982/tradisi-kebur-ubalandi-kabupaten-kedirihttps://budayajawa.id/tradisi-kebur-ubalan-kediri/

http://rahendra09.blogspot.com/

http://repositori.uin-alauddin.ac.id/

Kusmayati, A.M. Hermin.1999.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.