MODERASI BERAGAMA DI PERGURUAN TINGGI UMUM SWASTA

Yulianti Yulianti

Abstract


Allah mentakdirkan manusia hidup pada kontekstasi keragaman dalam segala aspek. Khususnya kita sebagai warga Indonesia berbhineka tunggal ika, kata tunggal mencerminkan satu dari jamak aneka keragaman suku, bahasa, budaya, adat dan seterusnya yang biasa disebut multikultural. Inilah sebagian karakteristik masyarakat Indonesia dari sabang sampai merauke, berbeda suku tapi tetap satu juga. Selain itu, dalam sejarah sudah diajarkan terkait golongan keturunan, mulai rakyat jelata bahkan hingga golongan darah biru atau ningrat. Demikian juga dalam dunia akademisi, sering terasa adanya perbedaan strata pendidikan menjadikan ilmu yang dimiliki kurang memuaskan bagi pengguna, sehingga yang punya jabatan ataupun tingginya pendidikan semakin menjadi kuat dalam metode penguasaan pembelajarannya. Melalui pendekatan kajian pustaka dalam menelusuri berbagai referensi keislaman dapat disimpulkan bahwa moderasi Islam bukan menjadi hal baru bagi akademisi, di Perguruan Tinggi Umum Swasta (PTUS) karena banyaknya persamaan dan perbedaan dalam lembaga ini justru lebih mudah dimengerti daripada kalangan mahasiswa pendatang yang belajar dari luar budaya di sekitar lembaga. Hal ini ditunjukkan minimnya demonstrasi yang dilakukan segolongan masyarakat kampus akibat gagalnya pemahaman dalam menafsirkan fenomena yang mungkin sebagian menjadi dampak kebijakan lembaga untuk menjunjung tinggi asas musyawarah, mensosialisasi prosedur kebijakan yang memihak kepentingan umum yang memang dilakukan untuk kemaslakhatan warga kampus sebagai bentuk internalisasi moderasi beragama di lingkungan kampus. Serta adanya kesadaran semua kepentingan akan hak dan kewajiban setiap akademisi dalam penjaminkan mutu pendidikan di lembaganya demi terciptanya lingkungan yang kondusif,  nyaman damai untuk proses perkuliahan

Full Text:

PDF

References


Darmayanti, & Maudin. (2021). Pentingnya Pemahaman dan Implementasi Moderasi Beragama dalam Kehidupan Generasi Milenial. Syattar, 2(1), 40–51. http://www.jurnal-umbuton.ac.id/index.php/syattar/article/view/888

Fuad, A. J. (2019). Pengembangan Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum Swasta Berbasis Agama. Conference on Islamic Studies (CoIS), Suwendi, 194–204.

Haris, D. M. N., Riyanti, R., & Arif, R. M. (2021). Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Melalui Pendidikan Karakter Dalam Mata Kuliah Agama Islam ( Studi Kasus Universitas Tanjungpura ). 5(1), 61–69.

Jamaluddin, J. (2022). Implementasi Moderasi Beragama di Tenag Multikulturalitas Indonesia. AS-SALAM Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman, 7(1), 1–13. https://journal.stai-yamisa.ac.id/index.php/assalam/issue/view/10

Junaedi, E. (2019). Inilah Moderasi Beragama Perspektif Kemenag. Harmoni, 18(2), 182–186. https://doi.org/10.32488/harmoni.v18i2.414

Ninla Elmawati Falabiba. (2019). 済無No Title No Title No Title.

Purwanto, Y., Qowaid, Ma’rifatanini, L., & Fauzi, R. (2019). Internalisasi Nilai Moderasi Melalui Pendidikan Agama Islam Di Internalizing Moderation Value Through Islamic Religious Education. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 17(2), 110–124.

Rahayu, luh riniti, & Lesmana, putu surya wedra. (2019). Moderasi Beragama di Indonesia. Intizar, 25(2), 95–100.

Sandi Pratama1, A. M. (n.d.). Kinerja Dosen Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam | Unismuh Makassar Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam | Unismuh Makassar Pendahuluan Pendidikan merupakan kebutuhan manus. 2(1), 24–32.

Supriono, Khoiri, M., & Ansori, M. (2021). Moderasi Beragama dalam Bernegara. 2.

Syatar, A., Amiruddin, M. M., Haq, I., & Rahman, A. (2020). Darurat Moderasi Beragama di Tengah Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Dan Keagamaan, 13(1), 1–13.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.