Karakteristik, Kompetensi dan Peran Konselor

Syamsu Yusuf LN

Abstract


Konseling adalah suatu aktivitas yang tidak dapat dilakukan secara mekanistis dan oleh sembarang orang, karena konseling merupakan suatu pertemuan antar manusia dalam suatu hubungan yang membantu (helping relationship) dan professional. Hubungan yang membantu itu difasilitasi oleh konselor dalam rangka merespon kebutuhan atau masalah konseli (konseli). Masalah-masalah konseli yang dapat dibantu melalui konseling diantaranya masalah  psikologis, pendidikan, karir, penikahan dan keluarga, dan hubungan interpersonal. Konseling dapat berlangsung dengan efektif, apabila konselor sebagai helper memiliki karakteristik atau kompetensi yang memfasilitasi proses dan keberhasilan konseling tersebut. Kompetensi konselor tersebut meliputi pengetahuan tentang teori-teori konseling, keterampilan dalam praktik konseling, dan kualitas (integritas) pribadi.


Keywords


konseling; konselor; kompetensi

Full Text:

PDF

References


Corey G. (2009). Theory and Practice of Counseling & Psychotherapy. Belmont, USA : Thomson Brooks/Cole.

Ellis A. (1973). Humanistic Psychotheraty (TheRational Emotive, Approach), New York : Mc Graw Hill Book Company.

Granello, Darcy, Haag & Young, Mark, E. (2012). Counseling Today (Foundations of Professional Identity). Boston: Pearson Education,Inc.

Hackney, H L. & Cormier. (2009). Professional Counselor. New Jersey : Upper Saddle River.

Yeo, A. (1993). Counseling : A Problem Solving Approach. Singapore : Armour.

Yusuf, S. (2009). Konseling Spiritual Teistik. Banfung: Rizqi Press


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.