Pengembangan Agrowisata Berbasis Kearifan Lokal dan Nilai Pancasila dalam Mewujudkan Sustainability Agricultural Systems

Anita Widyawati, Akmal Naufal, Ana Chusniatul Hidayah, Bunga Hidayati

Abstract


Lahan pertanian di wilayah Malang, Jawa Timur dari secara berkelanjutan menghadapi ancaman pengurangan luas lahan akibat dari pembangunan untuk kawasan wisata maupun perumahan. Pengembangan konsep agrowisata di pedesaan yang didasarkan pada kearifan lokal dan nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat memberikan dampak positif  tidak hanya bagi masyarakat pedesaan dalam jangka pendek, tapi juga memberikan efek keberlanjutan (sustainability) bidang pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi pegembangan agrowisata di Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Proses pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, studi pustaka dan observasi. Keakuratan data diperoleh menggunakan triangulasi yang terdiri dari sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian ini adalah pengembangan agrowisata di Desa Jatirejoyoso berbasis kearifan lokal dan nilai pancasila telah mentrasformasikan pemberdayaan komunitas (community empowerment). Selain itu Kearifan Lokal dan Nilai Pancasila dapat mempertahankan lahan pertanian yang berbasis agrowisata dan membentuk pertanian yang berkelanjutan. Indikator pemberdayaan masyarakat tersebut dapat dilihat dari dua indikator yang telah dicapai yaitu partisipasi dan kontrol. Masyarakat berpartisipasi aktif terhadap kegiatan yang diadakan, dan kontrol masyarakat dilakukan melalui Focus Group Discussion untuk direct sharing dengan pengelola.

Kata Kunci: Agrowisata, Kearifan Lokal, Nilai Pancasila, Sustainability Agriculture


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Adianto. (2019). Pariwisata Berikan Kontribusi pada Pendapatan Negara. URL: http://www.dpr.go.id/berita/detail/id/24852/t/Pariwisata+Berikan+Kontribusi+pada+Pendapatan+Negara. Diakses tanggal 8 April 2021

Damanik, Janianton dan Weber, Helmut. (2006). Perencanaan Ekowisata Dari Teori ke Aplikasi. Yogyakarta : PUSPAR UGM dan Andi

Euromonitor International. (2018). Top 100 City Destinations 2018. URL: https://go.euromonitor.com/white-paper-travel-2018-100-cities. Diakses tanggal 7 April 2021

Ghozali, I. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Edisi Kelima Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Mimbar, L. (2015). Peran Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) dalam Penanggulangan Kemiskinan di Nusa Tenggara Barat. Jurnal Transformasi P2M, 11(1), 5.

Mulyawan, Aditya. (2020). Upaya memulihkan sektor pariwisata indonesia pasca pandemi covid-10. https://amp.kompas.com/travel/read/2020/06/28/161137527/upayamemulihkan-sektor-pariwisata-indonesia-pascapandemi-covid-19 . Diakses tanggal 7 April 2021

Priyanto, P., & Safitri, D. (2016). Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Budaya Tinjauan terhadap Desa Wisata di Jawa Tengah. Jurnal Vokasi Indonesia, 4(1), 76– 84. https://doi.org/10.7454/jvi.v4i1.53

Ramadhan, Nabila. (2020). Bagaimana pandmei covid-19 mengubah industry pariwisata. https://travel.kompas.com/read/2020/06/24/220000027/bagaimanapandemi-covid=19-mengubah-industri-pariwisata?page=all#page2. Diakses tanggal 8 April 2021

Supatmo, S. (2015). Peran Petinggi Kampung dalam Pemberdayaan Masyarakat Kampung Sumber Sari Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3(1), 217

Syafi’i, M., & Suwandono, D. (2015). Perencanaan Desa Wisata dengan Pendekatan Konsep Community Based Tourism (CBT) di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Jurnal Ruang, 1(2), 61–70.

Zakaria, F., & Suprihardjo, R. D. (2014). Konsep Pengembangan Kawasan Desa Wisata di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Teknik Pomits, 3(2), 245–249.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.