Pengembangan Modul Berbasis Project Based Learning (PjBL) dengan Sistem QR Code untuk Membantu Siswa Menerapkan Konsep Kesetimbangan dan Dinamika Rotasi

Denta Mega Swarnaning Pratiwi, Edi Supriana, Arif Hidayat

Abstract


Tuntutan kurikulum 2013 pada dunia pendidikan adalah dengan adanya proses pembelajaran yang lebih berpusat kepada peserta didik (student centered active learning) dimana dengan sifat pembelajaran yang kontekstual sehingga peserta didik mencari tahu sendiri pengetahuannya. Dengan adanya tuntutan kurikulum 2013 maka model pembelajaran project-based learning sangat cocok untuk diterapkan dalam pendidikan. Modul menjadi salah satu penunjang pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam menerapkan konsep kesetimbangan tegar. Dengan dikembangkan modul yang mengikuti abad 21 maka dikembangkan sebuah modul dengan tambahan QR code guna untuk memuat materi yang ingin disampaikan. Sehingga siswa dapat memahami materi dengan mudah dan praktis melalui modul yang dikembangkan. Hasil penelitian dari media yang dikembangkan menunjukkan perfoma yang menunjukkan sangat praktis dalam menunjang pembelajaran saat ini. Disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan dapat menunjang pembelajaran fisika dimana (1) materi yang dimuat dalam modul sangat praktis dan mudah dipahami oleh siswa, (2) media yang termuat dalam modul sangat membantu siswa dalam pemahaman siswa, (3) kegiatan penerapan konsep sangat jelas, dan (4) QR code yang dibuat dalam modul memuat segala hal yang dapat membantu siswa dengan kapasitas yang sangat besar.

Full Text:

PDF

References


Deputi Pendidikan Nasional, Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Dirjen PMPTK, 2008.

A. D. S. Krissandi and R. Rusmawan, “Kendala guru sekolah dasar dalam implementasi Kurikulum 2013,” J. Cakrawala Pendidik., vol. 34, no. 3, pp. 457–467, 2015.

A. R. Tibahary and M. Muliana, “Model-model pembelajaran inovatif,” Scolae: J. Pedagogy, vol. 1, no. 1, pp. 54–64, 2018.

E. Ozcelik and C. Acarturk, “Reducing the spatial distance between printed and online information sources by means of mobile technology enhances learning: Using 2D barcodes,” Comp. Educ., vol. 57, no. 3, pp. 2077–2085, 2011.

M. Kumalasari and M. B. Triyono, “Pengembangan virtual physics world sebagai media pembelajaran kesetimbangan benda tegar untuk meningkatkan keterampilan penerapan ilmu fisika sehari-hari,” J. Inov. Teknol. Pendidik., vol. 5, no. 2, pp. 165–179, 2018.

N. K. Novianto, M. Masykuri, and S. Sukarmin, “Pengembangan modul pembelajaran fisika berbasis proyek (project based learning) pada materi fluida statis untuk meningkatkan kreativitas belajar siswa kelas X SMA/MA,” Inkuiri: J. Pendidik. IPA, vol. 7, no. 1, pp. 81–92, 2018.

A. Sampurno, Penerapan Metode Belajar Aktif dan Pembelajaran Berbasis Proyek. Jakarta: Rineka Cipta, 2007.

S. Nasution, Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bina Aksara, 2000.

L. Lasmiyati and I. Harta, “Pengembangan modul pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep dan minat SMP,” Pythagoras: J. Pendidik. Mat., vol. 9, no. 2, pp. 161–174, 2014.

M. Merkt, S. Weigand, A. Heier, and S. Schwan, “Learning with videos vs. learning with print: The role of interactive features,” Learn. Instruct., vol. 21, no. 6, pp. 687–704, 2011.

P. Brody and V. Pureswaran, “The next digital gold rush: How the internet of things will create liquid, transparent markets,” Strategy & Leadership, vol. 43, no. 1, pp. 36–41, 2015.

R. A. Sani, Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara, 2015.

D. W. Jackson, “Standard bar codes beware-smartphone users may prefer QR codes,” Law Libr. J., vol. 103, no. 1, p. 153, 2011.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Publikasi Oleh:

Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang
Jl. Semarang 5 Gedung B22, Lowokwaru, Malang, 65145

Website: www.fisika.fmipa.um.ac.id
Email: [email protected]