MODERASI BERAGAMA SEBAGAI TINDAKAN PREVENTIF GERAKAN RADIKALISME BAGI ANAK USIA DINI DI MASA PANDEMI

Titis Thoriquttyas, Ahmad Bayhaqi Alfariz, Fitria Nada, Lihoa Indriani, Linda Handayani, Maratus Solikah

Abstract


Tulisan ini menjelaskan tentang bagaimana paham radikalisme yang berkembang dan menyebar pada anak usia dini, serta mdoerasi beragama yang digunakan untuk memperteguh dan memperkuat ajaran Islam pada anak usia dini sangat diperlukan. Hal ini dikatakan penting karena anak khususnya pada usia dini membutuhkan dukungan dan keteladanan dari orang dewasa seperti orang tua dan guru. Maka dari itu untuk mencegah dan menangkal paham radikalisme agar tidak masuk kedalam diri anak usia dini yaitu dengan cara menanamkan nilai moderasi agama dan islam moderat pada anak sejak dini. Oleh karena itu keharusan atas pemilihan informasi yang baik dan benar agar tidak terdapat adanya unsur radikalisme yang masuk kedalam diri kita. Pembentukan perilaku dan ucapan merupakan salah satu hal penting yang mengandung bentuk potensi radikalisme. Disisi lain hal ini tentunya dapat membuat pemahaman anak yang berasal dari proses belajar saat berada di sekolah maupun luar sekolah, yang akan digunakan sebagai landasan dalam melakukan sesuatu. Maka dari itu  untuk mengantisipasi agar paham radikalisme, ada beberapa strategi yang cocok untuk menghindari adanya radikalisme yaitu melalui pendidikan islam yang moderat.

Full Text:

PDF

References


Abdullah, M. A. (2017). Islam Di Indonesia Atau Islam Indonesia (Studi Pergulatan Definisi Dan Jatidiri). Jurnal Sosiologi Agama, 9(2), 1–28.

Abdullah, N., & Mohamed Osman, M. N. (2018). Islamisation in the Indonesian media spaces new sites for a conservative push. Journal of Religious and Political Practice, 4(3), 214–232.

Agustin, M., Puspita, R. D., Nurinten, D., & Nafiqoh, H. (2020). Tipikal Kendala Guru PAUD dalam Mengajar pada Masa Pandemi Covid 19 dan Implikasinya. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 334–345.

Amar, A. (2018). Pendidikan Islam Wasathiyah ke-Indonesia-an. Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman, 2(1), 18–37.

Anugrahana, A. (2020). Hambatan, Solusi dan Harapan: Pembelajaran Daring Selama Masa Pandemi Covid-19 Oleh Guru Sekolah Dasar. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 10(3), 282–289.

Arif, M. K. (2020). MODERASI ISLAM (WASATHIYAH ISLAM) PERSPEKTIF AL-QUR’AN, AS-SUNNAH SERTA PANDANGAN PARA ULAMA DAN FUQAHA. Al-Risalah, 11(1), 22–43.

Bakir, M., & Othman, K. (2017). Wasatiyyah (Islamic Moderation): A Conceptual Analysis from Islamic Knowledge Management Perspective. Journal of Islamic Thought and Civilization, 1(7).

Fadlilah, A. N. (2020). Strategi Menghidupkan Motivasi Belajar Anak Usia Dini Selama Pandemi COVID-19 melalui Publikasi. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 373–384.

Faiqah, N., & Pransiska, T. (2018). Radikalisme Islam Vs Moderasi Islam: Upaya Membangun Wajah Islam Indonesia Yang Damai. Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 17(1), 33–60.

Hamid, A., Mahmud, A., & Aldiawan, A. (2020). Strategi Dosen Pendidikan Agama Islam dalam Mencegah Ekslusivitas dan Radikalisme Pada Kegiatan Keagamaan Mahasiswa. Halaqa: Islamic Education Journal, 3(2), 75–89.

Iftitah, S. L., & Anawaty, M. F. (2020). Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Di Rumah Selama Pandemi Covid-19. JCE (Journal of Childhood Education), 4(2), 71–81.

Juanda, J. (2019). Pendidikan Karakter Anak Usia Dini melalui Sastra Klasik Fabel Versi Daring. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 39–54.

Kusmayani, A. E. P. (2019). Deradikalisasi menggunakan media boardgame pada kaum milenial: Studi pada program boardgame for peace di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peace Generation [PhD Thesis]. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Mohamad, H., Yaakub, R. M., Pearson, E. C., & Sim, J. T. P. (2018). Towards Wawasan Brunei 2035: Early Childhood Education and Development in Brunei Darussalam. Dalam International Handbook of Early Childhood Education (hlm. 551–567). Springer.

Nurhayati, S., Pratama, M. M., & Wahyuni, I. W. (2020). Perkembangan Interaksi sosial Dalam meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Melalui Permainan Congklak Pada Anak usia 5-6 tahun. Jurnal Buah Hati, 7(2), 125–137.

Ramli, S. (2014). EKSKLUSIVITAS KEGIATAN KEAGAMAAN MAHASISWA (ROHIS) DI PTU: BIBIT-BIBIT RADIKALISME? Pusat Pengembangan Kehidupan Beragama LP3 UNM Malang dan CV. Dream Litera Buana, 18–40.

Rohayani, F. (2020). Menjawab Problematika yang Dihadapi Anak Usia Dini di Masa Pandemi Covid-19. Qawwam, 14(1), 29–50.

Saihu, S., & Marsiti, M. (2019). PENDIDIKAN KARAKTER DALAM UPAYA MENANGKAL RADIKALISME DI SMA NEGERI 3 KOTA DEPOK, JAWA BARAT. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam, 1(1), 23–54.

Syahputra, M. C. (2020). Jihad santri millennial melawan radikalisme di era digital: Studi Gerakan Arus Informasi Santri Nusantara di media sosial. Jurnal Islam Nusantara, 4(1), 69–80.

Wishnu, H. M. P. (2019). Upaya United Nations Development Programme dalam Mengatasi Radikalisme Agama di Indonesia [PhD Thesis]. Universitas Andalas.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.