ANALISIS VALUE ENGINEERING PADA PEKERJAAN STRUKTUR ATAS PROYEK KONSTRUKSI DAN PENERAPAN DENGAN KONSEP BIM (STUDI KASUS: PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PELAYANAN KANKER WANITA DAN ANAK RS KANKER DHARMAIS)
Abstract
Proyek Pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Wanita dan Anak RS Kanker Dharmais merupakan proyek yang memiliki pekerjaan struktur atas dengan nilai pekerjaan cukup besar yaitu sebesar Rp59,248,518,684. Setelah dilakukan analisis, komponen pekerjaan yang memiliki nilai terbesar yaitu pada kolom, balok dan plat. Selain itu, proyek ini memiliki bobot dan volume pekerjaan yang besar serta terdapat pengerjaan yang berulang khususnya pada kolom, balok, dan plat. Hal tersebut menyebabkan waktu pengerjaan menjadi cukup lama dan biaya yang cukup besar. Maka dari itu, untuk pekerjaan kolom, balok dan plat dapat dikatakan layak untuk dilakukan value engineering. Value engineering dilakukan untuk menekan biaya perencanaan dengan melalui beberapa tahapan antara lain tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, dan tahap rekomendasi. Hasil yang diperoleh setelah melakukan value engineering dengan menggunakan dua alternatif yaitu alternatif precast dan mengurangi dimensi dan menaikkan mutu beton didapatkan nilai penghematan untuk pekerjaan kolom, balok, dan pelat lantai. Dari hasil penelitian diperoleh alternatif pengganti desain dari pekerjaan pelat lantai adalah pelat lantai hollow core slab (HCS) dengan besar penghematan sebesar Rp1.678.451.670 atau 10,20% dari desain awal. Untuk pekerjaan balok, didapatkan alternatif pengganti desain awal balok menggunakan alternatif balok konvensional dengan menaikkan mutu beton untuk mengurangi dimensi dengan besar penghematan sebesar Rp 2.986.453.440 atau 15,16% dari desain awal. Untuk pekerjaan kolom, didapatkan alternatif pengganti desain awal kolom menggunakan alternatif kolom konvensional dengan menaikkan mutu beton untuk mengurangi dimensi dengan besar penghematan sebesar Rp 1.277.916.133 atau 11,63% dari desain awal. Dari penghematan diatas, penggunaan alternatif metode konvensional dengan menaikkan mutu beton untuk mengurangi dimensi lebih menghasilkan penghematan lebih banyak jika dibandingkan dengan metode precast. Jika alternatif desain tersebut diterapkan sebagai desain gabungan dari pekerjaan struktur atas maka penggunaan alternatif konvensional dengan menaikkan mutu beton untuk mengurangi dimensi dapat diterapkan sebagai pengganti desain awal dengan besar penghematan sebesar Rp 2.408.815.822 atau 4,07%.
Kata kunci: : Value Engineering, Struktur Atas, Penghematan Biaya
Kata kunci: : Value Engineering, Struktur Atas, Penghematan Biaya
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.