PELATIHAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI HERITAGE LANGUAGE BAGI MASYARAKAT BELANDA SECARA DARING

Nurenzia Yannuar, Ida Ayu Shitadevi, Evi Eliyanah, Nabhan F. Choiron, Yazid Basthomi

Abstract


Bagi sebagian kecil penduduk Belanda, bahasa Indonesia adalah sebuah heritage language, sebuah bahasa yang memiliki keterkaitan dengan orang tua, kakek nenek, ataupun nenek moyang mereka. Mereka yang terlahir di Belanda ini fasih berbahasa Belanda sebagai bahasa ibu, dan biasanya lancar dalam berbahasa Inggris. Bahasa Indonesia mereka kenal dari keluarga berupa fragmen kata atau potongan kalimat yang sering digunakan dalam konteks tertentu. Pada titik tertentu, mereka lalu memiliki keinginan untuk belajar Bahasa Indonesia secara formal untuk mendekatkan diri pada identitas dan jati diri mereka yang berasal dari Indonesia. Bekerjasama dengan sebuah organisasi yang bernama INYS (The Indonesia Nederland Youth Society), kami merancang sebuah pengabdian masyarakat yang salah satu kegiatannya adalah memberikan pelatihan bahasa lintas benua dengan moda daring. Pelatihan ini berlangsung seminggu sekali selama total 10 minggu. Setiap minggu guru dan siswa bertemu melalui Zoom selama 90 menit. Artikel kami memaparkan berbagai hal yang mendasari perancangan kegiatan, moda dan media yang dipakai, tantangan yang dihadapi, serta hasil kegiatan yang dapat dijadikan pertimbangan dalam merancang kegiatan lanjutan. Hasil utama pelatihan ini adalah memberikan ketersediaan ruang, jarak, waktu, dan akses terhadap kelas bahasa Indonesia di Belanda yang selama ini menjadi masalah.

Kata kunci: heritage language, pengajaran bahasa Indonesia, pengajaran daring


Full Text:

PDF

References


Fishman, J. (2006). Acquisition, maintenance and recovery of heritage languages.

G. Vald´es, J. Fishman, R. Ch´avez, & W. P. (n.d.). Developing minority language resources: The case of Spanish in California. Clevedon, UK: Multilingual Matters.

Montolalu, L. R., & Suryadinata, L. (2007). National language and nation-building: The case of bahasa Indonesia. ISEAS–Yusof Ishak Institute Singapore.

Montrul, S. (2010). Current issues in Heritage Language Acquisition. Annual Review of Applied Linguistics, 30, 3–23.

Nababan, P. W. J. (1979). Papers on Southeast Asian languages: An introduction to the languages of Indonesia, Malaysia, the Philippines, Singapore, and Thailand. Singapore University Press for SEAMEO Regional Language Centre.

Ricklefs, M. C., Lockhart, B., Lau, A., Reyes, P., & Aung-Thwin, M. (2010). A new history of Southeast Asia. Palgrave Macmillan.

Sneddon, J. N. (2003). The Indonesian language: Its history and role in modern society. UNSW Press.

Steinhauer, H. (1994). The Indonesian language situation and linguistics: Prospects and possibilities. Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde, 150(4), 755–784.

Sungkono. (2008). Pemilihan dan penggunaan media dalam proses pembelajaran. Majalah Ilmiah Pembelajaran, 1(4), 71–80.

Susilana, R., dan Riyana, C. (2009). Hakikat teknologi pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima.

Warsita, B. (2013). Perkembangan definisi dan kawasan teknologi pembelajaran serta perannya dalam pemecahan masalah pembelajaran. Jurnal Kwangsan, 1(2), 72–94.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.