Pemanfaatan Aplikasi “Flood Go” Sebagai Alternatif Penyelesaian Permasalahan Banjir di Kota Surabaya
Abstract
Pada era revolusi industri 4.0, Kota Surabaya dikenal sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta, kota ini memiliki penduduk yang sangat padat dan lahan yang terbatas. Sebagai kota metropolitan, kota ini mengalami kondisi lingkungan yang cukup memprihatinkan. Ko ndisi mayoritas masyarakat di daerah ini dapat memicu berbagai macam permasalahan, seperti terjadinya banjir, menurunnya kualitas air bersih, banyaknya sampah yang menumpuk, hingga terganggunya daerah resapan air. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan adanya perbaikan kota dengan menerapkan konsep Sponge City. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan perkembangan teknologi sebagai upaya penanganan dan pengurangan permasalahan banjir. Secara kondisi masih banyak masyarakat yang tidak peduli terhadap sekitar sehingga perlu adanya dorongan dan motivasi untuk menumbuhkan kesadaran diri masyarakat. Dalam penelitian ini, kami menciptakan aplikasi bernama “Flood Go”, melalui aplikasi “Flood Go” dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan meluncurkan berbagai fitur seperti penyuluhan dan edukasi masyarakat dalam hal pengelolaan sampah, penerapan sistem penukaran sampah menjadi uang elektronik, fitur pendeteksi ketinggian permukaaan air sungai secara otomatis. Metode analisis yang digunakan pada aplikasi “Flood Go” adalah metode kualitatif sederhana. Adapun hasil penelitian sebagai berikut. Masyarakat Kota Surabaya memiliki kepedulian terhadap lingkungan dalam mengatasi pengurangan sampah, Membantu meningkatkan pendapatan dari penukaran sampah, Antisipasi diri dari terjadinya banjir.
Kata kunci: Sponge City; Flood Go; Banjir; Sampah
Full Text:
PDFReferences
Jayani, D.H. (2019, Agustus, 3). Menengok Pengelolaan Sampah di Jakarta dan Surabaya. Retrieved from
qhttps://katadata.co.id/berita/2019/08/03/menengok-pengelolaan-sampah-di-jakarta-dan
surabaya, on 11 September 2019.
Hadi, S. (2019, Agustus 6). Cara Pemkot Surabaya Mengedukasi Warga Dalam Menjaga Lingkungan. Retrieved
fromhttps://www.medcom.id/nasional/daerah/GNGjW5dK-carapemkot-surabaya-mengedukasiwarga-dalammenjaga-lingkungan, on 26 November 2019
Pembina BSIS (AN). (2019). Kebijakan Pembatasan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Implikasinya
terhadap Industri dan Masyarakat/Pewawancara: Tim Peneliti Bidang Kesejahteraan Sosial, Pusat
Penelitian Badan Keahlian DPR RI.
BPS. (2018). Laporan Indeks Ketidakpedulian terhadap Lingkungan Hidup. Jakarta: Badan Pusat Statistik
Republik Indonesia
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Data Umum Sistem Pengelolaan Sampah Nasional. Retrieved
fromhttp://sipsn.menlhk.go.id/?q=3adata-umum&field_f_wilayah_tid=1519&field_kat_kota_tid=All&f
ield_periode_id_tid=2168, on 11 September 2019.
Komunitas Nol Sampah (H). (2019). Kebijakan Pembatasan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Implikasinya
terhadap Industri dan Masyarakat/ Pewawancara: Tim Peneliti Bidang Kesejahteraan Sosial, Pusat
Penelitian Badan Keahlian DPR RI. Faqih, F. (2019, Juni 13). Pemkot Lelang Hasil Pengumpulan Botol
Plastik Suroboyo Bus. Retrieved fromhttps://www.merdeka.com/ peristiwa/pemkot-lelang-hasilpengumpulanbotol-plastik-suroboyo-bus.html, on 11 Oktober 2019.
Live and Applied Science, Volume 3
Andina, E. (2019). Analisis Perilaku Pemilahan Sampah di Kota Surabaya. Aspirasi: Jurnal Masalah-masalah
Sosial. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v10i2.1424
Asteria, D., & Heruman, H. (2016). BANK SAMPAH SEBAGAI ALTERNATIF STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH
BERBASIS MASYARAKAT DI TASIKMALAYA (Bank Sampah (Waste Banks) as an Alternative of
Community-Based Waste Management Strategy in Tasikmalaya). Jurnal Manusia dan Lingkungan.
https://doi.org/10.22146/jml.18783
Refbacks
- There are currently no refbacks.