EVALUASI KINERJA STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT TINGGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALISIS RESPONS SPEKTRA DAN ANALISIS RIWAYAT WAKTU (STUDI KASUS: GEDUNG KULIAH BERSAMA A19 UNIVERSITAS NEGERI MALANG)
Abstract
Evaluasi terkait performa struktur suatu bangunan saat menerima gaya gempa penting
dilakukan mengingat gaya gempa bersifat menghancurkan bangunan. Dengan adanya evaluasi
tersebut, kerugian material dan korban jiwa akibat gempa dapat diminimalisir. Pada penelitian
terdahulu mengenai evaluasi kinerja struktur menggunakan analisis respons spektra dan analisis
riwayat waktu, sering kali didapatkan hasil berbeda yang diperoleh dari kedua analisis tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian-penelitian tersebut dengan menggunakan studi kasus bangunan yang
berbeda-beda, maka Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19 perlu dievaluasi kinerja strukturnya guna
mengidentifikasi tingkat keamanan struktur dalam menahan gaya gempa dan menjamin
keselamatan pengguna bangunan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon struktur GKB A19 berdasarkan hasil
analisis respons spektra dan analisis riwayat waktu apabila ditinjau dari displacement, storey drift,
dan base shear. Storey drift hasil kedua analisis digunakan untuk menentukan performance level
bangunan sesuai dengan ketentuan ATC-40. Setelah displacement, storey drift, base shear, dan
performance level dari kedua analisis didapatkan, dilakukan perbandingan untuk mengidentifikasi
perbedaan hasil analisis respons spektra dan analisis riwayat waktu. Setelah mengumpulkan data-
data yang dibutuhkan dalam proses analisis maka selanjutnya dilakukan analisis dengan bantuan
software ETABS 2018. Pembebanan struktur menggunakan ketentuan SNI 1727:2013. Hasil
analisis software ETABS yang ditinjau adalah displacement, storey drift, dan base shear. Hasil yang
didapat dari ETABS kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel. Respon struktur terhadap
beban gempa dikontrol dengan SNI 1726:2019 dan performance level struktur bangunan
dikategorikan sesuai ketentuan ATC-40.
Base shear respons spektra sebelum penskalaan gaya pada arah-x bernilai 63% lebih kecil
dari riwayat waktu Chi-Chi; 65% lebih kecil dari riwayat waktu Imperial Valley; 63% lebih kecil
dari riwayat waktu Irpinia dan pada arah-y bernilai 62% lebih kecil dari riwayat waktu Chi-Chi;
60% lebih kecil dari riwayat waktu Imperial Valley; 59% lebih kecil dari riwayat waktu Irpinia.
Setelah dilakukan penskalaan gaya base shear yang didapat dari kedua analisis relatif sama. Di sisi
lain, performance level yang didapatkan dari hasil kedua analisis sama yaitu immediate occupancy.
Kata kunci: Respons Spektra, Riwayat Waktu, Displacement, Storey Drift, Base Shear, Performance
Level
Full Text:
PDFReferences
Applied Technology Council. 1996. Seismic Evaluation and Retrofit of Concrete Buildings. California: California
Seismic Safety Commission.
Bayyinah, D. A. L. N., & Faimun, F. 2017. Studi Perbandingan Analisis Respon Spektra dan Riwayat waktu untuk
Desain Gedung. Jurnal Teknik ITS, 6(1), 33–38. Dari
https://doi.org/10.12962/j23373539.v6i1.21617.
Departemen Pekerjaan Umum. 1983. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPIUG). Jakarta:
Departemen Pekerjaan Umum.
Departemen Pekerjaan Umum. 1987. Pedoman Perencanaan Pembebanan Indonesia untuk Rumah dan Gedung
(PPPURG). Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.
Kementrian PUPR. 2021. Desain Spektra Indonesia. Ditjen Cipta Karya (online),
(http://rsa.ciptakarya.pu.go.id), diakses 29 Januari 2023.
Hidayat, L. F. K. 2018. Evaluasi Kinerja Struktur Gedung 11 Lantai dengan Analisis Riwayat Waktu dan Respon
Spektra Ditinjau pada Drift Ratio, Displacement, dan Keruntuhan Gempa (Studi Kasus: Gedung
Fakultas Farmasi Universitas Airlangga). Skripsi tidak diterbitkan. Malang: FT UM.
Putra, M. P., Isneini, M., & Noorhidana, V. A. 2021. Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat dengan Metode
Analisis Riwayat waktu (Studi Kasus: Apartemen Kingland Avenue Serpong). JRSDD UNILA, 9(1),
–176. ISSN: 2715-0690.
Standar Nasional Indonesia 1726. 2019. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan
Gedung dan Non Gedung. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
Standar Nasional Indonesia 1727. 2013. Beban Desain Minimum dan Kriteria Terkait untuk Bangunan Gedung
dan Bangunan Lain. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
Suharjanto. 2013. Rekayasa Gempa (Dilengkapi dengan Analisis Beban Gempa Sesuai SNI 03-1726:2002).
Yogyakarta: Kepel Press.
Refbacks
- There are currently no refbacks.