FENOMENA NERIMO ING PANDUM DALAM KEPERCAYAAN DIRI GENERASI MILENIAL DI NGANJUK

Anisa Ultari Lisnanti

Abstract


Narimo ing pandum adalah perasaan yang tulus menerima segala kekurangan dan kelebihan terhadap hal yang telah dilakukan dan tidak pernah dikeluhkan. Narimo ing pandum yang berarti mau menerima kenyataan juga merupakan bagian dari kepribadian orang jawa dan cerminan dari lima sikap orang jawa. Narimo ing pandum menjadi salah satu fenomena yang dapat meningkatkan percaya diri dikalangkan generasi milenial. Tidak banyak generasi milenial yang memakai narimo ing pandum saat berada pada kesulitan hidup. Narimo ing pandum dapat meningkatkan keyakinan akan diri pada individu, meningkatkan tanggung jawab dan optimisme dalam hidup. Atas dasar pertimbangan fenomena di atas, peneliti mengkaji dan meneliti tentang proses perubahan generasi milenial terhadap narimo ing pandum untuk lebih percaya diri menghadapi berbagai masalah dalam hidup khususnya tantangan sebagai generasi milenial. Fokus penelitian diarahkan pada: (1)Pemaknaan nilai narimo ing pandum, (2)alasan memaknai narimo ing pandum dalam kehidupan, (3)proses peningkatan percaya diri melalui nilai narimo ing pandum. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif studi fenomenologi, penelitian ini dilakukan oleh peneliti dengan penyelidikan secara langsung dengan latar yang alamiah dan memusatkan perhatian pada suatu peristiwa secara rinci. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Temuan penelitian ini sebagai berikut: (1)keberagaman makna narimo ing pandum dikalangan generasi milenial, narimo ing pandum dimaknai sebagai kontrol diri, narimo ing pandum sebagai pelindung, narimo ing pandum sebagai bentuk kekuatan seseorang kepada untuk menopang kehidupannya, narimo ing pandum sebagai pembeda atau identitas, narimo ing pandum sebagai proses memperbaiki diri, menerima diri. (2)Faktor yang melatarbelakangi generasi milenial memaknai narimo ing pandum sebagai kekuatan untuk menopang hal buruk dalam kehidupan, kesiapan diri individu, kesadaran diri sendiri. (3)Proses perubahan diri yang dilakuan generasi milenial  melalui pemaknaan nilai narimo ing pandum yang terdiri dari perubahan dalam aspek meyakini kemamapuan dirinya, bertanggung jawab, optimis sehingga dapat meningkatkan percaya dirinya. Saran dalam penelitian ini adalah: (1)Kalangan generasi milenial yang memaknai nilai narimo ing pandum hendaknya perlu memaknai dan memahami setiap nilai yang ada dalam budaya masing-masing karena setiap nilai memiliki makna yang akan meningkatkan motivasi diri sehingga dapat meningkatkan kepercayaan yang ada pada diri dalam berkehidupan, sehingga memaknai Narimo ing pandum bukan hanya pada nilai itu saja tetapi banyak nilai-nilai lain yang banyak disampaikan melalui budaya, (2)Dengan pemaknaan narimo ing pandum di kalangan generasi  milenial  maka diharapkan nilai ini diperbanyak atau disebarkan pada generasi milenial lain agar dapat memperbanyak motivasi hidup melalui budaya, (3)sebagai rekomendasi lebih lanjut untuk mengadakan sebuah penelitian yang sejenis dengan menggunakan uji perbedaan antar orang lain dalam memaknai narimo ing pandum.


Keywords


Narimo Ing Pandum, Percaya Diri, Generasi Milenial

Full Text:

PDF

References


Ghony, M. D., & Almanshur, F. (2012). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: AR-RUZZ Media.

Kushartanti, A. (2009). Perilaku Menyontek Ditinjau dari Kepercayaan Diri. Jurnal Ilmiah Berkala Psikologi, 11(2), 38–46.

Marjanti, S. (2015). Uapaya Meningkatkan Rasa Percaya Diri Melalui Konseling Kelompok Bagi Siswa X IPS 6 SMA 2 Bae Kudus. Jurnal Konseling GUSJIGANG, 1(2).

Nugroho, I. S. (2018). Pendekatan Eksistensial-Humanistik berbasis nilai Budaya Jawa “narimo ing pandhum” untuk mereduksi kecemasan remaja di era disrupsi. Seminar Nasional Bimbingan Dan Konseling, 2(1), 46–54.

Prasetia, W. D. (2013). Hubungan Penerimaan Diri dengan Percaya Diri pada siswa kelas X SMAN 1 Grati Pasuruan. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Pratama, R. A. (2014). Peningkatan Kepercayaan Diri Melalui Pelatihan Asertif Pada Siswa Kelas VII C SMPN 2 Bukateja Tahun Pelajaran 2013/2014.

Prayekti. (2019). Konseptualisme dan Validasi Instrumen Narimo Ing Pandum (Studi pada SMK Jetis Perguruan Tamansiswa Yogyakarta) Prayekti. Jurnal Bisnis Teori Dan Implementasi, 10, 31–39.

Putri, R. K. (2018). Meningkatkan Self-Acceptance ( penerimaan diri ) dengan Konseling Realita Berbasis Budaya Jawa. Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan Dan Konseling) 2, 2(1), 118–128.

Rachmawati, H. R. (2018). Menggali nilai filosofi budaya Jawa sebagai sumber karakter generasi milenial : Konseling SFBT. Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan Dan Konseling), 2(1), 327–337.

Ubaedy. (2013). Total Cofiddence : 9 Langkah Mendongkrak Pede. Jakarta: Bee Media Pustaka


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.