Integrasi Konseling Realita dengan Seni Kreatif: Tinjauan Kajian Literatur

Wahyu Nanda Eka Saputra, Herman Titing, M Ramli

Abstract


Kreatifitas konselor menjadi salah satu aspek yang perlu dikuatkan konselor dalam memberikan pelayanan konseling. Kreatifitas konselor ini dapat mendorong munculnya pelayanan konseling yang bermakna dan memberikan dampak signifikan terhadap perubahan tingkah laku konseli. Tujuan artikel ini adalah memberikan paparan integrasi konseling realita dengan seni kreatif. Artikel ini adalah meta-analisis yang terstruktur dan sistematis dari perkembangan gagasan dan penelitian konseling realita yang dikaitkan dengan seni kreatif. Artikel ini merupakan analisis dari 51 artikel yang dipublikasikan pada tahun 2010 sampai 2020. Selain itu, terdapat 3 artikel imliah yang terkait langsung dengan kombinasi seni kreatif dengan konseling realita. Analisis dari artikel-artikel tersebut menemukan bahwa seni kreatif dapat meningkatkan efektifitas dari konseling realita dengan pola WDEP system. Seni kreatif yang dapat menunjang keefektifan pola WDEP system dari konseling realita adalah drawing, puppets, metaphors, and sandtrays. Kombinasi konseling realita dengan memanfaatkan seni kreatif seperti drawing, puppets, metaphors, and sandtrays menghasilkan pedoman operasional bagi konselor yang terdiri dari empat pertemuan konseling. Pedoman operasional kombinasi konseling realita dengan seni kreatif dibahas pada artikel ini. Temuan penelitian ini memberikan rekomendasi pada penelitian selanjutnya untuk mengidentifikasi keefektifan konseling secara empiris dalam mengatasi permasalahan tertentu pada konseli.


Keywords


kreatifitas; seni kreatif; konseling realita

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.