Profil Inkubasi Bisnis Peternakan Kambing Berbasis Smart-Warehouse Terkonsep Plecs Sebagai Strategi Optimalisasi Potensi Bisnis Di Rural Area
Abstract
Rural area sering dihadapkan pada masalah minimnya lapangan pekerjaan dan keterbatasan variasi potensi usaha. Bentuk usaha peternakan kambing sangat tepat dan potensial untuk dipraktikkan pada daerah rural. Dua faktor penting yang sangat mempengaruhi keberhasilan usaha kambing adalah sumber pakan dan manajemen limbah baik kotoran maupun sisa pakan. Kegagalan dalam dua aspek tersebut maupun salah satunya dapat beresiko pada pertumbuhan dan perkembangan ternak. Oleh karena itu penelitian ini difokuskan kepada pengembangan bisnis peternakan kambing modern dengan pemanfaatan teknologi smart-warehouse yang dinamakan SEMAR. Model peternakan ini mengadopsi konsep PLECS yang menggabungkan lima komponen yaitu environment (lingkungan), technology (teknologi), concept (konsep), agriculture (agrikultur), dan needs (kebutuhan) dalam menentukan keputusan dan sistem operasional di dalamnya. SEMAR memiliki dua modifikasi utama pada bangunan peternakan yaitu Dung-W dan Food-W. Food-W merupakan pusat pemrosesan bahan pakan bernutrisi sedangkan Dung-W merupakan pusat pengelolaan kotoran untuk dijadikan pupuk, keduanya menggunakan teknologi rekayasa enzimatik. Pengembangan SEMAR dilakukan dengan metode waterfall yang terdiri dari lima tahapan utama yaitu pertama analisa, design, testing, penerapan, dan pemeliharaan. Untuk mengetahui potensi bisnis SEMAR dilakukan analisis bisnis dengan model Customers, Actors, Transformation, Process, Worldview, Owners, Environmental constraints (CATWOE) dan pemetaan keuangan. Hasilnya SEMAR merupakan bisnis waralaba yang berpotensi menyerap tenaga kerja pemuda lebih banyak, memiliki tingkat sustainabilitas yang tinggi terhadap lingkungan, konsisten terhadap pengembangan teknologi, dan prediksi pertumbuhan serta perluasan bisnis yang cepat dan kontinu, sehingga dapat membantu mengoptimalkan potensi bisnis di rural area. Menurut analisis bisnis yang dilakukan SEMAR layak untuk dilanjutkan. SEMAR diharapkan dapat menjadi bisnis yang efektif menyerap tenaga kerja dan menunjang kemandirian ekonomi di rural area.
Kata kunci: Rural area, Smart-warehouse, Peternakan, Semar
Full Text:
PDFReferences
Alam, S., Dobbie, G., Koh, Y. S., Riddle, P., & Rehman, S. U. 2014. Research on particle swarm optimizationbased clustering: A systematic review of literature and techniques. Swarm and Evolutionary Computation, 17, 1-13.
Aliaga, I. M. 2003. Study of Nutritive Utilization of Protein and Magnesium in Rats With Resection FF The Distal Small Intestine. Beneficial Effect of Goat Milk, J. Dairy Science, vol 86: 2968- 2966.
Amira, R.D., Roshanida, A.R., Rosli, M.I., Zahrah, M.S.F., Anuar, J.M., Adha, C.N. 2011. Bioconversion of empty fruit bunches (EFB) and palm oil mill effluent (POME) into compost using Trichoderma virens. Afr. J. Biotechnol. 10, 18775–18780.
A. Ratnaweera, S. Halgamuge, H. Watson. 2004. Self-organizing hierarchichial particle. IEEE Transaction on Evolutionary Computation 8 (3), 240-255.
Aribowo, A., Lukas, S., & Gunawan, M. 2008. Penerapan Algoritma Genetika pada Penentuan Komposisi Pakan Ayam Petelur. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi, B-21 - B-24. 7.
