Kurikulum Tanggap Bencana bagi Mahasiswa Bimbingan dan Konseling

Alfiandy Warih Handoyo, Evi Afiati, Deasy Yunika Khairun

Abstract


Bencana alam dapat menimbulkan banyak dampak. Salah satu dampak yang paling ditakutkan dari bencana alam adalah trauma. Trauma apabila tidak mendapat penanganan yang tepat dapat berdampak massif dan berkelanjutan. Sekolah perlu membekali para peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan menghdapi situasi kebencanaan. Bimbingan dan konseling memegang peran kunci dalam upaya menyiapkan dan mengangani dampak kebencanaan pada peserta didik. Para calon guru bimbingan dan konseling harus dibekali dengan pengetahuan dan keteampilan penanganan kebencanaan agar saat bertugas mampu memberikan layanan terbaik dan optimal khususnya saat menghadapi situasi kebencanaan. Penelitian dilakukan dengan metode kajian literatur. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui urgensi kurikulum tanggap bencana beserta kompetensi yang diperlukan bagi mahasiswa bimbingan dan konseling. Hasil kajian menunjukkan bahwa para calon guru bimbingan dan konseling secara umum telah mendapatkan pengetahuan, hanya kurang tegas dalam mengimplementasikan pengetahuan terkait penanganan kebencanaan pada peserta didik.

Keywords


Trauma; Mahasiswa; Kurikulum; Bimbingan dan Konseling

Full Text:

PDF

References


Afiati, E., Handoyo, A. W., Muhibah, S., & Al Hakim, I. (2020). Terapi bermain bagi siswa korban bencana tsunami di Kecamatan Sumur Banten. Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling, 5(1).

Al-Nashr, M. S. (2018). Integrasi Pendidikan Siaga Bencana dalam Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah. MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, 6(2), 82–101.

APA, A. P. A. (2000). Diagnostic and statistical manual of mental disorders-IV-TR. Washington, DC: American Psychiatric Association.

Banten, P. P. (n.d.). Profil Provoinsi Banten. Retrieved July 18, 2019, from https://bantenprov.go.id/profil-provinsi/profil-banten

BNPB. (2017). Buku saku tanggap tangkas tangguh menghadapi bencana. Jakarta: BNPB.

BNPB. (2019). Infografis Tsunami Selat Sunda. /publikasi/infografis/tsunami-selat-sunda.html

BNPB. (2020). No Title. http://dibi.bnpb.go.id/

Bonanno, G. A., Westphal, M., & Mancini, A. (2011). Resilience to Loss and Potential Trauma. Ssrn. https://doi.org/10.1146/annurev-clinpsy-032210-104526

BPS. (2018). Banten dalam Angka 2018.

Chang, Y., Wilkinson, S., Potangaroa, R., & Seville, E. (2012). Resourcing for post-disaster reconstruction: a comparative study of Indonesia and China. Disaster Prevention and Management: An International Journal, 21(1), 7–21.

Daud, A., & Rydelius, P.-A. (2009). Comorbidity/overlapping between ADHD and PTSD in relation to IQ among children of traumatized/non-traumatized parents. Journal of Attention Disorders, 13(2), 188–196.

Desfandi, M. (2016). Urgensi Kurikulum Pendidikan Kebencanaan Berbasis Kearifan Lokal Di Indonesia. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 1(2). https://doi.org/10.15408/sd.v1i2.1261

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. (2016). Panduan operasional penyelenggaraan bimbingan dan konseling sekolah menengah atas (SMA). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Felton, J. W., Cole, D. A., & Martin, N. C. (2013). Effects of rumination on child and adolescent depressive reactions to a natural disaster: the 2010 Nashville flood. Journal of Abnormal Psychology, 122(1), 64–73. https://doi.org/10.1037/a0029303

Handoyo, A. W. (2017). Efektivitas pelatihan pengasuhan anak bagi ibu korban erupsi MERAPI. Universitas Pendidikan Indonesia.

Harville, E. W., Jacobs, M., & Boynton-Jarrett, R. (2015). When is exposure to a natural disaster traumatic? Comparison of a trauma questionnaire and disaster exposure inventory. PLoS One, 10(4), e0123632.

Honesti, L., & Djali, N. (2012). Pendidikan Kebencanaan Di Sekolah – Sekolah Di Indonesia Berdasarkan Beberapa Sudut Pandang Disiplin Ilmu Pengetahuan. Momentum, 12(1).

Kapur, G. ., & Baéz, A. (2017). International disaster health care: Preparedness, Response, Resource Management, and Education. In Designing Resilience. https://doi.org/10.2307/j.ctt5hjq0c.16

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Pedoman bimbingan dan konseling pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Kinchin, D. (2007). A guide to psychological debriefing: Managing emotional decompression and post-traumatic stress disorder. Jessica Kingsley Publishers.

Li, Z., & Tan, X. (2019). Disaster-Recovery Social Capital and Community Participation in Earthquake-Stricken Ya’an Areas. Sustainability, 11(4), 993.

Madyawati, L., & Sulistyaningtyas, R. E. (2020). Local Culture Games for Post-Disaster Trauma Healing in Early Childhood. 1st Borobudur International Symposium on Humanities, Economics and Social Sciences (BIS-HESS 2019), 508–512.

Murdaya, I. N. (2017). Implementasi Kurikulum Bimbingan dan Konseling Berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). 2017, 52–64.

National Commission on Children and Disasters. (2010). Report to the President and Congress. Rockville: Agency for Healthcare Research and Quality.

Paige, M. (2015). Competencies in trauma counseling: A qualitative investigation of the knowledge, skills and attitiudes required of trauma-competent counselors.

Parkinson, D. (2019). Investigating the increase in domestic violence post disaster: an Australian case study. Journal of Interpersonal Violence, 34(11), 2333–2362.

Paton, D. (2003). Disaster preparedness: A social-cognitive perspective. Disaster Prevention and Management: An International Journal, 12(3), 210–216. https://doi.org/10.1108/09653560310480686

Petal, M., & Izadkhah, Y. O. (2008). Concept Note: Formal and Informal Education for Disaster Risk Reduction. Knowledge Creation Diffusion Utilization, May, 5. https://www.researchgate.net/publication/237409235_Concept_Note_Formal_and_Informal_Education_for_Disaster_Risk_Reduction

Qouta, S., Punamäki, R.-L., & El Sarraj, E. (2003). Prevalence and determinants of PTSD among Palestinian children exposed to military violence. European Child & Adolescent Psychiatry, 12(6), 265–272.

Rochanie, & Handoyo, A. W. (2020). Curriculum of Disaster Response for Students of Guidance and Counselling. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 5(12), 676–684.

Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana. (2017). Pendidikan Tangguh Bencana. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Shaw, R., Shiwaku, K., & Yukiko, T. (2011). Disaster Education. https://doi.org/10.1108/s2040-7262(2011)0000007015

Shiwaku, K., Sakurai, A., & Shaw, R. (2016). Disaster resilience of education systems : experiences from Japan.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Tata, H. (2018). Memahami Potensi Bencana Geologio di Wilayah Banten. https://desdm.bantenprov.go.id/read/berita/280/MEMAHAMI-POTENSI-BENCANA-GEOLOGI-DI-WILAYAH-BANTEN.html

Widha, L., & Aulia, A. R. (2019). Play therapy sebagai bentuk penanganan konseling trauma healing pada anak usia dini. Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling Dan Dakwah Islam, 16(1), 100–111.

Zahara, S. (2019). Peran sekolah dalam pendidikan migitasi bencana di sekolah menengah atas. Pencerahan, 13(2), 144–155.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.