ASESMEN PSIKOLOGIS DAN NILAI BUDAYA SEBAGAI LANDASAN KONSELING DALAM PENGEMBANGAN DIRI SISWA

Widiya Aris Radiani

Abstract


Layanan konseling berguna untuk membantu siswa dalam menyelesaikan masalah yang dirasakan dan membantu pengembangan dirinya. Guru Bimbingan dan Konseling diarahkan untuk dapat memahami siswa dengan melakukan penilaian terhadap tingkah laku, kecakapan mental dan karakteristik kepribadian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pemahaman bentuk dan tujuan penggunaan asesmen psikologis serta dasar nilai budaya yang dapat digunakan sebagai landasan layanan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen digunakan sebagai pengumpulan informasi dalam pemberian layanan, bahan evaluasi dan bahan diagnostik diri siswa. Asesmen tersebut dapat berupa tes kecerdasan, tes minat, tes bakat, tes kemampuan kerja, tes kepribadian, tes kematangan sosial, observasi, wawancara, angket, DCM, sosiometri, AUM-U, AUM-PTSDL dan ITP. Asesmen dipahami sebagai rencana tindakan dan strategi pendekatan efektif untuk peningkatan potensi serta pengembangan diri. Asesmen dapat menggambarkan tingkat intelektual, kepribadian, kemampuan menguasai keterampilan baru, kemampuan mengelola emosi, kebutuhan psikologis, gambaran profesi, minat dan bakat. Selain asesmen psikologis, nilai budaya juga dapat dijadikan dasar pemberian layanan koseling. Sistem nilai budaya berfungsi sebagai pedoman yang dapat memberikan arah dan orientasi bagi kehidupan masyarakat. Selain itu, secara psikologis, nilai budaya mampu memahami perilaku seseorang melalui peran sosialnya, norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat. Nilai budaya juga mampu membantu seseorang untuk memahami diri, menerima diri, mengarahkan dan mewujudkan diri dalam mencapai identitas kehidupan yang bermakna. Di dalam nilai budaya terkandung alternatif penyelesaian masalah, pengubahan dan penguatan perilaku, nilai kerendahan hati, amanah dan nilai aktualisasi diri serta kerja keras. Jika dapat menggambungkan antara asesmen psikologis dan nilai budaya maka dapat dengan mudah menyusun program layanan konseling sebagai upaya pengembangan diri siswa.

Keywords


Asesmen Psikologis, Nilai Budaya, Konseling

Full Text:

PDF

References


Arliani, Desi.,2018. Analisis Kesulitan Belajar Siswa dengan Menggunakan Instrumen DCM di SM P Negeri 18 Banda Aceh. Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan prodi Bimbingan dan Konseling UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Berger P.L. & Thomas Luckmann, L., 1991. The social construction of reality: a treatise in the sociology of knowledge. England. Penguin Books.

Boeree,C. George., 2005. Personality Theories (Melacak Kepribadian Anda Bersama Psikolog Dunia). (Terj. Inyiak Ridwan Muzir). Yogyakarta. Prismasophie.

Depdiknas., 2007. Panduan Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Jakarta. Depdiknas.

Ferdiansyah, M., 2016. Asesmen Terhadap Keterampilan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling dalam Menyusun Skripsi Penelitian Kualitatif. Jurnal Fokus Konseling. 2 (2).

Fathurrohman, Pupuh., 2014. Urgensi Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi. Bandung. PT Refika Aditama.

Gibson, R.L., Marianne, H.M., 2011. Bimbingan dan Konseling Edisi Ketujuh. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Komalasari, Gantina., 2011. Asesmen Teknik Nontes dalam Perspektif BK Komprehesif. Jakarta. PT. Indeks.

Koentjaraningrat., 1993.Masalah Kesukubangsaan dan Integrasi Nasional, Jakarta. UIP.

Laksono, W. Agung., Astuti, Yuli., 2020. Metode Myer Briggd Type Indicator (MBTI) untuk Tes Kepribadian sebagai Media pengembangan Diri (Studi Kasus: SMAN 2 Kebumen).JOISM: Jurnal of Information System Management. Vol.1, No,2.

Lubis, Namora, Lumongga., 2011. Memahami Dasar-dasar Konseling Dalam Teori dan Praktik. Jakarta. Kencana.

McLeod, J., 2010. Alih Bahasa oleh A. K. Anwar. Pengantar Konseling: Teori dan Studi Kasus. Jakarta. Kencana.

