Pemberdayan Masyarakat Melalui Pelatihan Marketplace Online Dalam Pemasaran Produk Lokal di Desa Cilember

Abdul Rohman

Abstract


Peningkatan kesejahteraan masyarakat desa memerlukan strategi pemberdayaan yang memanfaatkan potensi lokal. Salah satu pendekatan yang relevan adalah pengembangan kewirausahaan berbasis digital melalui marketplace online. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, dengan tujuan membekali masyarakat keterampilan pemasaran produk lokal melalui media sosial dan platform Shopee Partner. Metode kegiatan bersifat deskriptif kualitatif, dengan tahapan observasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Sebanyak 128 responden diobservasi, dengan 42 orang (32,8%) aktif menggunakan internet, namun hanya 24 orang (18,8%) yang memanfaatkan media sosial untuk promosi. Setelah pelatihan, 87% peserta memahami penggunaan marketplace, dan lebih dari 50% berhasil membuat akun Shopee Partner serta mengunggah produk secara mandiri. Hasil ini menunjukkan peningkatan literasi digital dan keterampilan kewirausahaan berbasis teknologi. Kesimpulannya, pemanfaatan marketplace online mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa dan memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

Kata kunci— pasar daring, pemasaran digital, produk lokal, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan

Abstract

Improving the welfare of rural communities requires empowerment strategies that leverage local potential. One relevant approach is developing digital-based entrepreneurship through online marketplaces. This community service program was implemented in Cilember Village, Cisarua District, Bogor Regency, with the aim of equipping the community with skills in marketing local products through social media and the Shopee Partner platform. The activity method was descriptive qualitative, with stages of observation, training, mentoring, and evaluation. A total of 128 respondents were observed, of which 42 (32.8%) were active internet users, but only 24 (18.8%) utilized social media for promotion. After the training, 87% of participants understood how to use marketplaces, and more than 50% successfully created Shopee Partner accounts and uploaded products independently. These results indicate an increase in digital literacy and technology-based entrepreneurial skills. In conclusion, utilizing online marketplaces can strengthen village economic independence and expand the marketing reach of local products.

Keywords— marketplace, digital marketing, local products, community empowerment, entrepreneurship

Full Text:

PDF

References


Adisasmita, R. (2006). Pembangunan pedesaan dan perkotaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Dewi, R. P., & Yuliana, S. (2023). Penerapan Digital Entrepreneurship pada Usaha Mikro di Wilayah Perdesaan. Jurnal Ilmiah Pengabdian, 5(1), 57–66.

Hadiyanti, P. (2006). Kemiskinan dan upaya pemberdayaan masyarakat. Komunitas.

Hidayat, T., & Lestari, A. (2020). Pemanfaatan E-Commerce untuk Meningkatkan Kewirausahaan UMKM. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital, 4(1), 44–52.

Kaswan, & Akhyadi, A. S. (2015). Social entrepreneurship (Mengubah masalah sosial menjadi peluang usaha). Bandung: Alfabeta.

Kurniawan, R. (2021). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Pelatihan Digital Marketing. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 105–112.

Malik, A (2017). Pengembangan Kewirausahaa Berbasis Potensi Lokal melalui Pemberdayaan Masyarakat. Journal of Nonformal Education and Community Empowerment. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.ph p/jnfc. 87-101.

Nawawi, H. (2005). Metode penelitian bidang sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada Press.

Safitri, N. (2022). Optimalisasi Sosial Media dalam Pengembangan UMKM. Jurnal Inovasi Digital, 1(1), 18–26.

Suryono, Y., & Sumarno. (2013). Pembelajaran kewirausahaan masyarakat. Yogyakarta: Aditya Media.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.