Kompetensi Konselor Multikultural: Esensi Dalam Mengimpelementasikan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah

Imam Setiawan

Abstract


Keberagaman kebudayaan di Indonesia mengharuskan konselor mempunya kompetensi multikultural, ini menjadi esensi yang sangat penting karena akan dapat mendukung keefektifan pada konselor pada saat pelaksanaan layanan bimbingan konseling di sekolah. Adapun tujuan dari penulisan artikel ini untuk memaparkan lebih mendalam berkaitan dengan esensi, analisa, dan implementasi kompetensi konselor multikultural di sekolah dengan pendekatan narrative review. Adapun hasil penelusuran diberbagai artikel implementasi bimbingan dan konseling multikultural dapat dilaksanakan oleh konselor dengan acuan penting sebagai berikut: 1) konselor menyadari dan memiliki kepekaan budaya,

2)  pemilihan teknik konseling bisa dimodifikasi sesuai dengan latar belakang budaya konseli.

3)  menyadari dan memahami adanya potensi perbedaan budaya baik antara konselor dengan konseli untuk memimimalisir hal-hal negatif yang timbul dari perbedaan budaya dalam proses konseling, 3) Konselor dituntut harus menguasai kemampuan komunikasi yang baik dalam memberikan bantuan (helping profession) ditengah keberagaman, 4) mencari dan memiliki informasi berkaitan dengan konseli yang akan mengikuti layanan yang berkaitan dengan ciri yang dimiliki, latar belakang budayanya, 5) konselor dapat memahami perbedaan cara penyampaian masalah pada konseli dari masing-masing budaya, 6) layanan dilaksanakan oleh konselor dan konseli berdasarkan semangat bhineka tunggal ika untuk menyatukan perbedaan dalam keharmonisan sesuai tujuan yang ingin dicapai. Kompetensi konselor multikultural akan menjadi prediktor yang berkaitan dengan seberapa baik penguasaan kompetensi profesional yang telah dimiliki oleh konselor sekolah.


Keywords


Kompetensi Konselor, Multikultural, Bimbingan dan Konseling

Full Text:

PDF

References


Akhmadi, A. (2017). Kompetensi Konseling Multibudaya Guru Bk Madrasah Aliyah Jawa Timur Alumni Diklat Bdk Surabaya. Jurnal Diklat Keagamaan, 11(1), 11– 21.

Atmoko, A., & Faridati, E. (2015). Bimbingan Konseling Untuk Multikultural di Sekolah. In Elang Mas (Elang Mas).

Azizah, N. (2018). Pendekatan Person Centered berbasis n ilai Budaya Jawa “ sopan santun ” untuk meningkatkan perilaku adaptif remaja di era disrupsi. Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan Dan Konseling), 2(1), 99–103.

Bastomi, H. (2020). Integrasi Kompetensi Multikultural dan Keadilan Sosial dalam Layanan Konseling. Komunika: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 14(2), 241– 258.

Bowles, R. (2007). Ethical Issues in Cross-Cultura l. 30–31.

Depdiknas. (2008). Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. In Depdiknas.

Elizar, E. (2018). Urgensi Konseling Multikultural Di Sekolah. Edukasi Lingua Sastra, 16(2), 13–22. https://doi.org/10.47637/elsa.v16i2.90

Erlamsyah. (2017). Konseling Multibudaya di Sekolah. PROSIDING|Semarak 50 Tahun Jurusan BK FIP UNP, 1–8.

Gani, I. (2019). Konseling Multikultular Dalam Penanganan Konflik Mahasiswa.

Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 6(1), 109–124.

Hajjar, S., Indrawaty, & A, S. (2014). Kompetensi pemahaman konselor terhadap pandangan hidup konseli yang berbeda budaya. Insight: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 3(1), 123–127.

Haryadi, R, Sulistiya, E., Mahfud, A., Sinaga, M. H. ., Latifah, A., & Tumanggor, H.

R. (2018). Bimbingan dan Konseling Populasi Khusus di Institusi Pendidikan. In

Deepublish (Deepublish).

Haryadi, Rudi. (2020). Korelasi Antara Kompetensi Profesional dan Multikultural.

Indonesia Journal of Learning Education and Counseling, 2(2), 124–129.

Haryati, T. ri, Sya’roni, S., & Jauhari, J. (2019). Problematika Konseling Multikultural. http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/2366

Hastuti, M. M. S., & Marheni, A. K. I. (2017). Kompetensi Konseling Multikultur Bagi Konselor Sekolah: Suatu Kajian Teoretis. JURNAL ILMIAH DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM BIMBINGAN DAN KONSELING, mcc, 4–6.

Herdi, H., Kartadinata, S., & Taufiq, A. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi kearifan konselor menurut perspektif calon konselor etnis Jawa. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 21(2), 162–174. https://doi.org/10.21831/pep.v21i2.13199

Hidayat, F., & Maba, A. P. H. (2018). Perspektif Bimbingan Dan Konseling Sensitif Budaya. Konseling Komprehensif, 5(1), 31–41.

Mappiare-AT, A. (2017). Meramu Model Konseling Berbasis Budaya Nusantara: KIPAS (Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur). Naskah Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Dalam Bidang Ilmu Budaya Konseling Pada Fakultas Ilmu Pendidikan., 1–65.

Patterson, L. (2004). Counseling Process 4th Edition. In Brooks Cole; 4th edition.

Brooks Cole; 4th edition.

Ramadhoni, S. R., & Bulantika, S. Z. (2020). Kompetensi Multikultural Bagi Konselor Sekolah. Journal of Guidance and Counseling Inspiration (JGCI), 1(1), 19–30.

Rohiman, I., & Pamuji, R. (2017). Pengembangan kesadaran multibudaya bagi calon konselor di era globalisasi. Prosiding Seminar Nasional Peran Bimbingan Dan Konseling Dalam Penguatan Pendidikan Karakter, 109–116.

Umar, N. F. (2017). Pengembangan Model Kepribadian Konselor Efektif Berbasis Budaya Siri na Pesse. Penelitian Pendidikan Insani, 20, 29–37.

Yusron, M. Z., Hidayah, N., & Atmoko, A. (2018). Pengembangan Konseling Person Centered Bermuatan Nilai Budaya Sasak. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 3(11), 1411–1416. http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.