Matsumoto, D., 1996. Culture and psychology. Pacific Grove, CA. Brooks/Cole.

Misra, G., & Mohanty, A.K.,2002. Perspective on Indigenous Psychology, New Delhi, Concept Publishing Company.

Mugiarso, Heru., 2007.Bimbingan dan Konseling. Semarang. UPT UNNES Press.

Nurihsan, A.J. 2009. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung. PT. Refika Aditama.

Nurrohman, Heru., 2014. Program bimbingan dan konseling berbasis nilai-nilai budaya untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri peserta didik. Jurnal Penelitian Pendidikan UPI. vol 14, no.1.

Pedersen. 1991. Introduction to the Special Issu on Multiculturalism as Fourth a Force in Counseling : Journal of Counseling and Development, Vol. 70, No. 1.

Patuwo, Carlina. 2016. The Power of Self Awareness. Alex Media Komputindo. Jakarta.

Putranti, D. 2015. Studi Deskriptif Tentang Sarana dan Prasarana Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pertama. Psikopedagogia. 4(1).

Prapancha, Hary.,2011. Efekivitas Apperception Test dalam penanganan Kasus Klinis. TA. Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta, Jurnal SPIRITS, Vol.1, No.2.

Rakhmat, C., 2011. Hakikat Konseling Berbasis Budaya. Penyunting: Suherman dan Nandang Budiman (Pendidikan dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling). Bandung. UPI Press.

Ramli.S., 2016. Pendekatan Konseling. Jakarta. Kemendikbud.

Sari, N.L.K. Ratna., Hamidah , Marheni, Adijanti., 2020. Dinamika psikologis individu dengan gangguan kepribadian ambang, Jurnal Psikologi Udayana. Vol.7, No.2.

Satyawan. I. Imelia., Kiswantomo. Heliany., 2017. Penyusunan Norma EPPS Berdasarkan Tingkat Pendidikan SMA, Perguruan Tinggi dan Rentang Usia Dewasa Awal. Junal Humanitas. Vol. 1, No.1.

Sulystiyawati, Esthi.W, Purwaningsih. Indriyati E.,2014. Peran Hasil Tes Penjurusan Studi Terhadap pemilihan Jurusan pada Siswa SMA. Jurnal SPIRITS, Vol.5, No.1.

Setiawan, Andri.M., Rachman, Ali., 2018. Fakta Negatif Budaya Banjar dalam Pembentukan Perilaku Bullying Siswa SMA. Jurnal Konseling Andi Matappa. Vo. 2. No.2.

Suhesti Ertiati, Endang., 2012. Bagaimana Konselor Sekolah Bersikap. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Setiawan, Andri,M., Rachman, Ali., 2018. Fakta Negatif Budaya Banjar dalam pembentukan perilaku Bullying Siswa SMA. Jurnal Konseling Andi Matappa. Vol. 2 No. 2 Hal 72-76.

Sabri, tahmid., 2010. Memupuk kemandirian sebagai strategi pengembangan kepribadian individu siswa dalam belajar, jurnal pendidikan sosiologi dan Humaniora vol. 1 no. 1.

Sukardi, D., Kusmawati, D., 2008. Analisis Tes Psikologis Teori & Praktik. Jakarta .Rineka Cipta.

Sutoyo, A. 2014 . Pemahaman Individu Edis Revisi. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Surlata.,2015. Analisis Nilai-Nilai Budaya Karia dan Implementasinya dalam Layanan Bimbingan dan Konseling. Jurnal psikologi pendidikan & Konseling vol. 1 no. 1.

Wahidah, N., Cuntini, C., Fatimah,S. 2019. Peran dan aplikasi assessment dalam bimbingan dan konseling. Jurnal Fokus. Vol.2. No.2

Wiratna. Sujarweni, V., 2014. Metodeologi Penelitian . Yogyakarta : Pustaka Baru Perss. h.57.

Yulianto, Agus., 2018. Nilai-nilai luhur Budaya dalam papadah banjar di kalimantan selatan. Jurnal Kibas Cendrawasih, Vol.15, No.2.

Zamroni, Edris., 2019. Konseling berbasis Kearifan Lokal Indnesia sebagai Upaya penguatan Karakter Kebangsaan. Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan. Vol. 03 no. 01.

Zuhera, Yuni., Habibah., Mislinawati., 2017. Kendala Guru dalam Memberikan Penilaian Terhadap Sikap Siswa dalam Proses Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum 2013 di SD Negeri 14 Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Unsyiah Vol. 2 No.1, P 73-78


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.