Pendekatan Konseling Adaptif Dalam Konsteks Pendidikan Islam

Ira Suryani, Ahmad Syarqawi

Abstract


Kejenuhan para pelaksana konseling dalam mengaplikasikan pendekatan konseling yang lahir dibarat sudah semakin meningkat. Hal ini terjadi karena perubahan sistem kehidupan manusia yang selalu dinamis dan mengalami perubahan dari segala aspeknya. Disamping itu, sudah semakin banyaknya ditemukan berbagai kelemahan pada pendekatan barat, sehingga menuntut harus ada pendekatan kekinian. Tulisan ini bertujuan untuk mengupas tuntas tentang pendekatan konseling adaptif yang dianggap mampu dan sesuai dengan sistem kehidupan individu yang tinggal di Indonesia. Konseling adaptif tentu saja mengacu pada peramuan keilmuan konseling dengan keilmuan sistem sosial dan budaya masayarakat Indonesia dan telah diperbarui oleh ahli. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kajian pustaka. Metode ini merupakan metode yang menggali berbagai informasi dari berbagai buku-buku yang tersedia di perpustakaan, baik perpustakaan lembaga pendidikan (kampus, sekolah), maupun perpustakaan elektronik (tersedia pada jalur internet). Hasil penelitian ini mengugkapkan bahwa ada dua pendekatan konseling adaptif, yaitu konseling pancawaskita dari Padang (sumatera barat) dan konseling KIPAS dari Malang.

Keywords


konseling adaptif; pendidikan islam

Full Text:

PDF

References


Corey, G. (1991). Theory and Parctice of Counseling and Psychotherapy. California:Brooks/Cole Publishing Company. Hal:284.

Habsy, B. A & Wahyuni, F. 2019. Scientific Foundation Of Nusantara Culture Based Counseling Model: Kipas (Konseling Intensif Progressif Adaptif Struktur). European Journal of Education Studies.

Harahap, S. (2020). Wahdatul Ulum (Paradigma Pengembagan Keilmuan dan Karakter lulusan UINSU Medan). Medan: Perdana Pulishing. Hal: 45

Hidayat, D.R. (2018). Konseling di Sekolah (pendekatan-Pendekatan Kontemporer). Jakarta: Prenadamedia Group. Hal:3.

Mappiare-AT, A. (2017). Meramu Model Konseling Berbasis Budaya Nusantara: KIPAS (Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur). Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Budaya Konseling pada Fakultas Ilmu Pendidikan. Disampaikan pada Sidang Terbuka Senat Universitas Negeri Malang pada Tanggal 28 Februari 2017.

Mesiono, dkk. (2015). Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Medan: Perdana Publishing: Hal: 168

Mestika, Z. (2004). Metode Penelitian Kepustakan. Jakarta: Yayasan Bogor.

Mu’awanah, E & Hidayah, R. (2009). Bimbingan Konseling Islam (Di Sekolah Dasar). Jakarta: Bumi Aksara.

Nurihsan, A.J. (2016). Membangun Peradaban. Bandung: Refika Aditama: Hal;27

Prayitno. (1998). Konseling Pancawaskita: Kerangka Konseling Eklektik. Padang: Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Padang.

Prayitno. 2012. Wawasan Dasar Bimbingan dan Konseling. Padang. UNP Press. Hal: 4

Siddik, D& Rosnita. (2018). Serba-Serbi Pendidikan Islam (Dimensi Teoretis dan Praktis), Medan: Perdana Publishing.

Syafaruddin. (2010). Ilmu Pendidikn & Masyarakat Belajar ( Strategi Pendidikan untuk Pengembangan Sumber daya Manusia Era Global). Medan: Citapustaka Media Perintis.

Wahyuni, F, dkk. (2017). Menjawab Tantangan Global Dengan Konseling Model Kipas “Konseling Ramah Budaya” (Tinjauan Terhadap Konstruk Kipas). Prosiding Seminar Kaunseling Antarabangsa MALINDO5.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.