ANALISIS PERBEDAAN RESPON STRUKTUR GEDUNG KULIAH BERSAMA UNIVERSITAS AIRLANGGA ANTARA MENGGUNAKAN PELAT KONVENSIONAL dan WAFFLE SLAB

Iqbal Farchansyah Romadloni, Prijono Bagus Susanto, Mohammad Bambang Sulton

Abstract


Meningkatnya kebutuhan bangunan dalam masyarakat seiring berjalannya waktu serta gencarnya
pembangunan menjadi suatu alasan dikembangkannya teknologi konstruksi dan sistem struktur.
Berdasarkan SNI 1726:2019 pasal 7.10 tidak hanya elemen struktur kolom yang menahan gaya
seismik, akan tetapi elemen struktur pelat dan balok juga ikut berkontribusi menahan gaya seismik.
Untuk menghindari pengaruh getaran gempa terhadap suatu struktur diperlukan suatu sistem
struktur yang mempunyai kekakuan pelat yang cukup besar. Struktur pelat berusuk (waffle slab)
dapat menjadi alternatif solusi untuk mereduksi lendutan yang terjadi akibat beban pada struktur
gedung bentang lebar. Analisis ini dilakukan dengan membuat 3 pemodelan yakni pemodelan 1-
pelat konvensional, pemodelan 2-pelat menggunakan waffle slab, dan pemodelan 3-pelat
menggunakan waffle slab dengan pengurangan kolom. Untuk mempermudah pemodelan maka
digunakan bangunan yang sudah ada yakni Gedung Kuliah Bersama Universitas Airlangga. Dimana
gedung tersebut terdiri dari 11 lantai dan 1 basement. Rancangan dalam analisis ini menggunakan
program bantu berbasis elemen hingga untuk mencari respons struktur. Kriteria pada analisis ini
meliputi: lendutan, gaya geser dasar, periode fundamental struktur dan simpangan antar lantai
yang terjadi. Kesimpulan hasil analisa perhitungan pada setiap konfigurasi memiliki respon
struktur yang berbeda. Waffle slab memiliki lendutan yang lebih besar dibandingkan dengan sistem
pelat konvensional namun masih dalam batas aman. Periode fundamental struktur waffle slab lebih
besar daripada sistem pelat konvensional. Gaya geser dasar pada waffle slab lebih kecil
dibandingkan sistem pelat konvensional. Simpangan antar lantai sistem waffle slab lebih besar
dibandingkan dengan pelat konvensional.


Kata kunci: Waffle slab, respon struktur, lendutan, simpangan


Full Text:

PDF

References


Asroni, A. (2010). Balok dan Pelat Beton Bertulang. In Graha Ilmu.

Badan Standardisasi Nasional. 2017. Baja Tulangan Beton. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. 2019. Persyaratan Beton Struktural Untuk Gedung. Jakarta: Badan Standardisasi

Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. 2019. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan

Gedung dan Non Gedung. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. 2020. Beban Minimum Untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain.

Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Departemen Pekerja Umum. 1987. Pedomanan Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung. Jakarta:

Yayasan Badan Penerbit Pekerja Umum.

Ghanchi, N., & Chitra, V. (2014). Waffle Slab - Analysis By Different Methods. International Journal of Scientific

& Engineering Research, 5(12), 71–74.

Lasut, R.H. (2017). Analisa Efektivitas Penempatan Dinding Geser Pada Gedung Mercantile Plaza Tangerang

Dengan Perencanaan Sistem Ganda.

Muliadi ;Afifuddin, M., & Budi Aulia, T. (2017). Analisis Simpangan Antar Lantai Pada Bangunan Menggunakan

Base Isolator Di Wilayah Gempa. 25(4), 25–34.

Nasution, A. (2009). Analisis dan Desain Struktur Beton Bertulang. ITB Bandung.

Negara, L. A. T. (2017). Modifikasi Perencanaan Struktur Gedung Hotel Amarsvati Lombok Dengan Sistem Waffle

Slab With Band Beam.

Pamungkas, A., Harianti, E. (2018). Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa. Yogyakarta:Andi.

Pradhana, R.A. (2019). Analisis Perbandingan Respon Struktur Antara Penggunaan Pelat Konvensional Dengan

Flat Slab Terhadap Gaya Gempa Pada Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang.

Priyanto, K. J. (2012). Kajian Kekuatan Pada Struktur Balok Grid Persegi.

Riza, M.M. (2014). Aplikasi Perencanaan Gedung Dengan Etabs. www.PerencanaanStruktur.com.

Rupidara, Y.A. (2022). Analisis Perbandingan Kinerja Seismik dari Struktur Gedung dengan Pelat Konvensional,

Waffle Slab, dan Flat Slab.

Setiawan, A. (2016). Perancangan Struktur Beton Bertulang Berdasarkan SNI 2847:2103. Erlangga.

Shanan,A.G..M.Y..J.(2017).FlatGridOrWaffleSystem.Https://Www.Slideshare.Net/.https://www.slideshare.net/

agawade34/flat-grid-waffle-slab

Sidabutar, D.H. (2017). Analisa Perbandingan Pelat Diafragma Dengan Sistem Flat Slab, Plate, Waffle Slab Pada

Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Terhadap Pengaruh Kekakuan Struktur.

Susanti, E., Youlanda, N. A., & Winaya, A. (2016). Studi Perbandingan Pelat Berusuk Dua Arah (Waffle Slab) Dan

Pelat Konvensional. 20(1), 25–36.

Tavio., Wijaya, U. (2018). Desain Rekayasa Gempa Berbasis Kinerja. Yogyakarta: Andi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.