Ashari, M., Poerwoto, H., Andriati, R., Suhardiani, A., & Ali, M. 2018. Pendampingan Pembuatan Silapro (Silase Probiotik) pada Peternak Mule Jati Desa Pengkelak Mas Kecamatan Sakra Barat. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 1, 710-717.
Atmiyati. 2001. Potensi Susu Kambing Sebagai Obat dan Sumber Protein Hewani Untuk Meningkatkan Gizi Petani. Balai Penelitian Ternak, Bogor.
Caesar, C. A., Hanum, L., & Cholissodin, I. 2016. Perbandingan Metode ANNPSO Dan ANN-GA Dalam Pemodelan Komposisi Pakan Kambing Peranakan Etawa (PE) Untuk Optimasi Kandungan Gizi. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), 3(3).
Campbell, N. A. & J. B. Reece. 2008. Biologi, Edisi Kedelapan Jilid 3. Terjemahan: Damaring Tyas Wulandari. Jakarta: Erlangga.
Chamidah, Bedini, S., Turrini, A., Rigo, C., Argese, E., & Giovannetti, M. 2010. Soil Biology & Biochemistry Molecular characterization and glomalin production of arbuscular mycorrhizal fungi colonizing a heavy metal polluted ash disposal island, downtown Venice. Soil Biology and Biochemistry, 42(5), 758–765.
Department of Standard Malaysia. 2015. Plant - based organically produced foods - Requirement for production, processing, handling, labelling and marketing. SIRIM Berhad.
El Komy, M.H., Saleh, A.A., Eranthodi, A., Molan, Y.Y., 2015. Characterization Of Novel Trichoderma Asperellum Isolates to Select Effective Biocontrol Agents Against Tomato Fusarium wilt. Plant Pathol. J. 31, 50–60.
Imam, K., Purbowati, E., & Adiwinarti, R. 2016. Komposisi kimia daging kambing kacang jantan yang diberi pakan dengan kualitas berbeda. Animal Agriculture Journal, 2(4), 23-30.
Kusumastuti, T. A., & Susilol, B. 2018. Perkampungan Ternak Kambing: Wahana Eduwisata dan Sentra Produksi di Pedesaan (Pendekatan Ekonomi Lingkungan Berbasis Sistem Informasi Geografis). UGM PRESS. 10.
Naher, L., Yusuf, U.K., Ismail, A., Hossain, K., 2014. Trichoderma spp.: a biocontrol agent for sustainable management of plant diseases. Pak. J. Bot 46, 1489–1493.
N., Wiharto, & Salamah, U. 2012. Pengaruh Normalisasi Data pada Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagasi Gradient Descent Adaptive Gain (BPGDAG) untuk Klasifikasi. Jurnal ITSMART, Vol.1, No.1, 28-33.
Sari, S. A., Vitasari, P., & Salammia, L. A. 2018. Pengembangan Desain Mesin Penghancur Kotoran Kambing Dengan Menggunakan Metode QFD. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri, 4(2), 29- 34.
Sekolah Tani Muda. 2021. POC (pupuk organik cair) dalam seminar workshop pembuatan POC WE DAY UGM, Yogyakarta 5 Juni.
Sharma, B.L., Singh, S.P., Sharma, M.L., 2012. Bio-degradation of crop residues by Trichoderma species vis-à vis nutrient quality of the prepared compost. Sugar Tech. 14, 174–180.
Sundaramoorthy, S., Balabaskar, P., 2013. Biocontrol efficacy of Trichoderma spp. against wilt of tomato caused by Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici. J. Appl. Biol. Biotechnol. 1, 36–40.
Vázquez, M.B., Barrera, V., Bianchinotti, V., 2015. Molecular identification of three isolates of Trichoderma harzianum isolated from agricultural soils in Argentina, and their abilities to detoxify in vitro metsulfuron methyl. Bot. 93, 793–800.
Zafra, G., Moreno-Montaño, A., Absalón, Á.E., Cortés-Espinosa, D.V., 2015. Degradation of polycyclic aromatic hydrocarbons in soil by a tolerant strain of Trichoderma asperellum. Environ. Sci. Pollut. Res. 22, 1034–1042..
Refbacks
- There are currently no refbacks.