DOKUMENTASI TATA KELOLA KESENIAN TOYOMARTO : MEMBANGUN EKSISTENSI BUDAYA LOKAL
Abstract
Toyomarto merupakan desa di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang yang memiliki berbagai potensi lokal, salah satunya kesenian tradisional. Kesenian tradisional yang di Toyomarto adalah jaran kepang, reog, ludruk, dan pencak silat. Kesenian tersebut telah menerapkan pengelolaan kesenian. Namun, belum ada dokumentasi pengelolaan seni, sehingga potensi kekayaan seni lokal belum teridentifikasi secara utuh, lengkap, dan formal. Lebih jauh lagi, upaya pengembangan potensi tersebut juga terkendala. Pengabdian ini bertujuan untuk mendokumentasikan tata kelola kesenian di Toyomarto sebagai bentuk pemertahanan eksistensi budaya lokal. Metode pelaksanaan pengabdian, yaitu (i) penentuan lokasi dan partisipan kegiatan; (ii) tahapan pelaksanaan kegiatan; dan (iii) penentuan bahan, alat, atau media pendukung kegiatan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan diskusi, serta studi dokumen untuk mengetahui bentuk-bentuk pengelolaan seni di Desa Toyomarto. Hasil pengabdian adalah (i) dokumentasi ragam kesenian di Desa Toyomarto, mulai dari ludruk, reog, jaran kepang, dan pencak silat; (ii) deskripsi manajemen kesenian di Toyomarto yang menunjukkan bahwa masyarakat Toyomarto telah menyimpan nilai kemandirian yang digunakan sebagai bekal dalam pengelolaan seni; dan (iii) pengelolaan seni sebagai upaya masyarakat untuk melestarikan kesenian. Kesenian di Toyomarto dinaungi oleh kelompok-kelompok yang berbeda cara pengelolaan yang berbeda. Bentuk dokumentasi pengelolaan seni merupakan proses pencatatan pengetahuan manajemen pertunjukan yang digunakan untuk mempertahankan eksistensi kesenian.
Kata kunci : Kesenian Toyomarto; Tata kelola kesenian; Eksistensi budaya
Full Text:
PDFReferences
Haditresna, P., & Sigit, R. (2017). Tata Kelola Kesenian Group Gembyung Dangiang Dongdo Kabupaten Subang.
Herdiansyah, H. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial: Perspektif Konvensional dan Kontemporer. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.
Irianto, A. M. (2015). Mengemas Kesenian Tradisional Dalam Bentuk Industri Kreatif: Studi Kasus Kesenian Jathilan. Humanika. 22(2), 66–77.
Khoeriyah, E., Erwina, W., & S. (2017). Dokumentasi Budaya “Kuda Kosong” Cianjur Rancang Bangun Bibliografi Beranotasi Sebagai Literasi Dokumentasi Budaya, Kesenian Kuda Kosong Cianjur. The 1st International Conference on Language, Literature and Teaching. 660–668.
Palevi, R., Prasetyo, K., & Rochana, T. (2016). Eksistensi Kesenian Jaran Kepang dalam Arus Industri Pariwisata di Dusun Suruhan Desa Keji Kabupaten Semarang. Solidarity. Journal of Education, Society and Culture, 5(1), 77–83.
Sisca, S., Simarmata, H. M. P., Grace, E., Purba, B., Dewi, I. K., Silalahi, M., & Sudarmanto, E. (2021). Manajemen Inovasi. Yayasan Kita Menulis.
Soemantri, S. Y., & Indrayani, L. M. (2015). Upaya Pelestarian Kesenian Khas Desa Mekarsari dan Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Dharmakarya. 4(1).
Utami, E. F. (2014). Manajemen Organisasi Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Skripsi.
Widodo, A., Akbar, S., & S. (2017). Analisis Nilai-nilai Falsafah Jawa dalam Buku Pitutur Luhur Budaya Jawa Karya Gunawan Sumodiningrat Sebagai Sumber Belajar pada Pembelajaran IPS. Jurnal Penelitian Dan IPS (JPPI), 11(2), 152–179.
Yuwana, S. (2021). Manajemen Organisasi Seni Pertunjukan Sanggar Baladewa Surabaya. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 8(1), 114–127. doi:https://doi.org/10.38048/jipcb.v8i1.120
Refbacks
- There are currently no refbacks.