Analisis Kondisi Berdasarkan Tingkat Kerusakan Jembatan Menggunakan Metode Bridge Manajemen System (Studi 3 Jembatan Nasional Pada Ruas Jalan Ambon-Passo)

Hamkah Hamkah, Penina T. Istia, Hadi Purwanto, Frans Bartoloma Romiwi

Abstract


Jembatan merupakan prasarana transportasi darat memiliki peranan sangat penting untuk kelancaran sistem jaringan yang menunjang kegiatan pusat perekonomian masyarakat, menunjang aksesibilitas antara satu kota dengan perkotaan lainya, ataupun antara perkotaan dengan desa, dan antara satu desa dengan desa lainnya. Penelitian ini bertujuan menentukan program penanganan 3 jembatan pada ruas jalan nasional Ambon – Passo yang dipilih berdasarkan umur telah melampaui 10 tahun berdasarkan penilaian kondisi menggunakan metode Bridge Management System (BMS). Penelitian mencakup semua elemen struktur maupun bangunan pelengkap menggunakan tolak ukur nilai 5 untuk level kondisi terparah hingga nilai 0 untuk level kondisi baik. Elemen jembatan dinilai berdasarkan 5 kriteria, masing-masing: Struktur (S) dengan nilai 1 bila berbahaya dan 0 bila tidak berbahaya, Tingkat kerusakan (R) dinilai 1 bila parah dan 0 bila tidak parah, Kuantitas (K) nilai 1 bila lebih dari 50% dan 0 bila kurang 50%, Fungsi (F) nilai 1 bila tidak berfungsi dan 0 bila berfungsi, serta Pengaruh (P) nilai 1 bila mempengaruhi elemen lain dan 0 bila tidak mempengaruhi. Hasil analisis 3 jembatan nasional pada ruas jalan Ambon-Passo di Kota Ambon diperoleh nilai kondisi terkini dan jenis penanganan masing-masing: 1). Jembatan Wai Lapu nilai kondisi 5, diusulkan program penanganan Penggantian, 2). Jembatan Wai Yate nilai kondisi 2, diusulkan program penanganan Pemeliharaan Rutin/Berkala, 3). Jembatan Wai Roman nilai kondisi 3, diusulkan program penanganan Rehabilitasi lantai jembatan. Kata kunci: kondisi jembatan, bridge manajemen system

Full Text:

PDF

References


Alamsyah, D. F, 2021, Analisis Kondisi Jembatan Untuk Menentukan Prioritas Penanganan Dengan

Menggunakan Bridge Management System BMS (Studi Kasus Jembatan Wilayah Kabupaten Jombang),

Doctoral disertation, Universitas Narotama.

Direktorat Jenderal Bina Marga, Februari 1993, Sistem Manajemen Jembatan. Departemen PU. Jakarta.

Hariman, F., Harry Cristady H, Andreas Triwiyono, 2007, Evaluasi Dan Program Pemeliharaan Jembatan

Dengan Metode Bridge Management System (BMS), Yogyakarta : Jurnal Forum Teknik Sipil No. XVII/3-

September 2007.

Bina Marga. 2011. Pedoman Pemeriksaan Jembatan. Kementerian Pekerjaan Umum: Direktorat Jenderal Bina

Marga No.005-01/P/BM/2011. Jakarta.

Kumalasari D, Sumargo S, 2020, Investigasi Visual Jembatan Kp. Keling A Dan B Menggunakan Metode Bridge

Management System (BMS), TEKNIKA, 14 (2), 103 – 111.

Mahaputra, A. R, Fitriani H., Sarino S, 2018, Penilaian kondisi Jembatan Berdasarkan Analisis Tingkat

Kerusakan Jembatan Dengan Metode Bridge Management System (Studi Kasus: Empat Jembatan

Nasional pada Ruas Jalan di Kabupaten Oku), Doctoral dissertation, Sriwijaya University.

Marshando, P., & Sumargo, S. 2020. Penilaian Kondisi, Solusi Penanganan, Dan Prediksi Umur Sisa Jembatan

Way Kendawai I Bandar Lampung Menggunakan Bridge Management System (Bms). Jurnal Teknik

Sipil, 16(1), 39-49.

Ratnaningsih, A., Arifin, S, 2016, Evaluasi Dan Penanganan Jembatan Suren Di Kecamatan Ledokombo

Kabupaten Jember.

Satmoko, T. A, 2020, Evaluasi Jembatan Dengan Metode Bridge Management System (BMS) (Studi Kasus:

Jembatan Bogem, Prambanan) (Bridge Evaluation Using Bridge Management System (BMS)) (Study

Case: Bogem Bridge, Prambanan


Refbacks

  • There are currently no refbacks.