KAJIAN KELECAKAN DAN KUAT TEKAN BETON SELF- COMPACTING CONCRETE (SCC) DENGAN BAHAN TAMBAHAN LIMBAH PLASTIK LDPE SEBAGAI CAMPURAN AGREGAT KASAR
Abstract
Sampah adalah salah satu permasalahan yang sulit untuk diatasi, utamanya sampah anorganik
seperti plastik yang tidak mudah terurai. Pada tahun 2021 total sampah di Indonesia ± 68,5 juta
ton,dengan sampah plastik sekitar 17% atau 11,6 juta ton. Limbah plastik jenis Low Density
Polyethylene (LDPE) akan diteliti dan dimanfaatkan sebagai pengganti agregat kasar. Jumlah
penggunaan limbah plastik yang dipakai yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dari volume agregat kasar.
Standar uji kelecakan beton berdasarkan pada EFNARC. Pengujian kekuatan beton dihitung
berdasarkan SNI 1974 - 2011, kuat tarik belah dalam SNI 2491 - 2014 dan modulus elastisitas pada
ASTM C 469-02 dengan SNI 2847 - 2013 sebagai perbandingan. Mutu beton rencana adalah 25 MPa
berdasarkan kekuatan beton normal. Nilai maksimal kuat tekan beton SCC didapatkan pada variasi
dengan kadar 10% sebesar 38,14 MPa pada hari ke 14 dan 36,67 MPa pada hari ke 28. Kekuatan
beton paling kecil didapatkan pada variasi 20% dengan nilai 32,23 MPa pada hari ke 14 dan 29,20
MPa pada hari ke 28. Hasil pengujian kuat tarik belah dari variasi sampel 0%, 5%, 10%, 15%, dan
20% secara berturut-turut yaitu 2,39 MPa, 2,812 MPa, 3,171 MPa, 2,268 MPa, 1,850 MPa. Setiap
variasi beton memiliki tiga sampel benda uji. Modulus elastisitas paling tinggi didapatkan pada
variasi 20% dengan nilai 32141,75 MPa dan nilai terkecil pada variasi 5% yaitu 26871,07 MPa.
Berbeda dengan ASTM C 469-02, perhitungan nilai modulus elastisitas berdasarkan SNI 2847-2013
berbanding lurus dengan nilai kekuatan tekan beton. Sehingga hasil dari modulus elastisitas
berbeda berdasarkan standar yang digunakan. Perbandingan paling besar terjadi pada variasi
limbah plastik 20% dengan selisih modulus elastisitas sekitar 21%.
Kata kunci: LDPE, self-compacting concrete, kelecakan, sifat mekanis beton.
Full Text:
PDFReferences
ASTM, C. 469-02 (2002). Standard test method for static modulus of elasticity and Poisson’s ratio of concrete
in compression. ASTM International, United States.
Concrete, S. C. (2005). The European guidelines for self-compacting concrete.
BIBM, et al, 22, 563.
Hayu, G.A. (2017). Karakteristik Self-Compacting Concrete Menggunakan Campuran Limbah Plastik
Polyethylene Terephthalate Dan Superplasticizer. Repository Unej. Universitas Jember.
Dewi, S. U., & Purnomo, R. (2017). Pengaruh Tambahan Limbah Plastik HDPE (high density polyethylene)
Terhadap Kuat Tekan Beton Pada Mutu k. 125. TAPAK (Teknologi Aplikasi Konstruksi): Jurnal Program
Studi Teknik Sipil, 6(1).
EFNARC, S. (2002). EFNARC Guidelines for self-compacting concrete. EFNARC,
UK (www. Efnarc. org), 1-32.
Dehn, F., Holschemacher, K., & Weiße, D. (2000). Self-compacting concrete (SCC) time development of the
material properties and the bond behavior. Selbstverdichtendem Beton, 5, 115-124.
Okamura, H., & Ouchi, M. (2003). Self-compacting concrete. Journal of advanced concrete technology, 1(1), 5-
Nasional, B. S. (2014). SNI 2491: 2014. Metode uji kekuatan tarik belah spesimen beton silinder. Badan
Standarisasi Nasional, Jakarta.
ASTM, C. 469-02 (2002). Standard test method for static modulus of elasticity and Poisson’s ratio of concrete
in compression. ASTM International, United States.
Nasional, B.S. (2000). Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal. SK SNI, 3, 2834-2000.
Nasional, B.S. (2011). SNI 2493-2011: Tata cara pembuatan dan perawatan benda uji beton di
laboratorium. Dinas Pekerjaan Umum. Jakarta.
Nasional, B. S. (2013). Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung (SNI 2847: 2013). Jakarta: BSN.
Refbacks
- There are currently no refbacks.