Multikulturalisme, Narasi Islamisme, dan Tantangan Pendidikan di Era Global

Muhammad Afifulloh, Muhammad Fahmi Hidayatullah

Abstract


Kondisi masyarakat majemuk di tengah kondisi global memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah memberikan kesempatan kepada semua orang untuk mendapatkan kesempatan dan hak yang sama seperti mendapatkan pendidikan, tempat tinggal, dan kehidupan layak dengan kompetisi yang dilakukan sehari-hari tanpa disadarinya. Namun multikulturalisme memberikan dampak negatif bagi mereka yang kehilangan peluang dalam hidupnya hingga pada akhirnya membangun narasi negatif melalui sekte atau kelompok yang dibentuk dengan mengatasnamakan identitas agama mayoritas. Kondisi inilah yang menjadikan negara waspada terhadap narasi Islamisme atas dasar kepentingan kelompok dan berdampak pada gerakan ekstrimisme. Kondisi global menjadikan semua orang memiliki kesempatan dalam melakukan edukasi melalui apapun dan tak terbatas oleh ruang dan waktu. Melalui penelitian ini, akan dijabarkan konsep multikulturalisme yang selaras dengan kondisi masyarakat Indonesia dengan mewaspadi narasi Islmisme di tengah kondisi Global. Adapun metode penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan jenis penelitian studi kasus.

Full Text:

PDF

References


Azra, Azyumardi. 2007. ―Identitas dan Krisis Budaya: Membangun Multikulturalisme Indonesia.‖ http://www.kongresbud.budpar.go.id/58%20ayyumardi%20azra.htm.

Brookings Institution Press.

Fikri, Zainal. “Narasi Dediradikalisasi di Media Online Republika dan Ar Rahmah”, Jurnal Lektur Keagamaan. Vol. 11 No. 2 (2013).

Fitri, Susi. “Multikulturalisme”. dalam http://susvie.wordpress.com/ 2008/08/11/multikulturalisme/, diakses pada tanggal 20 Juli 2010.

Heywood, Andrew. 2007. Political Ideologies (4th Edition). Palgrave: McMillan.

Ichtiyanto. 2005. Masyarakat Majemuk dan Kerukunan Hidup Beragama dalam Meretas Wawasan & Praksis Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Keagamaan Puslitbang Kehidupan Beragama Depag RI.

Maarif, Ahmad Syafii. “Setelah "Bela Islam", Gerakan Sosial Islam, Demokratisasi, dan Keadilan Sosial,” Jurnal Maarif. Vol. 11 No. 2 (Desember 2016).

Mahmudi., Zulaeha, Ida., dan Supriyanto, Teguh. “Menulis Narasi dengan Metode Karyawisata dan Pengamatan Objek Langsung Serta Gaya Belajarnya,” Jurnal Journal of Primary Education. Vol. 2 (Januari 2013).

Mudzakkir, Amin. “Islam dan Politik di Era Kontemporer,” Jurnal Epistemé. Vol. 11, No. 1, (Juni 2016).

Mudzar, M. Atho. 2005. Pengembangan Masyarakat Multikultural Indonesia danTantangan ke depan (Tinjauan dari aspek Keagamaan dalam Meretas Wawasan & Praksis Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Keagamaan Puslitbang Kehidupan Beragama Depag RI. Konsep Multikulturalisme.

Naim, Ngainun., & Sauqi, Achmad. Pendidikan Multikultural; Konsep dan Aplikasi. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media Group, 2010.

Nasikun. 1989. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: Rajawali Press.

Noris, Pippa. (2000).Global Governance and Cosmopolitan Citizens, dalam Joseph S.

Nye and John D. Donahue, Governance in a Globalizing World, Washington:

Parekh, Bikhu. 2001. Rethinking Multiculturalism. Harvard.

Puspita, Hari. “Tradisi Petan dan Medsos,” Majalah Al-Fikr. (Mei-Oktober 2017).

Ummah, Sun Choirol. “Akar Radikalisme Islam di Indonesia,” Jurnal Humanika. No.12 (September 2012).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.